TRIBUNBENGKULU.COM - Setelah memilih meninggalkan Universitas Pertahanan (Unhan) RI karena persoalan hijab, Asma Wafa Ahdina ternyata tidak berhenti melanjutkan pendidikannya.
Wafater kini mulai menjalani aktivitas sebagai mahasiswa di kampus baru.
Lewat Instagram Story pada Rabu (26/8/2026) malam, Wafa membagikan resume kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang berlangsung di UIN Jakarta.
Pada lembar resume itu, tercantum nama Asma Wafa Ahdina dengan kelompok Respiratory (Pernapasan).
Unggahan tersebut menjadi kabar terbaru setelah sebelumnya Wafa ramai dibicarakan karena memilih mundur dari Unhan RI.
Sebelumnya, Wafa mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjadi Kadet Mahasiswa Cohort 7 Unhan RI, Jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer.
Namun, kebersamaannya dengan Unhan hanya berlangsung sekitar 15 jam.
Wafa mengaku memilih walkout (meninggalkan kegiatan) dan menandatangani surat pengunduran diri, alih-alih menandatangani kontrak pendidikan.
"Ya, saya sempat menjadi bagian dari Kadet Mahasiswa Cohort 7 UNHAN RI, jurusan Kedokteran, fakultas Kedokteran Militer, selama 15 jam," tulis Wafa dalam unggahannya pada 20 Agustus 2026.
"Karena keesokan paginya, saya walkout (meninggalkan kegiatan) and signed the resignation letter instead of the contract agreement (menandatangani surat pengunduran diri alih-alih menandatangani perjanjian kontrak)."
Menurut Wafa, peserta yang mengenakan hijab memang tetap mendapatkan kesempatan dan fasilitas ketika mengikuti proses seleksi.
Akan tetapi, ia mengaku tidak mendapatkan pilihan untuk tetap menggunakan hijab setelah dinyatakan lulus.
"Hijabers memang diberi kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti tes, tetapi tidak diberi pilihan setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa. Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur. Saya memilih opsi kedua," tulisnya.
Setelah keputusan tersebut, Wafa kini mengambil langkah berikutnya dengan melanjutkan pendidikan di UIN Jakarta.
Dalam resume yang dibagikan Wafa, kegiatan PBAK tersebut berlangsung pada 26 Agustus 2026.
Wafa mencatat sejumlah materi yang diterimanya selama kegiatan.
Pada sesi pertama, Prof. I. Firdaus Ali menyampaikan tema PBAK 2026, yakni “Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi.”
Dalam catatan Wafa, tema tersebut berkaitan dengan upaya membentuk generasi Ulul Albab yang berintegritas, mampu bekerja sama, peduli terhadap lingkungan dan mempunyai rasa tanggung jawab.
Beberapa kebiasaan sederhana juga menjadi contoh yang dibahas, seperti membawa tumbler pribadi, mengurangi penggunaan plastik hingga membuang sampah pada tempatnya.
Sesi berikutnya diisi Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A.
Dalam resume tersebut, Wafa mencatat tiga pilar pemikiran UIN Jakarta, yakni Keislaman, Keindonesiaan, dan Keilmuan.
Ia juga mencatat bahwa ilmu agama dan ilmu umum tidak diposisikan secara terpisah.
Selain itu, materi mengenai pentingnya moderasi beragama juga masuk dalam catatannya.
Menariknya, pada bagian bawah resume tersebut terdapat logo AORTA – Awareness Of Rights, Trust, and Advocacy for Medical Students (Kesadaran Hak, Kepercayaan, dan Advokasi bagi Mahasiswa Kedokteran).
Wafa diketahui merupakan cucu seorang purnawirawan TNI yang pernah menjadi veteran Operasi Dwikora.
Hal itu terlihat dari unggahan Instagram Story Wafa pada Minggu (23/8/2026).
Dalam unggahan tersebut, Wafa membagikan beberapa foto lawas sang kakek yang ia panggil dengan sebutan "Aki".
Ada foto sang kakek ketika masih aktif mengenakan seragam TNI berwarna putih dan biru.
Wafa juga memperlihatkan foto-foto lama yang kondisinya sudah mulai pudar saat dirinya bersama sang kakek membuka album kenangan keluarga.
“Menemani Aki makan maalm, lanjut nostalgia, buka-buka almbum foto lawas. Overste KKO (purn) veteran operasj Dwikora, pulau sebatik 1962, NRP 2X2y/p,” tulis Wafa dalam unggahannya, dikutip TribunBengkulu.com, Senin (24/8/2026).
Dari unggahan itu, Wafa menyebut sang kakek merupakan Overste KKO purnawirawan sekaligus veteran Operasi Dwikora di Pulau Sebatik pada 1962.
KKO merupakan nama lama dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Unggahan tersebut menjadi salah satu sisi lain dari sosok Wafa yang kini tengah menjadi perhatian publik.
Setelah viral, Wafa sempat merepost unggahan ibunya, @putri_ramadhanics pada Senin (24/8/2026).
“Netizen yang saya sayangi, terima kasih atas perhatian, dukungan, masukan, kritikan, dan sebagainya, kepada kami,” isi postingan tersebut.
Asma meminta netizen tetap memberikan komentar yang baik dan tidak menyerang mahasiswa maupun kadet yang masih berada di Unhan.“Yuk, lebih bijak. Berlatih 'marah dengan elegan dengan santun',” tulisnya.
Unggahan tersebut kemudian dibagikan kembali oleh Wafa melalui akun Instagram pribadinya.
Di tengah ramainya pembahasan, sejumlah netizen pun ikut memberikan dukungan kepada Wafa dan sang ibunda.
“MasyaAllah Wafa keren, mamanya keren. Semoga Wafa sukses, mulia, kaya, taqwa ya, Nak,” ujar seorang netizen.
Ada juga netizen yang mempertanyakan aturan soal penggunaan jilbab yang menjadi sorotan dalam polemik tersebut.
“Aturan pengenaan jilbab di media sosial hanyalah gimmick. Gini loh, kalau nggak ada aturan tertulis jangan diada-adain. Kalau mau dibikin aturan, ya diresmikan, dibikin aturan tertulis @unhan_ri @prabowo,” ujar netizen tersebut.