“Tiga Dokter Selesaikan Fellowship di RSUDZA, Siap Perkuat Layanan Kanker di Daerah
Muliadi Gani August 28, 2026 06:54 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Tiga dokter peserta Fellowship Divisi Hematologi-Onkologi Medik (HOM) Ilmu Penyakit Dalam resmi menyelesaikan pendidikan selama enam bulan di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Jumat (28/8/2026).

Penyelesaian program tersebut menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat sumber daya manusia di bidang hematologi-onkologi sekaligus mendorong pemerataan pelayanan kesehatan di Aceh.

Ketiga dokter yang telah menyelesaikan fellowship tersebut akan kembali ke rumah sakit daerah masing-masing untuk melanjutkan pengabdian.

Mereka adalah dr. Iskandar, SpPD yang akan bertugas di RSUD dr. Fauziah Bireuen, dr. Hafiz Syaifullah Siregar, SpPD yang kembali ke RSUD Langsa, serta dr. Okdimur Hariadi, SpPD yang akan bertugas di RSUD dr. Yuliddin Away Aceh Selatan.

Selama enam bulan menjalani pendidikan, ketiganya mendapatkan pengalaman klinis dalam menangani berbagai kasus penyakit darah dan keganasan dengan tingkat kompleksitas yang beragam.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien ketika mereka kembali bertugas di daerah.

Baca juga: BBPOM dan Labkesmas Perketat Pengawasan Dapur MBG di Aceh Besar

Kepala Divisi Hematologi-Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam RSUD dr. Zainoel Abidin sekaligus Ketua PERHOMPEDIN Aceh, dr. Muhammad Riswan, SpPD-KHOM, mengatakan keberadaan dokter yang memiliki kompetensi di bidang hematologi-onkologi di rumah sakit daerah merupakan bagian penting dalam membangun layanan kesehatan yang lebih merata.

“Harapan kita ke depan bukan hanya Bireuen, Langsa, dan Aceh Selatan.

Semoga secara bertahap seluruh kabupaten dan kota di Aceh memiliki sumber daya manusia dan layanan onkologi yang semakin kuat,” ujar Muhammad Riswan.

Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia di bidang hematologi-onkologi perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Hal tersebut penting agar pelayanan bagi masyarakat yang mengalami penyakit darah maupun kanker tidak hanya terpusat di Banda Aceh.

Selama ini, keterbatasan tenaga medis dengan kompetensi khusus menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pelayanan.

Karena itu, kembalinya para dokter yang telah mengikuti fellowship ke rumah sakit daerah diharapkan dapat memperkuat kemampuan layanan di tingkat regional.

Dengan semakin tersedianya tenaga medis yang memiliki kompetensi di bidang hematologi-onkologi, masyarakat di Bireuen, Langsa, Aceh Selatan, dan wilayah sekitarnya diharapkan memiliki akses pelayanan yang lebih dekat.

Baca juga: RSUDZA Berhasil Lakukan Tujuh Operasi Transplantasi Ginjal, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Aceh

Pasien tidak selalu harus melakukan perjalanan ke Banda Aceh untuk mendapatkan layanan terkait penyakit darah dan kanker.

Muhammad Riswan menyebutkan, penguatan layanan di tiga daerah tersebut diharapkan dapat menjadi awal terbentuknya jejaring pelayanan hematologi-onkologi yang lebih luas di Aceh.

Jejaring tersebut nantinya dapat mendukung koordinasi antara rumah sakit pendidikan dan rumah sakit daerah, termasuk dalam peningkatan kompetensi tenaga kesehatan serta penanganan kasus pasien.

“Dari pendidikan, kembali mengabdi. Dari satu daerah, berkembang untuk seluruh Aceh,” katanya.

Dalam kegiatan penyelesaian pendidikan tersebut turut hadir Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin, Wakil Direktur Administrasi dan Umum, Wakil Direktur Pelayanan, Wakil Direktur Pengembangan SDM, Wakil Direktur Penunjang, serta jajaran terkait.

Program fellowship tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan kedokteran dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah.

Dokter yang mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi di rumah sakit pendidikan diharapkan tidak hanya membawa pulang pengetahuan dan pengalaman klinis, tetapi juga mampu mengembangkan pelayanan di tempat mereka kembali bertugas ke daerah asal.

Dengan demikian, manfaat pendidikan tidak berhenti di rumah sakit pendidikan, tetapi dapat mengalir dari pusat ke daerah dan pada akhirnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dr. Muhammad Riswan menegaskan, penguatan layanan hematologi-onkologi di Bireuen, Langsa dan Aceh Selatan diharapkan menjadi awal terbentuknya jejaring pelayanan yang lebih luas di Aceh.

Kompetensi yang diperoleh dapat ditransfer ke rumah sakit daerah dan menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pelayanan kesehatan secara lebih luas.

Penyelesaian pendidikan tiga dokter fellowship ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam membangun jejaring layanan Hematologi-Onkologi Medik yang kuat, merata, dan berkesinambungan di seluruh Aceh.

Penguatan tersebut menjadi semakin penting seiring kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyakit darah dan kanker yang berkualitas, mudah dijangkau, serta tersedia lebih dekat dengan tempat tinggal pasien.

(Serambinews.com/Hendri Abik)

Baca juga: Korban Pembacokan di Pidie Diperbolehkan Pulang dari RSUDZA Usai Difasilitasi Anggota DPRA

Baca juga: RSUDZA Peringati Hari Koperasi Nasional 2026 dengan Semangat Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.