Lahan Sekitar 10 Hektare di Selopamioro Bantul Dilalap Si Jago Merah
Muhammad Fatoni August 28, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Padukuhan Lemah Rubuh, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Peristiwa tersebut dibagikan melalui unggahan video di media sosial instagram di akun@jogja_admin.

Saat dikonfirmasi, Kabid Damkarmat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Kristanto Kurniawan, pada Jumat (28/8/2026) membenarkan kabar tersebut. 

Kebakaran diduga mulai terjadi pada Selasa (25/8/2026).

Rambatan api awal diketahui warga dari wilayah lanteng dan sempat dilakukan pemadaman oleh sejumlah pihak.

"Namun, kemudian api kembali menyala sampai ke area Lemah Rubuh. Upaya warga setempat dan relawan juga memadamkan secara manual dengan koordinator oleh Dukuh Lemah Rubuh dan potensi yang terlibat kurang lebih 50 orang," katanya kepada Tribunjogja.com, Jumat (28/8/2026).

Kobaran api diduga terus menyebar, sehingga total sekitar 10 hektare lahan di Lemah Rubuh dilalap si jago merah.

Kobaran api itupun berpotensi merambat ke permukiman penduduk yang mencapai sekitar 127 kartu keluarga di area Lemah Rubuh.

Maka dari itu, proses pemadaman dilakukan dengan pendampingan dari Pamong Kalurahan Selopamioro, Forum Pengurangan Risiko Bencana, relawan pemadam kebakaran, Babinsa, maupun Bhabinkamtibmas wilayah Selopamioro.

Hingga kini, kobaran api sudah berhasil padam. 

"Kejadian kebakaran tersebut disebabkan atas kesengajaan oleh manusia bukan karena faktor alam. Warga setempat mengutarakan bahwa kejadian tersebut setiap tahun pasti muncul akan tetapi pelaku pembakaran tidak pernah diketahui," terangnya.

Baca juga: Polres Bantul Ringkus Tiga Tersangka Penyalahgunaan Narkotika, Barang Bukti 2,58 Gram Sabu Disita

Dampak kejadian kebakaran tersebut juga mencuat di media sosial dengan narasi atau informasi yang berbeda-beda. 

Bahkan, seolah-olah ada kejadian kebakaran hutan yang menyeluruh di Kalurahan Selopamioro. 

"Sebagai langkah tindak lanjut, kami dari Damkarmat BPBD Bantul telah memberikan edukasi ke perangkat desa dan warga untuk mengantisipasi kejadian kebakaran serta melakukan pemasangan spanduk imbauan di beberapa titik," papar Kristanto. 

Panewu Imogiri, Slamet Santosa, berujar, saat kejadian kebakaran sempat terdapat angin cukup kencang.

Di samping itu, lokasi tersebut banyak daun-daun kering karena kondisi kemarau.

Dengan begitu, kobaran api dengan mudah merembet dan jangkauannya menjadi luas.

"Di sana itu kebanyakan lahan Sultan Ground. Lokasinya memang agak terjal. Dan dulu memang pernah terjadi kebakaran, tapi sedikit. Ternyata kemarin terjadi lagi dengan kondisi yang lebih luas karena pengaruh angin cukup kencang. Satu dua hari ini, anginnya memang cukup kencang," ujar dia.

Proses pemadaman pun dilakukan manual karena lokasinya sulit dijangkau.

Proses pemadaman berhasil dilakukan tadi malam sekitar pukul 01.00 WIB.

Dikatakannya, tidak ada kerugian materiil maupun korban jiwa dari kejadian tersebut, walau di lokasi banyak tanaman pohon jati dan sejenisnya. 

"Kami juga terus melakukan imbauan kepada masyarakat. Karena terkadang warga ada yang membakar sampah daun-daun yang jauh. Terkadang, api pembakaran sampah belum mati, yang membakar sampah itu pergi. Nah, ini yang kami edukasi terus agar warga tidak membakar sampah sembarangan," pungkas dia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.