Pasca Gempa Flores, FREN dan PKO Sikka Perkuat Kapasitas Guru dan Masyarakat Dukung Psikososial Anak
Hilarius Ninu August 28, 2026 06:47 PM

TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE-Gempa yang melanda Flores sejak 15 Agustus 2026 pagi tidak hanya meninggalkan dampak fisik, tetapi juga memengaruhi rasa aman dan kondisi psikososial anak.

Ketakutan, kecemasan, perubahan perilaku dan emosi, hingga kesulitan berkonsentrasi dapat muncul ketika anak menghadapi situasi krisis. Menyikapi kondisi tersebut, Yayasan FREN (Flores Children Development) didukung ChildFund International di Indonesia, bersama Dinas PKO Kabupaten Sikka menggelar Pelatihan Dukungan Psikososial Awal (DPA) dan Perlindungan Anak pada 27–28 Agustus 2026 di SMPK Reinha Rosario, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka,NTT. 

Kegiatan dibuka oleh Camat Kewapante, Anselmus Moa dan dihadiri Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko serta Ketua Dewan Pengurus Yayasan FREN, Bona Kowan Kornelis.

Sebanyak 72 peserta mengikuti pelatihan ini, yang terdiri dari pendidik lintas jenjang PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA/SMK, pengawas sekolah, unsur Dinas PKO Kabupaten Sikka, kader perlindungan anak, Tim Relawan Bencana (T-Reben) serta Tim Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). 

Baca juga: Sehari Sebelum Gempa Pemkab Mabar Naikkan BTT Jadi Rp13 Miliar, Kini Dipakai untuk Tanggap Darurat

 

Pelibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring dukungan bagi anak di tingkat sekolah dan masyarakat. 

Peserta diperkuat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali respons anak dalam situasi krisis, memberikan dukungan psikososial awal secara aman dan tepat, membangun komunikasi yang mendukung anak, mencegah kekerasan dan eksploitasi, serta memahami mekanisme koordinasi dan rujukan.

Kegiatan menghadirkan Narasumber Plt. Kepala Bidang P2 dan PKA Dinas P2KBP3A Kabupaten Sikka, Ibu Maria Kristiani Yosepha, serta dosen Psikologi Universitas Nusa Nipa (UNIPA), Ibu Maria Nona Nancys dan Ibu Sitti Anggraini. 

Penguatan kapasitas ini diarahkan untuk menghasilkan aksi nyata di sekolah dan desa. Guru akan menciptakan ruang aman bagi anak untuk bermain, berinteraksi, bercerita, mengenali dan mengekspresikan perasaan, serta melakukan asesmen awal untuk mengenali kebutuhan psikososial anak. 

Sementara itu, T-Reben, PATBM dan kader perlindungan anak akan memperkuat dukungan berbasis masyarakat, Pos Pengungsian termasuk koordinasi dan rujukan apabila terdapat anak yang membutuhkan layanan lebih lanjut.

Melalui kegiatan ini, FREN dan Dinas PKO Kabupaten Sikka mendorong terbentuknya jejaring dukungan psikososial dan perlindungan anak yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah. 

Di tengah situasi gempa yang masih berlangsung, penguatan kapasitas orang dewasa di sekitar anak menjadi langkah penting untuk membantu anak memulihkan rasa aman, mempertahankan rutinitas, memperoleh dukungan, dan tetap terlindungi. 

Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen FREN, dengan dukungan ChildFund International di Indonesia, bersama Dinas PKO Kabupaten Sikka untuk memastikan bahwa keselamatan, perlindungan, dan kesejahteraan anak tetap menjadi prioritas dalam setiap situasi krisis.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.