TRIBUNSUMSEL.COM - Pelawak senior Topan Sugianto bin Doel Ghani mengembuskan napas terakhirnya di kediamannya di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Kamis (27/8/2026).
Seniman yang mendedikasikan hidupnya untuk panggung hiburan ini berpulang karena henti jantung di usia 71 tahun.
Almarhum dimakamkan di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, bersanding dengan makam sang ibu dan almarhum adiknya, Leysus, yang lebih dahulu berpulang pada 2006 silam.
Baca juga: Kabar Duka Pelawak Legendaris Topan Sugianto Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun, Sempat Ngeluh Sakit
Seniman kelahiran Malang, 12 April 1956 ini merupakan putra pasangan Abdul Gani dan Malsamah.
Rekam jejaknya di dunia hiburan Tanah Air membentang panjang dari panggung tradisional hingga layar kaca.
Topan dikenal luas saat memperkuat kelompok lawak legendaris Srimulat serta menjadi bintang utama dalam program populer Ketoprak Humor.
Kiprahnya makin meluas lewat berbagai acara hiburan televisi seperti Ronda, Pansus, hingga Toples Show.
Pada era 1990-an, namanya melejit bersama sang adik, Sugeng Winarso (Leysus).
Duet kakak-beradik ini sangat populer dengan gaya komedi bernuansa Jawa yang dekat dengan kehidupan rakyat sehari-hari.
Baca juga: Ibunda Deddy Corbuzier Meninggal Dunia, Kolom Komentar Diserbu Doa dan Simpati Publik
Kebersamaan panggung mereka berakhir saat Leysus meninggal dunia pada 3 Januari 2006 karena kanker mulut.
Selain berkiprah di panggung pertunjukan, Topan dikenal aktif dalam kegiatan olahraga daerah dan memiliki hubungan dekat dengan komunitas pendukung sepak bola Arema di Malang.
Meski telah melintasi berbagai era komedi, dedikasi Topan terhadap seni pertunjukan tidak pernah surut.
Putri pertamanya, Angela Ariska (31) atau Lala, menceritakan bahwa sang ayah masih aktif memenuhi jadwal panggung hingga menjelang hari kepergiannya.
"Mauludan gini masih banyak undangan, kemarin terakhir itu Minggu ngisi acara di Sidoarjo. Kemarin juga mau ke Lamongan. Apalagi pas maulud gini banyak giatnya," ujar Lala, dilansir dari Surya.co.id.
Lala juga membagikan kenangannya mengenai sosok sang ayah yang tegas di balik karakter jenakanya saat menghibur publik, serta momen duka yang bertepatan dengan hari lahirnya.
"Kalau di rumah ya ada lucunya, ada marahnya. Hari ini juga meninggalnya Abi bertepatan dengan ulang tahun saya," kenang Lala.
Suasana haru masih menyelimuti rumah duka hingga Jumat (28/8/2026) pagi.
Deretan karangan bunga dari rekan sesama seniman, paguyuban komedi, hingga pejabat daerah tampak memenuhi area sekitar rumah duka.
Baca juga: Ibu Meninggal Usai Operasi Katarak, Keluarga Lapor Majelis Disiplin Profesi
Istri Topan, Widha Rifka Donna (49), menceritakan bahwa pada Kamis pagi suaminya masih sempat menjalani aktivitas rutin seperti biasa.
Topan bahkan sempat menjalani rutinitas paginya dengan minum teh dan menyantap roti, sebelum mendadak mengeluhkan rasa sakit.
"Pagi sekitar jam 6 itu masih minum teh sama ngemil roti. Baru makan itu ngeluh sakit perut tembus sampai punggung. Terus saya kerokin dan kasih obat perut tapi tambah sakit. Lalu saya bawa ke klinik deket sini," kata Widha.
Setelah kembali dari klinik, Widha mendengar suara teriakan Topan. Saat itu, ia sedang menidurkan cucunya.
Widha kemudian bergegas keluar dan mendapati suaminya mengalami kejang hingga tak sadarkan diri. Dalam kondisi panik, ia meminta bantuan seorang tukang yang sedang bekerja di samping rumah.
"Habis itu Pak Tukang sebelah bantu angkat dan langsung ke Rumah Sakit Wava Husada. Di jalan itu sudah ngomong aneh-aneh dan bilang gak kuat badannya sakit semua," jelasnya.
Setibanya di Rumah Sakit Wava Husada, pihak medis berupaya memberikan pertolongan.
Namun, dokter menyatakan Topan mengalami henti jantung dan mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 12.00 WIB.
Topan kemudian dinyatakan meninggal dunia dalam usia 71 tahun.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com