Kisah Woro Hapsari, ASN Belitung Timur Bawa Inovasi Kearsipan ke Tingkat Nasional
Rusaidah August 28, 2026 12:41 PM

BANGKAPOS.COM -  Bagi Woro Hapsari Candra Dewi, menjadi arsiparis bukan sekadar menjalankan tugas administratif.

Ia melihat kearsipan sebagai salah satu bagian penting dalam menjaga memori daerah sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Pandangan tersebut terus ia bawa selama menjalankan tugas sebagai Arsiparis Madya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belitung Timur.

Berbagai inovasi pun dikembangkan untuk membuktikan bahwa pekerjaan di bidang kearsipan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Perjalanan tersebut akhirnya membawa Woro ke tingkat nasional. Ia mendapat kesempatan mempresentasikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Baca juga: Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP Untuk Tahu Peluang Dapat Bansos dan Solusi Jika Desil Tak Sesuai

Presentasi tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan karier Woro yang sebelumnya juga dikenal sebagai Arsiparis Teladan Nasional.

Di hadapan tim penilai BKN, ia memaparkan pengabdian sekaligus gagasan yang selama ini dikembangkan dalam bidang kearsipan di Belitung Timur.

"Bagi saya, Rabu kemarin bukan hanya tentang kenaikan pangkat. Ini tentang bagaimana seluruh pengabdian yang saya jalani dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat," ujar Woro saat dihubungi Posbelitung.co, Jumat (28/8/2026).

Di balik presentasi yang berlangsung singkat, terdapat proses persiapan panjang. Woro harus kembali memeriksa berbagai dokumen pendukung, mematangkan gagasan mengenai inovasi kearsipan adaptif, hingga mempersiapkan diri menghadapi penilaian di tingkat nasional.

Rasa gugup tetap dirasakan. Namun, kesempatan membawa nama Belitung Timur menjadi dorongan tersendiri bagi Woro untuk memberikan penampilan terbaik.

"Saya datang membawa nama Belitung Timur dan membawa harapan agar apa yang saya kerjakan selama ini dapat terus memberi dampak bagi pemerintah maupun masyarakat," ucapnya.

Dukungan Daerah Jadi Kekuatan Woro

Langkah Woro menuju tahap KPLB tidak dilakukan seorang diri. Ia menyebut dukungan dari lingkungan pemerintahan daerah, rekan kerja, keluarga hingga masyarakat turut menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

Dukungan dari Bupati Belitung Timur, Sekretaris Daerah, jajaran kepegawaian, pimpinan serta rekan-rekan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menjadi modal bagi Woro untuk terus mengembangkan profesinya.

"Saya bisa sampai pada tahap ini bukan karena berjalan sendiri. Ada dukungan pemerintah daerah, ada rekan kerja, ada keluarga, dan ada doa dari banyak orang yang menjadi kekuatan saya," ungkapnya.

Bagi Woro, pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ASN yang bekerja di daerah kepulauan tetap memiliki kesempatan untuk menciptakan inovasi dan memperoleh pengakuan di tingkat nasional.

Mengubah Pandangan tentang Profesi Arsiparis

Salah satu fokus Woro selama berkarier adalah mengubah anggapan bahwa pekerjaan arsiparis identik dengan aktivitas menyimpan dokumen.

Melalui berbagai program, ia berupaya menunjukkan bahwa pengelolaan arsip yang baik dapat membantu pemerintah bekerja lebih efektif. Arsip juga memiliki peran penting dalam menjaga informasi dan aset daerah agar tetap terdokumentasi dengan baik.

Inovasi yang dikembangkan Woro menjadi bagian dari upayanya menghadirkan sistem kearsipan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pemerintahan dan masyarakat.

"Profesi arsiparis memiliki ruang besar untuk menghadirkan perubahan. Arsip bukan sekadar dokumen yang disimpan, tetapi bagian dari memori, identitas, tata kelola pemerintahan, dan pelayanan publik," ujarnya.

Bagi Woro, keberhasilan seorang arsiparis tidak semata-mata diukur dari pencapaian jabatan atau penghargaan. Lebih dari itu, profesi tersebut harus mampu memberikan manfaat dan membantu menciptakan tata kelola informasi yang lebih baik.

Menunggu Hasil KPLB

Setelah menjalani presentasi di hadapan tim penilai BKN, Woro kini tinggal menunggu hasil keputusan terkait pengajuan KPLB.

Ia memilih menyerahkan hasil akhir kepada tim penilai. Apa pun keputusan yang nantinya diterima, Woro memastikan dirinya akan tetap melanjutkan pengabdian di bidang kearsipan.

Menurutnya, pencapaian dalam karier bukan hanya mengenai seberapa cepat seseorang memperoleh kenaikan pangkat, tetapi juga mengenai konsistensi dalam memberikan kontribusi.

Ia berharap proses KPLB yang dijalaninya dapat memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi bagian dari upaya membawa nama Belitung Timur semakin dikenal melalui prestasi ASN daerah.

"Mohon doa terbaik dari semuanya. Apa pun hasilnya nanti, saya ingin tetap melanjutkan pengabdian, terus berkarya, dan memberikan manfaat untuk Belitung Timur," harapnya.

(Pos Belitung/Kautsar Fakhri Nugraha/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.