Bupati Kutai Timur Lantik 5 Pejabat Eselon II, Mutasi Kini Berbasis Manajemen Talenta ASN
Miftah Aulia Anggraini August 28, 2026 08:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur resmi menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah/janji lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Eselon II di lingkungan pemerintah daerah pada Jumat (28/8/2026). 

Langkah rotasi serta mutasi jabatan ini dilakukan guna mengisi kekosongan kepala dinas di beberapa instansi sekaligus menjadi sarana penyegaran struktur organisasi tata kerja di Pemkab Kutim. 

Proses pengisian posisi pimpinan ini menjadi tonggak baru karena seluruh pergeseran posisi kini telah menerapkan sistem tata kelola ASN modern.

Baca juga: Hasil Seleksi Administrasi JPT Pratama Pemkab Kutim, 6 Jabatan Siap Diisi

Adapun lima pejabat yang dilantik berdasarkan Keputusan Bupati Kutim Nomor T-800.1.3.3/327/BKSDM-MUT tersebut melingkupi posisi strategis di berbagai instansi, di antaranya:

  • Ade Ahmad Yulkafilah – Kepala Disperindag
  • Dyah Ratnaningrum – Kepala Dinas Ketahanan Pangan
  • Idam Kholid – Asisten Bidang Administrasi Umum
  • Failu – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Kesra, dan HAM
  • Nora Ramadani – Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan

Baca juga: Pemprov Kaltim Siapkan Seleksi Terbuka JPT Pratama untuk Isi Jabatan Strategis yang Kosong

Dalam keterangannya usai acara, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menjelaskan dasar pelaksanaan pergeseran struktur kepemimpinan daerah tersebut. 

"Ya, ini rotasi ya atau mutasi. Karena beberapa di antara dinas-dinas ada yang kosong, ada juga yang kita segarkan dan sebagainya. Dan ini lumrah sebenarnya," ujar Ardiansyah Sulaiman.

Bupati Kutim dua periode itu menegaskan bahwa pembenahan penataan pegawai di lingkungan birokrasi Kutai Timur kini mengacu penuh pada rekam jejak digital pegawai.

Penerapan Sistem Manajemen Talenta dipadukan dengan kriteria kualifikasi objektif untuk menempatkan personel sesuai kompetensinya.

Baca juga: 15 Jabatan Eselon II Pemprov Kaltim Masih Kosong, Gubernur Rudy Masud Target Tuntas Juni

Dalam mekanismenya, penilaian kompetensi ASN diselaraskan dengan pemetaan ruang jabatan serta persetujuan evaluasi dari tim internal.

Penilaian matang dari tim tersebut ditujukan agar pemenuhan kualifikasi jabatan berjalan akuntabel dan transparan.

Terkait posisi strategis yang ditinggalkan seperti BPKAD dan DTPHP, Ardiansyah Sulaiman memastikan pemerintah bergerak cepat agar roda operasional pelayanan publik tidak terhenti. 

"Ya sebentar lagi akan kita isi. Paling tidak hari ini juga harus sudah ada PLT-nya (Pelaksana Tugas) harus sudah ada. Kita siapkan, tetap PLT-nya harus kita siapkan," kata Politisi PKS tersebut.

Baca juga: Antisipasi Karhutla Akibat El Nino, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Minta Warga tak Bakar Sampah

Penerapan manajemen talenta ini sekaligus menghapus pola mutasi lama yang dinilai kurang terukur.

Seluruh jajaran aparatur sipil negara dituntut untuk terus mengasah integritas, kapabilitas, serta loyalitas penuh pada program-program prioritas daerah.

Di akhir arahannya, Ardiansyah Sulaiman berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar segera beradaptasi dan bekerja secara inovatif.

Sinergi antardinas sangat dibutuhkan guna mengurai berbagai persoalan pembangunan daerah yang kian kompleks.

Baca juga: Kecewa DBH Turun, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Pertanyakan Transparansi Transfer Pusat

Mengakhiri wawancara, Ardiansyah Sulaiman yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKS itu juga menyampaikan harapan besarnya terhadap kinerja jajaran pejabat baru tersebut.

"Saya berharap kepada para pejabat yang baru dilantik untuk segera menjalankan amanah dengan penuh integritas, profesional, loyal, serta mendukung terwujudnya visi pembangunan Kutai Timur yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.