PSEL Bekasi Ditargetkan Olah 500 Ribu Ton Sampah per Tahun, Ciptakan 1.000 Lapangan Kerja Hijau
Mochamad Dipa Anggara August 28, 2026 09:33 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI — Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi diproyeksikan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi persoalan sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan PSEL Kota Bekasi ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 70 persen timbulan sampah terolah di Kota Bekasi.

"Peresmian Pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar," kata Pandu dalam agenda Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026).

Menurut Pandu, proyek dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun tersebut juga diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO₂ setiap tahun.

Selain itu, keberadaan PSEL diperkirakan dapat mengurangi kebutuhan lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hingga sekitar 90 persen.

Dari sisi ekonomi, proyek tersebut diproyeksikan menciptakan hampir 1.000 lapangan kerja hijau.

PSEL juga diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

"Dukungan ini diharapkan menghasilkan hampir 1.000 lapangan kerja hijau dan menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga," ujar Pandu.

Hasilkan listrik untuk puluhan ribu rumah tangga

PSEL Kota Bekasi memiliki kapasitas netto sebesar 27,4 megawatt (MW). Fasilitas tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 223.584 megawatt hour (MWh) listrik setiap tahun.

Dengan asumsi konsumsi rata-rata pelanggan rumah tangga berdaya 450 volt ampere (VA), produksi listrik tersebut setara dengan kebutuhan sekitar 55 ribu rumah tangga.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan listrik yang dihasilkan PSEL akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Bekasi.

“Demand listrik di Bekasi cukup tinggi. Maka, kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini (PSEL), kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi,” ujar Darmawan.

Ia mengatakan, pemanfaatan sampah untuk menghasilkan listrik merupakan bagian dari sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi. Sehingga tujuan utama pembangunan PSEL bukan semata-mata menghasilkan listrik.

“Jadi, produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product dari program ini,” tutupnya.

Pemerintah percepat pembangunan PSEL

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan PSEL selama ini menghadapi berbagai kendala, terutama terkait regulasi dan perizinan.

Menurut Zulkifli, kompleksitas regulasi membuat pengembangan proyek waste to energy di Indonesia berjalan lambat.

Bahkan, dalam 11 tahun hanya terdapat dua proyek yang berkembang, dengan salah satunya belum berjalan optimal.

“Kalau sampah saja kita tidak bisa urus, bagaimana kita mengurus yang lebih besar. Itu perintah Pak Presiden. Aturan mengenai pengelolaan sampah ini, waste to energy, ratusan lebih aturannya. Oleh karena itu, 11 tahun hanya ada dua (proyek). Satu tidak jalan, satu hidup mati-hidup mati. Hampir tidak bisa jalan karena rumit dan ruwet. Nah ini kita rapihkan. Dari sini tinggal tiga (aturan),” ujar Zulkifli.

Ia mengatakan pemerintah terus menyederhanakan regulasi dan mendorong kolaborasi antarpihak agar pembangunan fasilitas PSEL dapat berjalan lebih cepat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga berharap pembangunan PSEL Kota Bekasi segera terealisasi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terkait pengelolaan sampah.

“Untuk itu, semoga apa yang dicanangkan hari ini bisa berjalan dengan cepat dan mampu merespons apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Dedi.

Menurut Dedi, pembangunan fasilitas pengolahan sampah juga harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan perlu dihentikan agar upaya penanganan sampah dapat berjalan secara menyeluruh.

Sementara itu, dukungan PLN terhadap proyek tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Sponsors Agreement dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dalam agenda Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi.

Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus memastikan energi yang dihasilkan dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bekasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.