Pelaku Festival Musik Asia Pasifik Jalin Kolaborasi Lintas Negara dalam APIMFA
Ratnaning Asih August 28, 2026 08:00 AM

Liputan6.com, Jakarta - Industri festival musik di kawasan Asia Pasifik mendapat wadah kolaborasi baru. Asia Pacific International Music Festival Association (APIMFA) resmi diperkenalkan, mempertemukan perwakilan industri musik dari sembilan pasar berbeda, yakni China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, Australia, Indonesia, dan Filipina.

Pembentukan asosiasi ini membuka akses lebih luas bagi artis dan audiens untuk saling terhubung, sekaligus menciptakan ruang pertukaran pengetahuan antarfestival dan pelaku industri musik di kawasan tersebut.

Yuta Nomura, organizer CUEW Showcase and Conference, mengungkap sejumlah alasan mengapa pembentukan APIMFA dinilai sebagai langkah yang diperlukan. Termasuk tantangan serupa yang dihadapi pelaku industri di wilayah ini. Karena itulah, diperlukan ekosistem di mana para pelaku industri saling mendukung satu sama lain. 

"Kami menyadari bahwa keberadaan ekosistem dapat menciptakan value yang jauh lebih besar dibandingkan festival itu sendiri, karena itulah didirikan APIMFA," tuturnya. dalam konferensi pers yang dihelat di Jakarta, baru-baru ini. 

Johnnie Moylett, perwakilan Fuji Rock Festival asal Jepang memberi pendapat senada. "Kolaborasi lintas market menjadi semakin penting bagi perkembangan industri festival di Asia Pasifik. Setiap market memiliki karakter, audiens, dan cara masing-masing dalam membangun pengalaman festival," ujarnya, seperti dikutip dari pernyataan tertulisnya. 

Hal lain yang patut diperhitungkan, adalah wilayah Asia Pasifik makin seksi untuk industri festival musik. Dalam data yang dibagikan di konferensi pers, besaran pasar untuk industri ini mencapai 43,4 miliar yen, sementara di Australia mencapai 331,3 juta dolar Australia. Adapun untuk wilayah Asia Tenggara, dampak ekonomi festival musik menyentuh angka 495 juta dolar AS. 

 

Festival Musik dalam APIMFA

Konferensi pers APIMFA. (Ratnaning Asih/ LIputan6.com)
Konferensi pers APIMFA. (Ratnaning Asih/ LIputan6.com)

Para pendiri APIMFA memiliki rekam jejak panjang di industri ini. Perwakilan China, Shen Yue selaku Vice President Modern Sky, membawa pengalaman mengelola Strawberry Music Festival yang telah menggelar 168 edisi di 50 kota sejak 2009.

Festival ini disebut telah menghadirkan lebih dari 7.500 penampilan artis, dan menarik lebih dari 8 juta pengunjung hingga Juni 2025.

Jepang diwakili Yuta Nomura selaku organizer CUEW Showcase and Conference, platform yang mempertemukan artis Jepang dan Asia dengan profesional musik internasional. Korea Selatan menghadirkan Kwangmin Seo, Project Manager Zandari Festa sekaligus Founder Whaley Time, dengan pengalaman luas di showcase, artist booking, dan cross-border touring.

Taiwan diwakili Chris Liu selaku Production Director FIREBALL Fest, festival rock dan alternative yang telah menghadirkan lebih dari 40 artis internasional dan domestik sejak diluncurkan pada 2017.

Thailand membawa Sarun, CEO Fungjai, platform yang menghubungkan artis independen dan penggemar sejak 2014 sekaligus penggagas Bangkok Music City, konferensi musik pertama di Thailand yang pada 2026 menarik hampir 12.000 pengunjung.

Indonesia diwakili dua figur sekaligus dalam jejaring APIMFA. Dewi Gontha yang memimpin PT Java Festival Production membawa pengalaman lebih dari 20 tahun mengembangkan Java Jazz Festival, sementara Donny Heru selaku CEO of The Group memimpin LaLaLa Festival dengan rekam jejak lebih dari dua dekade di industri live events.

Singapura turut bergabung lewat Row One Asia, perusahaan live entertainment yang bergerak di promosi konser, festival musik, dan teknologi ticketing, dengan Live Out Loud sebagai festival andalannya. Australia melengkapi jejaring lewat Untitled Group, perusahaan live music independen yang membawahi sejumlah festival seperti Beyond The Valley, Pitch Music & Arts, Wildlands, dan Ability Fest.

 

 

Program APIMFA

Sejumlah program dirancang sebagai langkah APIMFA ke depannya.

Cross-Market Collaboration mendorong integrasi sumber daya dan pertukaran pengetahuan kuratorial antarfestival anggota, sementara Artist Exchange Program membuka jalur pertunjukan lintas kawasan bagi artis untuk memperluas basis audiens mereka.

PR and Communications Support turut disiapkan berupa sistem pengumuman regional, media toolkit, dan kanal komunikasi terintegrasi untuk memperkuat visibilitas festival dan artis anggota.

Annual Conference and Showcase Festival melengkapi program dengan format bergilir di berbagai kota Asia Pasifik, menghadirkan panel industri, workshop, dan showcase artis.

Penerbitan "Asia Pacific Festival Industry Report" secara tahunan turut direncanakan untuk membahas tren audiens, kemitraan komersial, dan dinamika industri festival di kawasan. APIMFA juga akan menjalin hubungan dengan tourism boards, pemerintah, dan brand internasional guna membuka peluang kemitraan lintas sektor.

 

Buka Pintu untuk Festival Musik Lain

 

Donny Heru selaku Founder APIMFA menegaskan momentum penting yang tengah dihadapi industri live music di kawasan ini. "

Asia Pasifik berada pada titik penting dalam perkembangan industri live music. Dengan menghubungkan festival-festival dalam satu jejaring, kami tidak hanya ingin mempermudah touring dan pertukaran artis, tetapi juga membangun standar industri baru dalam hal keamanan, keberlanjutan, dan dampak lintas budaya," ujarnya.

Ke depannya, APIMFA akan membuka kesempatan bagi festival musik internasional lainnya di kawasan Asia Pasifik untuk bergabung dan menjadi bagian dari jaringan asosiasi ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.