Warga Kota Jambi Sarapan Asap, Kualitas Udara Pagi ini Tidak Sehat ISPU 170
asto s August 28, 2026 10:49 AM

Selama beberapa hari terakhir, Kota Jambi diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga sarapan asap tiap pagi.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kualitas udara di Kota Jambi pada Jumat (28/8/2026) pagi berada dalam kategori tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara Kota Jambi tercatat 170 atau masuk kategori tidak sehat.

Kondisi udara tersebut terasa oleh warga. Kabut asap dan aroma asap masih tercium di sejumlah kawasan Kota Jambi sejak pagi.

Badrus, warga Palmerah, Kota Jambi, mengatakan kondisi tersebut sudah terasa dalam aktivitasnya setiap pagi.

"Ini tiap pagi sarapan asap," ujar Badrus.

"Anak saya kasihan, ngeluh juga tiap hari gak bisa keluar rumah," lanjutnya.

Kondisi kualitas udara tersebut terjadi ketika aktivitas titik panas atau hotspot masih terpantau di sejumlah wilayah Sumatera.

Pantauan Tribun Jambi, bau asap karhutla menyengat hidup pagi ini. Kabut asap terlihat jelas, terutama di wilayah Lingkar Selatan dan Paal Merah Kota Jambi.

IQAir Pantau Kualitas Udara Jambi

Selain ISPU, pemantauan kualitas udara melalui IQAir pada pukul 08.00 WIB juga menunjukkan adanya polusi udara di Jambi, terutama parameter PM2.5.

Kondisi kualitas udara perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.

Hotspot Sumsel 274 vs Jambi 30

Di tengah kondisi udara Kota Jambi yang tidak sehat, pantauan titik panas menunjukkan aktivitas karhutla masih cukup tinggi di sejumlah wilayah Sumatera.

Berdasarkan pantauan SIPONGI Kementerian Kehutanan, data satelit NASA-NOAA20 dengan tingkat konfidensi medium mendeteksi ratusan hotspot di beberapa provinsi.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 274 titik.

Selanjutnya, Riau tercatat memiliki 49 hotspot, Jambi 30 hotspot, dan Lampung 15 hotspot.

Sejumlah hotspot di Sumatera Selatan terpantau berada di kawasan Desa Muara Medak dan Desa Mangsang.

Aktivitas karhutla di wilayah tersebut menjadi perhatian karena asap dari kebakaran dapat terbawa angin dan memengaruhi kualitas udara di wilayah lain.

Angin Bergerak dari Tenggara ke Barat Laut

Berdasarkan pantauan arah angin pada peta SIPONGI, pergerakan angin menunjukkan arah dari tenggara menuju barat laut.

Pola angin tersebut berpotensi membawa massa udara dari kawasan yang mengalami karhutla menuju wilayah lain, termasuk Jambi.

Pada peta SIPONGI, sejumlah hotspot di sekitar kawasan Desa Medak terlihat berada pada jalur arah angin menuju Jambi.

Namun, kondisi tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa kabut asap di Kota Jambi secara spesifik berasal dari Desa Medak.

Penentuan sumber asap membutuhkan analisis lebih lanjut berdasarkan kondisi meteorologi, citra satelit, serta hasil pemantauan di lapangan.

Kondisi Hotspot Jambi

Sementara itu, Provinsi Jambi juga masih terdeteksi memiliki titik panas.

Data NASA-NOAA20 menunjukkan terdapat 30 hotspot di Jambi dengan tingkat konfidensi medium.

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan Sumatera Selatan yang mencapai 274 titik dan Riau sebanyak 49 titik.

Meski demikian, keberadaan hotspot tidak otomatis berarti seluruh titik merupakan kebakaran. Hotspot merupakan indikasi anomali panas yang terdeteksi satelit dan tetap membutuhkan verifikasi lapangan.

Warga Diminta Kurangi Paparan Asap

Dengan kualitas udara Kota Jambi berada pada kategori tidak sehat, masyarakat diimbau mengurangi paparan udara luar ketika kondisi asap memburuk.

Warga juga dapat menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah serta mengurangi aktivitas fisik berat di ruang terbuka.

Masyarakat disarankan terus memantau perkembangan kualitas udara dan informasi resmi mengenai karhutla serta kondisi cuaca.

Perbandingan Hotspot Sumatera

Berikut data hotspot berdasarkan pantauan satelit NASA-NOAA20, tingkat konfidensi medium, Jumat (28/8/2026):

  • Sumatera Selatan 274
  • Riau 49
  • Jambi 30
  • Lampung 15

Data hotspot dapat berubah mengikuti pembaruan hasil pemantauan satelit. Verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan lokasi dan kondisi kebakaran.

Sementara itu, kondisi kualitas udara Kota Jambi juga dapat berubah seiring pergerakan angin, perkembangan karhutla, dan kondisi atmosfer. (Tribun Jambi/Asto)

Baca juga: Pertarungan Dua Buaya Raksasa di Teluk Dawan Jambi Gegerkan Warga

Baca juga: Hotspot Sumatera Selatan 274 Titik, Angin Potensi Bawa Asap Karhutla ke Arah Jambi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.