TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM – Distribusi air bersih Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dihentikan sementara hari ini, Jumat (28/8/2026).
Penghentian distribusi dilakukan, akibat debit air baku di Sungai Lawe-lawe, yang mengalami penurunan drastis selama musim kemarau.
Perumda AMDT menyebut, penghentian dilakukan untuk menjaga ketersediaan air pada reservoir di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Unit Lawe-lawe.
Panjang Sungai Lawe-Lawe usai normalisasi tersebut salah satunya adalah dengan memperpendek panjang sungai yang sepanjang 1,3 kilometer, sehingga kini hanya mencapai panjang 700 meter saja.
Hal itu dilakukan untuk melancarkan saluran pembuangan air sungai dari hilir ke hulu.
Baca juga: Tunggu Kajian DLH, Perumda Danum Taka PPU Jajaki Air Baku Eks Galian Tambang Milik PT PPC
Sebelum didistribusikan kembali kepada pelanggan, air harus terlebih dahulu melalui proses pengisian reservoir.
Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan air bersih di sejumlah wilayah, yang bergantung pada IPA Unit Lawe-lawe.
Ada sembilan wilayah yang terdampak, yakni Kelurahan Sungai Parit, Nipah-nipah, Nenang, Gunung Steleng, Penajam, Lawe-lawe, Petung, Desa Girimukti, dan Desa Sidorejo.
Perumda AMDT menyampaikan, distribusi air untuk sementara waktu akan dihentikan, atau mengalami gangguan hingga volume air pada reservoir kembali mencukupi.
Selama penghentian distribusi, pelanggan di wilayah terdampak berpotensi mengalami air tidak mengalir maupun tekanan air yang melemah.
Baca juga: Debit Air Lawe-Lawe PPU Turun Drastis, Perumda Air Minum Danum Taka Siapkan Skenario Air Bergilir
Perumda AMDT yang dibentuk tahun 2005 ini juga meminta pelanggan di sembilan wilayah terdampak, menyesuaikan penggunaan dan menunggu sampai kondisi debit air baku memungkinkan untuk kembali dilakukan distribusi. (*)