BANGKAPOS.COM - Selebgram Vilmei mendapati adanya dugaan penggelapan uang yang dilakukan oleh salah satu karyawannya.
Aksi tersebut diduga berlangsung secara bertahap selama sekitar satu tahun tanpa diketahui olehnya.
Kecurigaan bermula ketika Vilmei hendak melakukan pembayaran makanan dan membutuhkan uang dari rekening pribadinya.
Saat mengecek saldo, ia justru mendapati nominal yang tersisa hanya sekitar Rp1 juta.
Selama ini, Vilmei mengaku jarang memeriksa saldo maupun aktivitas transaksi di rekening tersebut.
Kondisi itu membuat dugaan penarikan dana secara berkala luput dari perhatiannya.
"Enggak nyadar soalnya selama itu nariknya setahun sekali juga enggak kayaknya. Jadi kemarin emang lagi pengin aja tiba-tiba emang kayak udah feeling kali ya," ujar Vilmei.
Setelah membuka dan menelusuri mutasi rekening, Vilmei menemukan adanya transaksi penarikan yang berlangsung sejak Agustus 2025.
Dana tersebut diduga diambil sedikit demi sedikit dalam kurun waktu tertentu.
Baca juga: Rekam Jejak dan Sosok Cerry M, Pejabat PBJ Pemprov Sumbar Terseret Rekaman Mesra Kini Pilih Mundur
Penelusuran awal menunjukkan nilai dana yang diduga telah diambil mencapai sekitar Rp1,3 miliar.
Bahkan, dalam satu bulan pada Agustus 2026, jumlah uang yang diduga ditarik mencapai sekitar Rp450 juta.
Vilmei juga menduga tindakan tersebut telah dipersiapkan sebelumnya.
Dugaan itu muncul karena karyawan yang bersangkutan disebut sudah menyiapkan surat pengunduran diri sebelum perbuatannya diketahui.
"Jadi rencana dia tuh emang kayaknya bulan ini tuh dia mau kabur, cuman untungnya kita keburu tahu kan jadi dia enggak sempat kabur," kata Vilmei.
Dugaan kerugian tidak hanya berasal dari rekening pribadi Vilmei.
Penyelidikan internal juga menemukan adanya dugaan tindakan serupa yang berkaitan dengan akun bisnis lainnya, salah satunya Maybe Beauty.
Hingga kini, pihak Vilmei masih melakukan penghitungan dan pencocokan data untuk memastikan nilai kerugian secara keseluruhan.
Selain dugaan pengambilan uang dari rekening, Vilmei menemukan dugaan modus lain yang diduga dilakukan oleh karyawannya.
Karyawan yang bertugas sebagai host dalam sesi live streaming tersebut diduga mengubah harga jual parfum Vilmei secara drastis.
Produk yang semula berada di kisaran Rp250.000 diduga dijual hanya Rp6.000.
Perubahan harga itu diduga dilakukan untuk mengejar bonus penjualan yang diperoleh berdasarkan jumlah produk yang berhasil terjual.
"Dia menurunkan harga parfumnya Filme yang dari tadinya Rp250.000-an jadi Rp6.000 cuma karena biar dia dapat bonus penjualan dari berapa banyak yang dia jual," ujar Vilmei.
Harga yang sangat murah tersebut membuat parfum Vilmei disebut laris dan dibeli oleh ribuan konsumen.
Akibat dugaan aksi tersebut, kerugian tambahan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Perkara dugaan penggelapan ini kini telah berlanjut ke proses penyidikan.
Polisi juga telah menetapkan karyawan Vilmei sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Sebelum penetapan status hukum, tersangka menjalani pemeriksaan secara intensif selama 1x24 jam.
Polisi kemudian melanjutkan proses hukum berdasarkan hasil pemeriksaan yang diperoleh.
Selain karyawan tersebut, aparat juga memeriksa pacar tersangka.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemungkinan keterlibatannya dalam perkara yang sedang ditangani.
"Kasus kita yang pertama dengan karyawannya Filme ini sudah masuk ke tahap penyidikan, sudah ditetapkan menjadi tersangka," ujar pihak kepolisian.
Untuk pacar tersangka, polisi masih melakukan pendalaman.
Keputusan mengenai status hukum maupun kemungkinan penahanan akan ditentukan setelah penyidik memperoleh hasil pemeriksaan dan bukti yang diperlukan.
(Pos Belitung/Tribunnews Maker)