Polres Banjarbaru Selidiki Penyebab Karhutla Jalan Lingkar Utara, Garis Polisi Terpasang di TKP
Hari Widodo August 28, 2026 06:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Kepolisian dari Satreskrim Polres Kota Banjarbaru (Polres) Banjarbaru menyelidiki kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di jalan menuju akses Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran yang sempat mengganggu arus lalu lintas karena kabut asap tebal yang menutupi Jalan Lingkar Utara, Landasan Ulin Utara, Lianganggang, Banjarbaru.

Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, Kompol AKP Ari Handoyo, mengatakan pihaknya telah melakukan pemasangan garis polisi di sekitar TKP lahan yang terbakar untuk kepentingan penyelidikan.

Petugas juga akan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak untuk dimitai keterangan. Termasuk pemilik lahan yang terbakar.

“Kami akan memanggil pemilik tanah, ketua RT setempat, maupun saksi-saksi lain yang bisa memberikan konfirmasi dan keterangan terkait lahan ini," ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Baca juga: Kemarau Panjang Picu Darurat Air Baku, Operasional Intake Sungai Bilu Berhenti 24 Jam

Kompol Ari mengatakan dimulainya penyelidikan kasus kebakaran lahan ini bukan berarti polisi meyakini adanya unsur kesengajaan dibakar, akan tetapi merupakan tugas kepolisian untuk mengetahui penyebab karhutla.

“Setiap ada karhutla, kami berupaya menindaklanjuti dengan olah TKP. Apakah nanti ditemukan unsur pidana atau tidak, kami patut menduga awal, makanya dilakukan olah TKP," ujarnya.

Sementara dari pantauan, hingga kemarin pagi kabut asap dampak karhutla kembali menyelimuti Banjarbaru.

Bau menyengat asap dari karhutla tercium di sepanjang jalan, mengharuskan pengendara dan warga yang beraktivitas mesti mengenakan masker.

Salah satu titik yang cukup parah kabut asap terpantau di Kecamatan Landasan Ulin, terutama di kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Jarak pandang di jalan menuju area bandara juga terbatas, sehingga pengendara harus menyalakan lampu utama.

Selain di area jalan dan runway bandara, kabut asap juga terpantau sampai ke area terminal bandara meskipun tipis.

Di tempat lain, petugas berjaga di kanal air sekunder irigasi Riam Kanan di Cindai Alus Banjar. Mereka mengalirkan air ke kanal yang ada hingga ke Hutan Lindung LIK Liangagang, untuk membuat areal lembab agar terhindari dari karhutla.

"Sebelum air di irigasi menurun kita harus terus kerja untuk alirkan air ke kanal yang menuju Hutan Lindung," jelas Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra.

Terpantau juga ada tim dari Dinas PUPR Kalsel yang mengalirkan air di pos Jalan Golf ujung irigasi.

Hingga petang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo memantau sekaligus terlibat langsung dalam pelaksanaan pembersihan kanal di kawasan tersebut.

"Pembersihan dilakukan pada sejumlah blok yang sebelumnya telah dipetakan. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan fungsi kanal sebagai saluran air sekaligus menjaga kondisi lahan agar tetap lembap sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla," urainya.

Baca juga: Kemarau Picu Krisis Air Bersih, BPBD Banjar Kerahkan Tangki ke 13 Kecamatan

Disampaikannya, pihaknya tidak hanya bergerak ketika api sudah muncul, tetapi bagaimana kita melakukan pencegahan sejak dini. Salah satunya dengan membersihkan kanal dan memastikan air dapat mengalir serta menjaga kelembapan lahan.

Bahkan, guna mempercepat pekerjaan di lapangan, Tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, mengerahkan alat berat dari UPTD TPAS Sampah Regional Banjarbakula serta unit pengelolaan limbah B3 Regional Banjarbakula.(lis/riz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.