Indonesia Sedang Tidak Baik, Pengendara di Banjarmasin Nyalakan Klakson saat Demo “Kalsel Lumpuh”
Irfani Rahman August 28, 2026 07:04 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Suara klakson kendaraan menggema di persimpangan Jalan Bank Rakyat, Banjarmasin, Jumat (28/8/2026) sore.

Sekitar 100 meter dari lokasi utama aksi “Kalsel Lumpuh Jilid II” di depan Kantor DPRD Kalsel, sejumlah perwakilan Kamisan Kalsel menggelar aksi simbolik.

Mereka berdiri di tepi persimpangan sambil membentangkan sejumlah poster yang ditujukan kepada pengendara.

Salah satu poster bertuliskan, “Klakson kalau kamu sepakat Indonesia lumpuh”. Poster lainnya berbunyi, “Klakson!!! Kalau Indonesia tidak baik-baik saja”.

Ajakan itu mendapat respons dari sejumlah pengendara. Satu per satu kendaraan yang melintas membunyikan klakson ketika melewati titik aksi.

Baca juga: Ratusan Demonstran Padati DPRD Kalsel, Bawa Tuntutan Karhutla hingga UU Perampasan Aset

Perwakilan Aksi Kamisan Kalsel, Ilya mengatakan, klakson dijadikan simbol untuk menyampaikan ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

“Kali ini kita akan menyuarakan klakson, yang mana tanda emosi kita tidak percaya pada pemerintah pada hari ini,” kata Ilya.

Ia menyebut sejumlah persoalan yang menjadi alasan aksi, mulai dari persoalan listrik, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.

“Banyak sekali ketidakadilan dari banyak sistem yang kita rasakan, dari PLN yang bilangnya Agustus dan sampai hingga saat ini masih belum juga [listrik] merata nyalanya, dan juga air yang kekeringan,” ujarnya.

Ilya juga menyoroti penanganan karhutla dan kabut asap di Kalsel yang menurutnya belum menunjukkan aksi nyata.

“Belum lagi karhutla dan banyaknya kabut asap yang masih kita rasakan hingga saat ini yang katanya akan ditanggulangi, tapi hingga saat ini belum ada aksi nyata dari mereka,” katanya.

Di sisi lain, ia menyinggung ketidakhadiran langsung Gubernur Muhidin dan Ketua DPRD Supian HK yang mereka harapkan menemui massa dalam aksi di depan DPRD Kalsel.

“Saya lihat di situ tidak ada pejabat yang kita cari, malah hanya diwakilkan juga. Percuma juga, wakilnya diwakilkan rakyat, ternyata sama halnya tidak ada intinya,” ucapnya.

Menurut Ilya, aksi simbolik tersebut menjadi cara mereka menyampaikan sikap tanpa harus melakukan aksi dalam bentuk lain.

“Kita akan terus menyuarakan walaupun hanya dengan aksi simbolik, yaitu menyalakan klakson,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.