Menag Nasaruddin Umar Tak Maju Bursa Ketum PBNU pada Muktamar NU seusai Diisukan Didukung Istana
Laksmi Anindita August 28, 2026 05:35 PM

TRIBUNWOW.COM - Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan tidak ikut dalam kontestasi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU.

Agenda pergantian kepemimpinan tersebut rencananya digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada Kamis (27/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026).

Keputusan ini merespons beredarnya rumor yang menyebutkan bahwa Nasaruddin merupakan sosok yang didukung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai langkah Nasaruddin Umar sekaligus mengakhiri isu keterlibatan kekuasaan.

"Dengan resmi tidak ikut kontestasi tersebut, semua spekulasi terkait Nasaruddin dan Istana dengan sendirinya terbantahkan," ujar Jamiluddin saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).

Jamiluddin menambahkan, keputusan ini membawa dampak positif bagi kemandirian organisasi keagamaan dari campur tangan penguasa.

Ia menilai preseden buruk yang kerap terjadi pada masa lampau kini bisa dicegah.

"Dengan begitu, kebiasaan titip menitip calon dari Istana dalam setiap kongres atau muktamar dapat ditiadakan. Budaya yang sudah ada sejak Orde Baru bahwa penguasa melakukan intervensi untuk mendudukkan kandidatnya menjadi ketua umum dapat dihentikan," ungkapnya.

Baca juga: Statistik Timnas Voli Putri Indonesia Vs Iran di Semifinal AVC Womens Continental Skor 1-3

Tanpa adanya bayang-bayang pemerintah, Jamiluddin meyakini proses pemilihan di tubuh PBNU akan berlangsung lebih transparan.

Hal ini akan berdampak langsung pada kualitas demokrasi di dalam organisasi.

"Dengan tidak ada intervensi dari penguasa, diharapkan pemilihan ketua umum PBNU pada Muktamar ke-35 berjalan jujur dan adil. Demokrasi yang dikembangkan NU dapat berjalan dengan semestinya," paparnya.

Kepemimpinan yang lahir dari proses yang jujur akan merepresentasikan suara akar rumput.

Ia menyoroti pentingnya keabsahan posisi ketua umum yang baru di mata para nahdliyin.

"Ketua umum PBNU yang terpilih nantinya benar-benar gambaran keinginan warga NU. Dengan begitu, ketua umum terpilih nantinya lebih legitimate," ujarnya.

Menurutnya, legitimasi yang kuat diyakini akan memperkokoh kemandirian PBNU dalam menjalankan roda organisasi.

“Dengan ketua umum yang legitimate, PBNU ke depan diharapkan dapat lebih independen dan mandiri. Hal ini diperlukan agar warga NU ke depan dapat lebih berperan dan bermanfaat bagi Indonesia tercinta," pungkasnya.

Bursa calon Ketum PBNU
Muktamar NU akan memilih ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Saat ini mengerucut sejumlah nama bursa calon selain Nasaruddin Umar yakni :

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) – Ketua Umum PBNU petahana yang kembali maju.
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
KH Zulfa Mustofa – Wakil Ketua Umum PBNU.
KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) – Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang.
KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) – Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang.
KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) – tokoh dari kalangan pesantren.
KH Imam Jazuli – pengasuh pesantren dan tokoh NU.
KH Marsudi Syuhud -Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Alasan Nasaruddin Umar mundur
Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan tidak ikut dalam kontestasi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Baca juga: Inilah Sosok Wbeymar Angulo, Eks Malut United yang Masuk Radar Persis Solo Padahal Sudah Full Kuota

Nasaruddin memilih berkonsentrasi menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, tanggung jawab sebagai Menag sangat berat dan luas sehingga membutuhkan konsentrasi penuh.

"Sehubungan dengan muktamar (NU) yang sedang berlangsung ini, karena saya sadar betul bahwa tugas saya sebagai Menteri Agama Republik Indonesia ini begitu berat dan begitu luas yang harus kami selesaikan," kata Nasaruddin dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

"Maka yang terbaik buat saya, dan juga untuk pengembangan Kementerian Agama ke depan, atau juga termasuk NU, lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama, tanpa harus meninggalkan konsen saya terhadap Nahdlatul Ulama," tambahnya.

Nasaruddin mengungkapkan, sejumlah kolega dan sahabat dari berbagai daerah sebelumnya memberikan dukungan agar dirinya maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.

Namun, ia memutuskan tidak mengambil kesempatan tersebut dan memilih tetap fokus menjalankan amanah sebagai Menteri Agama.

Hal ini termasuk membantu Presiden Prabowo dalam membina kehidupan serta kerukunan umat beragama.

"Maka dengan demikian, saya minta maaf kepada teman-teman dari berbagai daerah yang mungkin telah mengimajinasikan saya untuk memimpin PBNU," ujarnya.

Tribunnews.com/Igman Ibrahim

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.