Kenaikan Harga Sembako di Mahulu Dipicu Mahalnya Biaya Distribusi, Bukan Penimbunan Barang
Rita Noor Shobah August 28, 2026 08:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Harga sejumlah kebutuhan masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur, mengalami kenaikan.

Pemerintah daerah menyebut kondisi tersebut lebih berkaitan dengan tingginya biaya distribusi barang dibandingkan dugaan adanya penimbunan oleh pedagang.

Hasil pemantauan pemerintah daerah di lapangan hingga saat ini belum menemukan indikasi pedagang sengaja menyimpan barang dalam jumlah besar untuk mengurangi pasokan dan mendorong kenaikan harga.

Baca juga: Bantu Warga Terdampak Kekeringan di Mahulu, Gerindra Kaltim Kirim 1.500 Paket Sembako

Analis Kebijakan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (Eko-SDA) Setkab Mahulu, Indira Reisia Angun, mengatakan pengawasan terhadap kondisi perdagangan tetap dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang bagi masyarakat.

“Sejauh ini tidak ditemukan adanya penimbunan oleh pedagang,” kata Indira, Jumat (28/8/2026).

Menurut Indira, faktor utama yang memengaruhi harga justru berada pada proses distribusi.

Mahulu yang berada di wilayah hulu menghadapi tantangan transportasi sehingga pengiriman barang membutuhkan biaya lebih tinggi.

Jalur distribusi merupakan rangkaian proses yang digunakan untuk mengangkut barang dari pemasok hingga sampai kepada konsumen.

Semakin sulit jalur yang ditempuh, biaya pengiriman biasanya ikut meningkat dan dapat memengaruhi harga jual.

“Kenaikan harga lebih disebabkan tingginya biaya distribusi atau ongkos angkut, terutama akibat kondisi jalur transportasi saat sungai surut,” ujarnya.

DISTRIBUSI BARANG - Ilustrasi distribusi barang ke wilayah hulu Mahakam menggunakan Longboat. (TRIBUNKALTIM.CO//DESY FILANA)
DISTRIBUSI BARANG - Ilustrasi distribusi barang ke wilayah hulu Mahakam menggunakan Longboat. (TRIBUNKALTIM.CO//DESY FILANA) (TRIBUNKALTIM.CO/Desy Filana)

Sungai Surut Hambat Pengiriman Barang

Kondisi sungai yang mengalami penyurutan turut menjadi kendala bagi aktivitas angkutan barang menuju wilayah Mahulu.

Ketika permukaan air sungai turun, mobilitas angkutan melalui jalur air menjadi lebih terbatas.

Kondisi tersebut dapat membuat proses pengiriman membutuhkan waktu dan biaya lebih besar.

Dampaknya kemudian berpengaruh terhadap harga barang yang diterima masyarakat di tingkat konsumen.

Kondisi ini menjadi salah satu tantangan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga kebutuhan masyarakat.

Distribusi Jadi Perhatian Pemerintah

Temuan terkait penyebab kenaikan harga tersebut menjadi bahan evaluasi dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga di Mahulu.

Intervensi pada sisi pasokan belum sepenuhnya mampu menekan harga apabila biaya pengangkutan barang tetap tinggi.

Baca juga: Musim Kemarau Bawa Berkah bagi Penambang Sirtu di Long Bagun Mahulu, Sehari Bisa Kumpulkan 10 Kubik

Karena itu, persoalan distribusi menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dalam menjaga keterjangkauan harga.

Penguatan jalur distribusi dinilai penting untuk memastikan barang kebutuhan masyarakat dapat masuk ke wilayah hulu dengan biaya angkut yang lebih efisien.

Dengan distribusi yang lebih lancar, biaya logistik diharapkan dapat ditekan sehingga kenaikan harga barang di tingkat masyarakat juga dapat diminimalkan.

Pemerintah daerah juga perlu mempertimbangkan kondisi jalur transportasi, khususnya ketika musim kemarau menyebabkan debit atau ketinggian air sungai menurun. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.