TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polda Metro Jaya memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal setelah aksi demo di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, polisi terus memantau perkembangan situasi terkini di lapangan.
"Secara umum, aktivitas masyarakat pada pagi hari tetap berlangsung, mulai dari kegiatan perkantoran, pendidikan, perdagangan, hingga mobilitas warga," kata Budi, Jumat (28/8/2026).
Budi menuturkan, yang terpenting saat ini adalah menjaga suasana tetap tenang. Ia meminta seluruh pihak untuk tidak mudah terpancing provokasi.
"Kami mengajak seluruh pihak menahan diri, tidak terpancing provokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," ujar Budi.
"Jakarta adalah ruang bersama. Aspirasi harus mendapat tempat, aktivitas masyarakat harus tetap berjalan, dan keselamatan setiap orang wajib dijaga," imbuh dia.
Aksi perusakan hingga pembakaran sejumlah fasilitas terjadi setelah aksi demo di depan Gedung DPR RI. Budi mengatakan, aksi perusakan itu merupakan ulah kelompok perusuh.
"Itu adalah ulah kelompok perusuh atau pengganggu kamtibmas," kata Budi.
Budi mengungkapkan, massa yang datang sejak Kamis sore hingga malam hari bukan pendemo yang menyampaikan aspirasi.
Massa tersebut datang diduga sengaja untuk membuat kericuhan.
Budi menegaskan, pihak kepolisian melakukan tindakan tegas terhadap massa yang menganggu ketertiban umum.
"Tindakan perusakan tentunya dapat merusak ketertiban dan keteraturan sosial. Hal ini sangat merugikan karena ketika fasilitas umum dirusak, pada akhirnya dapat menyebabkan terganggunya pelayanan kepada masyarakat umum," tegas Kabid Humas.
Di sisi lain, ia mengapresiasi massa pendemo dari berbagai aliansi masyarakat dan mahasiswa yang menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bekerja sama dan turut berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban," ujar Budi.