Karhutla Pulau Bangka Minut Dipadamkan Warga, Basarnas Sulut Pastikan Api Tak Merembet ke Permukiman
Chintya Rantung August 28, 2026 01:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat terjadi di wilayah Kepulauan Bangka, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Lokasi Pulau Bangka jika dari Kota Manado ke Pelabuhan Likupang di Minahasa Utara  sekitar 45–48 kilometer dengan waktu tempuh kendaraan darat sekitar 1,5 hingga 2 jam, yang kemudian dilanjutkan penyeberangan laut naik perahu atau speedboat sekitar 30–40 menit menuju Pulau Bangka.

Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulawesi Utara.

Basarnas Sulut melakukan pemantauan di sekitar lokasi kebakaran menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB).

Pemantauan dilakukan oleh Anak Buah Kapal (ABK) KN SAR Bima Sena sebagai langkah kesiapsiagaan sekaligus memastikan kondisi masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak.

Dari hasil koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Likupang Timur serta Pemerintah Desa Ehe, Libas, dan Kahuku, Basarnas mendapatkan informasi bahwa kobaran api telah berhasil dikendalikan.

Warga bersama pemerintah setempat bergerak melakukan pemadaman hingga api berhasil dipadamkan pada Kamis malam.

Yang melegakan, kobaran api tidak sampai menjalar ke kawasan permukiman warga.

Lewat rilis yang diterima Tribun Manado Jumat (28/8/2026), situasi masyarakat di Pulau Bangka masih terpantau aman.

Belum ada kebutuhan untuk melakukan evakuasi terhadap warga.

Meski demikian, kewaspadaan tetap dilakukan.

Salah satu sekolah di wilayah tersebut bahkan diliburkan sementara lantaran lokasinya berada tidak jauh dari titik kebakaran.

Kepala Basarnas Sulut George Mercy Randang mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi potensi karhutla, terlebih kondisi cuaca dapat meningkatkan risiko munculnya kebakaran.

George meminta masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati, khususnya dalam melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila terjadi kondisi yang membahayakan, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” ujar George.

Basarnas Sulut, lanjutnya, terus membangun koordinasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

Tim juga disiagakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu penanganan karhutla maupun proses evakuasi masyarakat.

Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga menjadi prioritas apabila kondisi di lapangan kembali memburuk. (Ren)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.