TRIBUN-MEDAN.com - Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berakhir dengan pembatalan setelah mempelai wanita menolak menikah dengan calon suaminya.
Penolakan itu terjadi ketika sang wanita melihat langsung sosok pria yang akan dinikahinya di lokasi acara.
Alih-alih melanjutkan prosesi pernikahan, mempelai wanita memilih membatalkan pernikahan.
Rombongan pengantin pria terpaksa meninggalkan lokasi pesta tanpa membawa pengantin wanita pulang ke rumah.
Dilansir dari India Today, Kamis (27/8/2026) kejadian tersebut diketahui terjadi di Firozpur, Punjab, India.
Menurut laporan media, rombongan pengantin pria diketahui datang dari Chhatargarh, Rajasthan, untuk melangsungkan pernikahan.
Namun, sebelum ritual pernikahan dan prosesi pheras dimulai, suasana di lokasi acara berubah.
Hal ini lantaran mempelai wanita menyatakan tidak bersedia melanjutkan upacara pernikahan.
Mempelai wanita mengaku dirinya diperlihatkan foto pria lain sebelum hari pernikahan.
Ia kemudian terkejut ketika melihat calon pengantin pria yang datang ke lokasi.
Ia menilai sosok tersebut bukan pria yang sebelumnya diperkenalkan kepadanya.
Persoalan tersebut kemudian memicu perselisihan antara kedua keluarga.
Pihak keluarga mempelai wanita mempertanyakan identitas pria yang datang sebagai pengantin.
Sementara keluarga mempelai pria memberikan keterangan berbeda mengenai proses perjodohan tersebut.
Keluarga mempelai pria mengatakan bahwa pernikahan itu telah diatur setelah mendapat persetujuan dari kedua keluarga.
Mereka juga menyebut komunikasi antara kedua belah pihak tetap berlangsung melalui telepon seluler sebelum hari pernikahan.
Mahendra Singh, kakek dari pihak ibu mempelai pria, mengatakan foto calon pengantin pria sebelumnya telah diberikan oleh para mediator serta ibu dari mempelai wanita.
Perselisihan tersebut akhirnya sampai ke kepolisian setelah keluarga mempelai pria membuat pengaduan.
Pihak kepolisian mengatakan mereka telah menerima pengaduan tersebut dua hari sebelum proses penyelesaian dilakukan.
Polisi kemudian meminta keterangan dari kedua belah pihak untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya.
Masing-masing pihak menyampaikan versi mereka terkait persoalan identitas calon pengantin pria tersebut.
Setelah dilakukan pembicaraan, kedua keluarga akhirnya memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.
Polisi memastikan masalah itu kemudian diselesaikan oleh kedua belah pihak.
Dengan demikian, pernikahan yang semula dipersiapkan dan dihadiri rombongan dari Rajasthan tersebut batal digelar.
Rombongan pengantin pria pun akhirnya kembali tanpa membawa pengantin wanita pulang ke rumah.
(cr19/tribun-medan.com)