Setelah Puluhan Tahun Terisolasi, Jembatan Way Pemerihan Pesisir Barat Mulai Dibangun
taryono August 28, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat – Setelah puluhan tahun terisolasi, masyarakat Way Haru, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, akhirnya mendapat titik terang untuk membuka akses wilayah mereka.

Baca juga: BMKG Maritim Panjang Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter di Perairan Lampung

Harapan itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Way Pemerihan oleh Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan, Kamis (27/8/2026).

Jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 2 meter tersebut akan menghubungkan Pekon Sumber Rejo dengan Pekon Bandar Dalam.

Pembangunan ini menjadi bagian penting dari upaya membuka akses Way Haru yang selama ini sulit dijangkau.

Selain memperlancar mobilitas, keberadaan jembatan diharapkan memudahkan warga mengakses pendidikan dan pelayanan kesehatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan mengatakan, pembangunan Jembatan Way Pemerihan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal untuk mewujudkan keterbukaan akses menuju Way Haru.

"Kita memiliki niat dan cita-cita yang sama, yakni membuka keterisolasian wilayah Way Haru. Peletakan batu pertama ini menjadi cambuk bagi kita untuk bisa meneruskan pembangunan jalan Way Haru di kemudian hari," kata Dedi.

Menurutnya, keberadaan jembatan akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menunjang transportasi dan aktivitas perekonomian.

Jembatan tersebut juga akan mempermudah anak-anak menuju sekolah dan mempercepat warga mendapatkan pelayanan kesehatan.

Pembangunan Jembatan Way Pemerihan ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari sejak peletakan batu pertama.

Dedi menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) yang turut mengupayakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan akses menuju Way Haru hingga mendapat persetujuan Menteri Kehutanan.

Menurut Dedi, persetujuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk melanjutkan pembangunan jembatan dan akses jalan menuju Way Haru dengan tetap mematuhi ketentuan yang telah disepakati bersama pihak taman nasional.

"Kami tidak memiliki niatan apa-apa selain kemanusiaan. Ini untuk mewujudkan rasa keadilan bagi masyarakat," tegasnya.

Dedi menegaskan, pembukaan akses Way Haru bukan sekadar janji politik pemerintah daerah.

Pemkab Pesisir Barat, kata dia, akan merealisasikan harapan masyarakat secara bertahap dengan tetap berpedoman pada PKS bersama BBTNBBS.

"Kita ingin apa yang selama ini menjadi keinginan masyarakat Way Haru dapat benar-benar diwujudkan," ujarnya.

Ia juga meminta pelaksana mengutamakan kualitas dalam pembangunan Jembatan Way Pemerihan.

Menurut Dedi, kualitas jembatan tersebut nantinya dapat menjadi tolok ukur pembangunan jembatan gantung berikutnya untuk membuka akses ke wilayah lain yang masih sulit dijangkau.

BBTNBBS Ingatkan Soal Kawasan Hutan

Sementara itu, Kepala BBTNBBS Rifzon Zawahi mengingatkan seluruh pihak agar mematuhi setiap poin yang telah disepakati dalam PKS.

Pasalnya, akses menuju Way Haru berada dan melintasi kawasan hutan.

Karena itu, setiap tahapan pembangunan harus tetap memperhatikan ketentuan konservasi dan aturan yang berlaku di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

"Saya mengusulkan agar untuk pembangunan akses jalan nanti dapat diswakelolakan karena ini berkaitan dengan kawasan hutan," ungkap Rifzon.

Pembangunan Jembatan Way Pemerihan diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka akses Way Haru secara bertahap.

Dengan terbukanya akses tersebut, masyarakat yang selama puluhan tahun menghadapi keterisolasian diharapkan dapat lebih mudah menjalankan aktivitas sehari-hari serta mengembangkan potensi ekonomi wilayah.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.