Laporan Kontributr Sumedang, Kiki Andriana
Menurutnya, informasi tersebut kemudian terus diperbincangkan dan disebarluaskan sehingga menimbulkan persepsi di tengah masyarakat.
"Ini terus diblow up, diblow up," ujar politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Fajar mengatakan dirinya tidak ingin terus terseret dalam polemik tersebut dengan memberikan klarifikasi berulang kali. Ia memilih tetap menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Sumedang.
"Kalau ditanya, saya lebih baik milih kerja daripada terus klarifikasi, klarifikasi," katanya.
Baca juga: Wabup Sumedang Pilih Fokus Kerja di Tengah Isu Penganiayaan Sekpri
Baca juga: Sekpri Wabup Sumedang Bantah Jadi Korban Penganiayaan-Pelecehan, Beredar Narasi Tanpa Sumber Jelas
"Tentu nanti kita ambil tindakan hukum, saya hanya ingin fokus. Kalau ya ditemukan ada pencemaran nama baik, ya kita tempuh jalur hukum," tegas Fajar, kelahiran Bandar Lampung 34 tahun lalu.
Sebelumnya, kabar mengenai dugaan penganiayaan terhadap Sekpri Wabup Sumedang sempat beredar melalui pesan WhatsApp berantai dan media online lokal.
R, yang disebut sebagai korban dalam kabar tersebut, telah membantah adanya penganiayaan, penyekapan maupun pelecehan.
"Tidak ada penganiayaan dan penyekapan, apalagi pelecehan," kata R.