Bupati dan Ketua DPRD Tegas Soal Dugaan Oil Spill Cemari Pantai Karawang
Joseph Wesly August 28, 2026 06:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Bupati Karawang, Aep Syaepuloh bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tegas soal dugaan oil spill yang mencemari disepanjang pesisir pantai Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya.

Bupati Karawang Instruksikan Penanganan Cepat

Bupati Karawang Aep Syaepuloh menginstruksikan langkah cepat tanggap untuk menangani peristiwa tersebut.

Aep menekankan agar pemulihan lingkungan ini menjadi prioritas utama supaya dampak pencemaran tidak semakin meluas.

"Saya telah meminta seluruh pihak terkait untuk melakukan aksi pembersihan di lokasi agar mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah," kata dia

Sebab, kata Aep, keterlambatan penanganan bisa berdampak langsung pada kehidupan masyarakat pesisir, terutama para nelayan yang menggantungkan mata pencaharian dari laut.

"Berdasarkan pendataan awal di lapangan, bahwa ceceran limbah diduga minyak mentah tersebut telah mencemari garis pantai sepanjang 600-800 meter di wilayah Cemarajaya. Kondisi ini berpotensi mengganggu ekosistem laut dan aktivitas warga di sekitar pantai.

Sumber Limbah Masih Ditelusuri

Mengenai sumber limbah tersebut, Aep menjelaskan bahwa saat ini pemerintah daerah masih melakukan penelusuran mendalam untuk memastikan asal material pencemaran tersebut.

Salah satu pihak telah dimintai klarifikasi yaitu PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

"Kami telah meminta penjelasan kepada perusahaan terkait dugaan keterlibatan dalam pencemaran tersebut, apakah betul limbah di Cemarajaya itu adalah limbah yang dihasilkan oleh mereka," ucap Aep.

Untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang juga telah mengambil sampel limbah. Di sisi lain, pihak PHE ONWJ juga telah mengambil sampel serupa untuk diuji secara mandiri.

"Nantinya sampel tersebut akan diuji di laboratorium dan Puslabfor Mabes Polri, dengan hasil yang diperkirakan keluar dalam waktu 4-5 hari kedepan. Kita tunggu hasilnya, nanti akan ada dua pembuktian, apakah betul ini yang dihasilkan oleh PHE ONWJ atau bukan, termasuk juga yang diperiksa oleh pihak mereka," kata dia.

DPRD Karawang Ikut Kawal Persoalan

Sementara itu, Ketua DPRD Karawang, Endang Sodikin, memastikan DPRD Karawang akan ikut mengawal persoalan tersebut karena berpotensi berdampak terhadap masyarakat, khususnya nelayan.

Endang mengatakan, pihaknya memberikan perhatian serius terhadap persoalan tumpahan minyak yang terjadi di perairan wilayah Karawang.

Meski kewenangan berada di tingkat provinsi, Endang menegaskan DPRD Karawang bersama Pemerintah Kabupaten Karawang tetap akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Namun demikian, karena berkaitan dengan dampak yang tentunya dirasakan oleh para nelayan yang menjadi masyarakat Karawang, tentu akan kami tindak lanjuti bersama Pak Bupati dan jajaran,” tegasnya.

Oil Spill Disebut Bukan dari PHE ONWJ

Endang juga menyinggung informasi mengenai sumber tumpahan minyak tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, tumpahan minyak yang ditemukan di perairan Karawang disebut bukan berasal dari aktivitas Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Namun, ia menegaskan informasi tersebut masih perlu dibuktikan melalui hasil pengujian laboratorium.

“Kami mendapatkan tembusan bahwa oil spill itu bukan berasal dari Pertamina ONWJ Karawang. Ini juga harus dibuktikan. Saya yakin pihak Pertamina PHE ONWJ juga memiliki hasil uji,” ungkapnya.

Ia menyebut telah menerima informasi mengenai hasil pengujian yang dilakukan oleh pihak terkait. Namun, Endang mengaku belum melihat secara langsung dokumen hasil pengujian tersebut.

“Informasinya punya hasil uji, tapi saya belum melihat. Surat tersebut nanti tinggal dilengkapi dalam rapat hari ini,” tuturnya.

Endang menegaskan DPRD Karawang masih melakukan pembahasan dan akan menunggu data serta hasil pengujian yang lebih lengkap untuk menentukan langkah selanjutnya.

