TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tujuh relawan medis Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, turun langsung memberikan layanan kesehatan gratis kepada warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi kemanusiaan relawan medis perguruan tinggi negeri di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut, berlangsung selama lima hari, pada 25-29 Agustus 2026.
Adapun tim UHO terdiri dari dr Ashaeryanto, dr Asmarani, dr Gita Novarina, dr Muh Imran J Bana, dr Zurezki Yuana Yafie, dr A Rahman Nur, dan Cressendo Reifaldi B.
Ketujuh relawan tersebut memiliki latar belakang dokter spesialis jantung, neurologi, bedah, anak, dokter umum, serta mahasiswa kedokteran.
Koordinator lapangan, dr Ashaeryanto, mengatakan timnya tidak hanya menunggu warga datang untuk mendapatkan pengobatan.
Baca juga: Salurkan Bantuan dan Layanan Medis, Relawan UMI Makassar Sambangi Penyintas Gempa Manggarai NTT
Mereka melakukan pemeriksaan dengan mendatangi rumah warga dan sejumlah posko pengungsian untuk mengetahui langsung kondisi kesehatan masyarakat setelah gempa.
Selain itu, pelayanan juga dilakukan di rumah sakit lapangan dengan menangani berbagai keluhan yang dialami warga terdampak bencana.
“Data awal menunjukkan mayoritas kasus yang ditemui saat berkunjung ke posko atau rumah warga adalah trauma akibat bencana,” kata dr Ashaeryanto, Jumat (28/8/2026).
Selain trauma, tim relawan UHO juga menemukan sejumlah penyakit yang muncul setelah bencana.
Di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, rematik, penyakit kulit, gangguan pencernaan, diare, hingga gangguan kesehatan mata.
Baca juga: Kementerian Kelautan dan Pemprov Sulawesi Tenggara Kirim 50 Ton Bantuan Logistik Korban Gempa NTT
Kasus yang membutuhkan tindakan lebih lanjut ditangani melalui layanan kesehatan di RS Kapal Terapung Kesatria Airlangga.
“Tim UHO turut terlibat dalam operasi pembedahan untuk kasus emergency pascabencana maupun penyakit kronis yang membutuhkan tindakan bedah di RS Kapal Terapung Kesatria Airlangga,” jelasnya.
Dalam menjalankan pelayanan, relawan medis UHO berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, MER-C, RS Terapung Kesatria Airlangga, Tim Emergency NTB, serta Universitas Airlangga.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk menentukan lokasi pelayanan, sehingga tenaga medis dapat diarahkan ke titik yang memiliki kebutuhan paling mendesak.
“Kami juga menyerahkan bantuan berupa sembako, susu, serta popok untuk anak dan bayi yang berada di wilayah terdampak,” ujarnya.
Baca juga: Air Laut di Buton Naik Ke Pesisir Usai NTT Diguncang Gempa 7,7 M, Bupati Imbau Warga Tak Melaut Dulu
dr Ashaeryanto menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian UHO dan masyarakat Sultra terhadap warga yang menghadapi dampak bencana gempa di NTT.
Dengan harapan tidak hanya memberikan pertolongan selama masa tanggap bencana, tetapi juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan mereka.
Setelah kegiatan selesai, penyelenggara akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan layanan serta menyiapkan rujukan bagi pasien yang masih membutuhkan perawatan lanjutan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan penanganan kesehatan masyarakat setelah tim relawan meninggalkan lokasi.
“Program kemanusiaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kontribusi perguruan tinggi melalui pelayanan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat terdampak bencana,” jelasnya.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.
Gempa tersebut berdampak di sejumlah wilayah Pulau Flores, termasuk Kabupaten Manggarai Timur.
Guncangan kuat ini menyebabkan korban jiwa, kerusakan bangunan di sejumlah kabupaten, hingga trauma bagi warga. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)