Demi Warisan Budaya: Kisah Nyata Penjaga Benteng Melawan Vandalisme di Toboali hingga Kini
Sigit Ariyanto August 28, 2026 07:42 PM

- Waktu baru menunjukkan pukul 07.30 WIB. Embun masih menggantung di ujung rerumputan ketika suara sapu lidi perlahan memecah kesunyian pagi di kawasan Benteng Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

Daun-daun ketapang yang berguguran dikumpulkan ke satu sudut halaman.

Rumput liar dipangkas. Lumut yang menempel di sela-sela bata tua dibersihkan.

Di tengah kompleks bangunan bersejarah yang berdiri di atas bukit itu, seorang pria bertopi lusuh berjalan perlahan menyusuri setiap sudut benteng.

Tangannya menggenggam sapu lidi.

Sesekali langkahnya terhenti. Matanya mengamati dinding-dinding bata tua yang mulai diselimuti lumut.

Ia memastikan tidak ada bagian kawasan yang luput dari perhatiannya.

Pria itu adalah Asnawi.

Selama hampir 16 tahun, pria asli Toboali tersebut mengabdikan hidupnya sebagai Juru Pelihara Cagar Budaya di bawah Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V.

Tugasnya sederhana jika dilihat sekilas.
1.Menyapu.
2.Membersihkan rumput.
3.Memangkas tanaman liar.
4.Merawat bangunan.(*)

Program: To The Point
Editor: Magang/Chrysilla Cindy Aurellia

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.