Masuk Ruangan, Perhatian Shin Tae-yong Langsung Tertuju ke Nam Tae-hee di Konpers Persija vs Brisbane Roar
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suasana konferensi pers (Konpers) jelang pertandingan uji coba antara Persija Jakarta kontra Brisbane Roar di Media Center Jakarta International Stadium (JIS), Jumat (28/8/2026), berlangsung hangat.
Pelatih Brisbane Roar, Michael Valkanis, bersama gelandangnya, Nam Tae-hee, tiba lebih dahulu.
Keduanya kemudian duduk di tempat yang telah disiapkan sambil menunggu kehadiran pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, dan Rizky Ridho.
Tidak lama berselang, Shin Tae-yong memasuki ruangan.
Namun, perhatian Shin seketika tertuju kepada satu sosok yang sudah berada di hadapannya. Nam Tae-hee.
Pertemuan tersebut bukan sekadar perjumpaan antara pelatih dan pemain dari dua tim yang akan berhadapan.
Keduanya sama-sama berasal dari Korea Selatan dan memiliki keterkaitan dengan Brisbane Roar.
Shin Tae-yong pernah menjadi bagian dari Brisbane Roar ketika masih berstatus pemain.
Kini, Nam Tae-hee menjadi bagian dari klub Australia tersebut dan akan tampil menghadapi Persija yang dilatih Shin.
Keduanya pun langsung terlibat dalam perbincangan menggunakan bahasa Korea.
Senyum dan percakapan hangat mewarnai momen sebelum konferensi pers dimulai.
Penerjemah Shin Tae-yong, Jeje, turut mengungkapkan isi percakapan singkat tersebut kepada awak media.
"Shin Tae-yong bilang dia pemain bagus, pernah dijuluki Messi," ujar Jeje.
Setelah perbincangan tersebut, konferensi pers pun dimulai.
Masing-masing pelatih dan pemain kemudian menyampaikan persiapan menghadapi pertandingan yang akan berlangsung di JIS.
Namun, hubungan hangat Shin dan Nam belum berhenti di sana.
Usai sesi konferensi pers berakhir, Shin Tae-yong kembali menghampiri Nam Tae-hee. Keduanya kembali berbincang dalam suasana yang akrab.
Momen tersebut kemudian diabadikan Shin Tae-yong bersama Nam.
Bagi Nam, pertemuan dengan Shin Tae-yong memiliki makna tersendiri.
Bukan hanya karena keduanya sama-sama berasal dari Korea Selatan, tetapi juga karena Shin Tae-yong pernah memiliki sejarah bersama Brisbane Roar.
"Shin Tae-yong pernah bermain sebagai pemain di Brisbane Roar. Karena itu, saya merasa harus menunjukkan penampilan yang lebih baik dan bekerja lebih keras," kata Nam Tae-hee.
Nam juga memiliki pengalaman menghadapi tim yang ditangani Shin ketika masih berkarier di Korea Selatan.
Pengalaman tersebut membuatnya memahami betul karakter tim yang dilatih Shin.
"Saya juga pernah menghadapi tim yang dilatih Coach Shin ketika masih di Korea. Pertandingan melawan tim yang dilatih Coach Shin selalu sulit. Karena itu, pertandingan besok juga sepertinya tidak akan mudah.” ungkapnya.
Laga Persija kontra Brisbane Roar pun menjadi pertandingan yang memiliki arti khusus bagi pemain berusia 35 tahun tersebut.
"Secara pribadi, pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang sangat berarti bagi saya,” ujar Nam.
Nam baru bergabung dengan Brisbane Roar di musim ini.
Kesempatan menghadapi Persija sekaligus Shin Tae-yong menjadi bagian dari perjalanan barunya bersama klub Australia tersebut.
"Saya baru bergabung dengan Brisbane Roar dan sangat berterima kasih kepada klub yang telah memberikan saya kesempatan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pertandingan pramusim,
Nam melihat sosok Shin Tae-yong sebagai salah satu figur yang bisa menjadi inspirasi bagi pemain Korea Selatan yang berkarier di luar negeri.
"Sebagai pemain Korea yang berkarier di luar negeri, saya ingin memiliki kebanggaan dan menjalani karier sebagai pemain yang bisa menjadi teladan seperti Coach Shin Tae-yong,” pungkasnya.