Menurutnya, kejelasan sumber tumpahan minyak menjadi hal penting agar penanganan dan pertanggungjawaban terhadap dampak pencemaran dapat dilakukan secara tepat

Ceceran Minyak Ditemukan di Pantai Cemarajaya

Sebelumnya, Dugaan pencemaran oil spill atau minyak mentah kembali terjadi pesisir Kabupaten Karawang. Kali ini, ceceran material hitam kecokelatan berbentuk butiran ditemukan membentang di sepanjang Pantai Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Selasa (25/8/2026) pagi.

Temuan tersebut membuat nelayan dan masyarakat pesisir resah. Selain mengotori pantai, material yang diduga kuat merupakan ceceran minyak itu menimbulkan bau menyengat dan dikhawatirkan mengancam kesehatan warga.

Nelayan Cemara Jaya, Sakam dan Wartum, bersama sejumlah warga yang menemukan material tersebut langsung melaporkannya kepada Forum Komunikasi Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat (FK KKPMP) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Karawang.

Ketua Forum KKPMP HNSI Kabupaten Karawang, Abdul Syafii, membenarkan laporan tersebut. Ia mengatakan, informasi diterima sekitar pukul 06.00 WIB ketika nelayan hendak menjalankan aktivitas di pesisir.

“Pagi ini kami menerima informasi dari masyarakat nelayan Desa Cemara Jaya. Mereka menemukan cairan minyak berbentuk butiran hitam kecokelatan yang diduga oil spill di sepanjang pesisir,” kata Abdul Syafii, Selasa (25/8/2026).

Menurut Abdul Syafii, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele. Bau menyengat yang muncul dari material tersebut telah mengganggu aktivitas warga, sementara kandungan materialnya belum diketahui secara pasti.

Kekhawatiran semakin besar karena kawasan pantai merupakan ruang aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak.

“Kami khawatir material hitam kecokelatan itu membahayakan kesehatan masyarakat pesisir jika mengandung zat berbahaya,” tegasnya.

Abdul Syafii juga mengaitkan temuan di Cemara Jaya dengan temuan dugaan oil spill di wilayah laut Ciparage Jaya yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik. Namun, ia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan apakah kedua temuan tersebut memiliki sumber yang sama.

Persoalan ini, kata dia, semakin serius karena Forum KKPMP HNSI Karawang telah menerima sejumlah laporan masyarakat nelayan mengenai dugaan ceceran oil spill di perairan Karawang.

“Kami banyak menerima laporan soal temuan oil spill di laut Karawang. Namun sampai hari ini kami belum mengetahui secara pasti dari mana sumbernya dan siapa pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Forum KKPMP HNSI Karawang mendorong instansi berwenang segera turun ke lapangan untuk memastikan jenis material, menelusuri sumber pencemaran, serta mengambil langkah penanganan sebelum ceceran semakin meluas.

Masyarakat pesisir kini menunggu tindakan nyata.

Dugaan pencemaran laut bukan sekadar persoalan kotor atau bau, tetapi menyangkut keselamatan warga, keberlangsungan aktivitas nelayan dan kelestarian ekosistem pesisir Karawang.

PHE ONWJ Pastikan Tak Ada Kebocoran

Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) telah menerima laporan temuan ceceran minyak di wilayah perairan Tanjungpakis pada Minggu, 23 Agustus, serta di sepanjang pesisir pantai Desa Cemarajaya pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Merespons laporan tersebut, PHE ONWJ telah melakukan pengecekan operasi menyeluruh, serta melakukan pengawasan dengan penyisiran kapal patroli, kapal-kapal operasi serta penerbangan drone.

"Perusahaan memastikan tidak ada anomali produksi, gangguan, maupun kebocoran pada seluruh fasilitas operasi," kata Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa, Pinto Budi Bowo Laksono pada Selasa (25/8/2026).

Lebih lanjut, pihaknya telah dan terus melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan warga pelapor, perangkat desa, ketua Pokmaswas, DPC HNSI, serta forum KKPMP untuk memonitor perkembangan situasi di pesisir Cemarajaya dan Tanjungpakis.

PHE ONWJ senantiasa memprioritaskan keandalan operasi, kelestarian lingkungan serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

"Kami berkomitmen untuk bekerjasama dan memberikan dukungan dalam penanganan kejadian ini dengan semua pihak terkait," katanya. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.