Pekerjaan Melva, Wanita Berbaju Ojol Tuduh Koordinator AMPB Botok Dibayar saat Demo di DPR
Moch Krisna August 28, 2026 09:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Melva Rosa Maria Pardede mendadak viral di media sosial setelah video kemarahannya di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) menyita perhatian publik.

Mengenakan jaket pengemudi ojek online (ojol), Melva meluapkan kekecewaan mendalam atas keputusan rombongan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang dipimpin Supriyono alias Botok untuk membubarkan diri secara mendadak.

Namun, di balik penampilannya yang garang mengenakan atribut ojol saat melontarkan tudingan kongkalikong kepada massa Pati, latar belakang profesinya pun tidak lepas jadi sorotan.

Diketahui, Melva tercatat sebagai warga asal Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Baca juga: Sosok Melva Wanita Berbaju Ojol Tuduh Koordinator AMPB Botok Dibayar saat Demo, Diduga Eks Aktivis

 
Seiring viralnya video tersebut, muncul berbagai klaim mengenai profesi asli Melva yang dinilai berolak belakang dengan atribut ojol yang dikenakannya.

Sejumlah kesaksian warganet di media sosial meragukan status Melva sebagai driver ojol.

Akun Maulana Hidyam yang mengaku sebagai tetangganya menegaskan bahwa Melva bukanlah pengemudi ojol.

Tudingan serupa dilemparkan akun Said Nur Abdullah yang menyebut Melva bukan pengemudi ShopeeFood maupun ojol lainnya.

Di tengah isu yang beredar, wanita asal Sumatra ini disebut-sebut memiliki profesi utama sebagai seorang tenaga pengajar atau guru.

Selain profesi pendidik, Melva dikabarkan memiliki rekam jejak di dunia politik praktis dan pergerakan. 

Baca juga: Aksi Botok Pati Buat DPR RI Keluarkan Komitmen Penyelesaian RUU Perampasan Aset, KDM: Terima Kasih

Ia disinyalir merupakan seorang mantan aktivis yang pernah menjadi bagian dari tim sukses (timses) salah satu calon anggota DPR RI.

"Ibu itu tetangga, dia bukan ojol dan dia bukan asli Jakarta, dia keturunan Sumatra, dan pernah jadi timses salah satu calon DPR RI," tulisnya, dilansir dari Tribunnewsbogor.com

Lalu Said Nur Abdullah membuka identitas diduga ibu berjaket ojol yang kecewa dengan massa dari Pati.

"Ibu ini bukan ojol. Namanya Melva Maria Rosa Pardede, asal Sumut, tinggal di Jalan Haji Ung Nomor 17E, RT 001/002, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Bukan driver ShopeeFood. Dia ex-aktivis dan pernah jadi timses. Ingin membuat Jakarta chaos dengan membenturkan antar kelompok," tulisnya.

Melalui akun Instagram miliknya (@melvarosapardede1970), Melva terpantau aktif menyuarakan kritik terhadap kinerja pejabat publik, mulai dari melontarkan protes terhadap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hingga menunjukkan dukungannya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Walau begitu, informasi tersebut belum terkonfirmasi.

Berbagai informasi mengenai latar belakangnya hingga kini terus mengalir di media sosial seiring viralnya video pernyataan sikapnya.

Tudingan Kongkalikong dan Kecewa Terhadap Botok

Kekecewaan Melva meledak lantaran rombongan Pati memilih langsung membubarkan diri pukul 11.55 WIB setelah melakukan mediasi bersama Pimpinan DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa.

Audiensi tersebut menyepakati pengesahan RUU Perampasan Aset paling lambat pada 15 Desember 2026.

Melva menuding ada kesepakatan tertutup antara pimpinan DPR dan Koordinator AMPB.

Ia merasa kerja keras serta dukungan logistik dari warga dan elemen pendukung di Jakarta tidak dihargai.

"Kami warga Jakarta merasa diberai sama kalian. Kalian main pulang saja sesudah dari dalam. Kalian sudah cair, kalian pulang, bagaimana nasib rekan-rekan saya yang sudah membekingi Anda," tegas Melva dalam pernyataannya.

Ia bahkan melayangkan ancaman agar massa dari Pati tidak kembali mendatangi Jakarta pada Desember mendatang.

"Kalian sudah mengecewakan kami, kami kecewa. Kami kerja ikhlas, logistik kami saling estafet, hasilnya kalian tidak ada rasa terima kasih. Kalian kalau mau buang sampah jangan di Jakarta, silakan di Pati," tambahnya.

Klarifikasi Botok 

Menanggapi gelombang tudingan tersebut, Supriyono alias Botok memberikan klarifikasi resmi melalui akun Facebook miliknya.

Botok menegaskan bahwa keputusan menarik mundur massa Pati dilakukan demi menjaga ketertiban, mengingat situasi di lokasi demo sudah mulai tidak kondusif.

"Mohon maaf kami terpaksa menarik mundur massa Pati dari depan gedung DPR RI karena situasi tidak kondusif. Sesuai komitmen awal, AMPB datang mengawal aspirasi dengan cara damai, santun, dan sopan. Kami tidak mau dibenturkan dengan massa bayaran yang memicu Jakarta chaos, sehingga nama Pati menjadi rusak," jelas Botok.

Terakhir, Botok mengurai ucapan terima kasih kepada driver ojol di Jakarta.

Botok merasa tersentuh karena dibantu oleh para ojol.

Ia menambahkan bahwa tuntutan utama untuk mendesak komitmen pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor sudah tercapai dalam mediasi.

Botok juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada para pengemudi ojol dan warga Jabodetabek yang telah menyambut serta membantu rombongannya selama berada di Jakarta.

"Terima kasih banyak atas dukungan kebaikan abang ojol, masyarakat Jabodetabek, dan seluruh warga Indonesia. Ini menjadi kenangan terindah di Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Mohon maaf kalau ada perbuatan perkataan kami yang kurang berkenan saat kami tinggal di Jakarta," pungkas Botok.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.