Hari ini Sumatera Selatan 274 hotspot, Jambi 30 hotspot angin dari tenggara ke barat laut, Riau 49 hotspot. Kabut asap dari mana ke arah mana?
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pantauan titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera menunjukkan peningkatan aktivitas di sejumlah provinsi, Jumat (28/8/2026).
Berdasarkan pantauan di sipongi Kementerian Kehutanan, data satelit NASA-NOAA20 dengan tingkat konfidensi medium mendeteksi ratusan hotspot di sejumlah wilayah Sumatera.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak dalam data tersebut, yakni 274 titik. Selanjutnya Riau tercatat memiliki 49 hotspot, Jambi 30 hotspot, dan Lampung 15 hotspot.
Sebaran hotspot di Sumatera Selatan antara lain terlihat di kawasan Desa Muara Medak dan Desa Mangsang, Banyuasin.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan berpotensi berdampak terhadap kualitas udara di wilayah sekitarnya, terutama apabila asap terbawa angin.
Angin dari Tenggara ke Barat Laut
Berdasarkan pantauan arah angin pada peta SIPONGI, pergerakan angin di kawasan tersebut mengarah dari tenggara menuju barat laut.
Pola angin ini perlu menjadi perhatian karena sejumlah hotspot di wilayah Sumatera Selatan berada di jalur yang berpotensi membawa asap menuju wilayah Jambi.
Dalam pantauan peta, hotspot di sekitar kawasan Desa Medak juga terlihat berada pada jalur arah angin menuju wilayah Jambi.
Namun, arah angin tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa kabut asap yang dirasakan di Kota Jambi berasal dari satu titik tertentu. Asal-usul asap perlu dikonfirmasi berdasarkan analisis meteorologi, citra satelit, serta kondisi di lapangan.
Jambi Terdeteksi 30 Hotspot
Sementara itu, Provinsi Jambi dalam pantauan satelit NASA-NOAA20 tercatat memiliki 30 hotspot dengan tingkat konfidensi medium.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan Sumatera Selatan dan Riau, tetapi tetap menunjukkan adanya aktivitas titik panas di wilayah Jambi.
Hotspot sendiri merupakan indikasi adanya anomali panas yang terdeteksi satelit. Keberadaan hotspot tidak secara otomatis berarti telah terjadi kebakaran karena masih memerlukan verifikasi di lapangan.
Sumatera Selatan Masih Jadi Perhatian
Dengan jumlah 274 hotspot, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi dalam pantauan tersebut.
Sejumlah hotspot terdeteksi di kawasan yang dikenal memiliki potensi kerawanan karhutla, termasuk wilayah Muara Medak dan Mangsang.
Apabila terjadi kebakaran yang menghasilkan asap dalam jumlah besar, kondisi angin menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan arah penyebaran asap.
Karena itu, masyarakat di Jambi, khususnya yang berada di wilayah yang terdampak kabut asap, perlu memantau perkembangan kualitas udara dan informasi cuaca dari instansi terkait.
Data Hotspot Sumatera 28 Agustus 2026
Berikut perbandingan hotspot di sejumlah provinsi Sumatera berdasarkan pantauan satelit NASA-NOAA20 dengan tingkat konfidensi medium:
Sebagai informasi, data hotspot berubah mengikuti hasil pemantauan satelit. Verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan lokasi, luas, dan kondisi kebakaran yang terindikasi dari titik panas. (Tribun Jambi/Asto)
Baca juga: 5 Hektar Lahan Nyaris Hangus, Karhutla di Ness Jambi Berhasil Dipadamkan
Baca juga: Aksi Gubernur Al Haris dan Satgas Karhutla Jambi Terjun Langsung Padamkan Karhutla di Tanjabtim