BANJARMASINPOST.CO.ID - Gadis ini merasakan begitu banyak pengetahuan yang ia dapatkan dari membaca, dari yang tidak tahu menjadi tahu, belajar dari lika-liku kehidupan, motivasi untuk terus berkembang, dan banyak hal lainnya.
Baginya, membaca bukan hanya sebagai media hiburan tetapi juga membantu dalam perkembangan seseorang untuk lebih berwawasan, meningkatkan daya ingat, menambah kosakata, mengasah cara berpikir otak, dan mengurangi stres.
"Saya suka membaca novel, maupun buku seperti perjalanan karier dan hidup seseorang, kesuksesan, ataupun motivasi pantang menyerah," ujar Imelda yang kuliah di Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarnasin.
Buku yang berkesan bagi saya adalah buku berjudul Berani Tidak Disukai karya dua penulis asal Jepang, Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga.
Baca juga: Satu Rumah di Desa Kalumpang Dalam HSU Terbakar, Petugas Damkar Sempat Kesulitan Menuju Lokasi
Baca juga: Sebanyak 10 Nama Meramaikan Bursa Ketua Umum PBNU 2026-2031, Gus Yahya Kembali Muncul
"Berani Tidak Disukai sangat membantu saya dalam mengembangkan pemikiran saya dan menambah wawasan tentang di kehidupan saya nantinya," tukas gadis kelahiran Tabalong, 16 Juli 2007 ini.
Buku ini menceritakan tentang percakapan filosofis dengan seorang filsuf pemuda.
Buku ini berisi cara membebaskan diri dari rasa trauma, penilaian orang lain lain, dan mengambil pilihan hidup demi meraih kebahagiaan sejati.
Dalam buku tersebut, ditulis bahwa; Kita tidak kekurangan kemampuan. Kita hanya kurang keberanian.
Adapula kalimat lain; Kamu tidak ditentukan oleh pengalaman masa lalumu. Tapi dari arti yang kamu berikan pada pengalaman-pengalaman itulah yang menentukan kondisimu saat ini.
Kebahagiaan dimulai dari caramu mencintai dirimu sendiri, ketidakbahagiaan dimulai ketika kamu merasa lebih bahagia jika menjadi seperti orang lain.
Kamu tidak hidup untuk memuaskan ekspektasi orang lain, jika kamu melakukan hal seperti itu maka kamu tidak akan mempunyai keyakinan terhadap dirimu sendiri.
Kamu akan menemukan kebahagiaan ketika kamu mampu menerima dirimu sepenuhnya dan mampu berkontribusi bagi orang disekitar.
Perubahan terjadi dalam satu detik yaitu detik di mana kamu memutuskan untuk mengubah cara pandang.
Jangan takut tidak disukai. Jangan takut jadi orang biasa. Cukup lakukan apa yang bisa dilakukan untuk orang di sekitar, kalau kamu berubah otomatis dunia juga ikut berubah.
Imelda mengakui suka membaca buku sejak duduk di bangku SD, terutama buku-buku bergambar yang memikat hatinya.
Lanjut di bangku SMP ia suka membaca buku pembelajaran karena sangat membantu menemukan pengetahuan-pengetahuan.
Kemudian di bangku SMK ia suka membaca di perpustakaan sekolah dengan judul buku yang lebih mengarah pada perjalanan karir dan hidup seseorang, kesuksesan, maupun motivasi untuk pantang menyerah.
"Sekarang saya biasanya membaca buku saat adanya waktu luang ataupun saat ingin tidur," ujar Imelda yang juga hobi menyanyi, menari dan menonton film.
Dalam sehari, sekitar 1-2 jam ia sisihkan waktu untuk membaca. Menurutnya membaca sebentar setiap hari itu jauh lebih baik daripada membaca lama namun dalam seminggu.
Urusan beli buku, Imelda menyatakan tidak ada waktu pasti. Biasanya ia membeli buku jika memang ada buku yang ia suka.
"Saya lebih senang membeli secara offline karena saya ingin datang langsung ke toko buku dan dapat melihat isi buku itu secara langsung," alasan peraih Juara 2 semasa kelas XI - XII di SMKN 1 Pugaan ini.
Koleksi dimilikinya antara lain novel, sejarah, pengembangan diri, kamus, serta buku-buku pembelajaran sekolah.
Baca juga: Pasok Makanan Petugas Karhutla, Sat Brimob Polda Kalsel Siagakan Randurlap di Ring 1 Bandara
Imelda yang punya motto; Bermimpi Besar, Mulailah dari Hal Kecil, punya tips agar betah membaca.
Pilih Buku yang sesuai dengan minat kita. Batasan membaca dalam satu hari, misal 10 halaman atau 15 menit per hari.
"Carilah tempat yang membuat kita merasa nyaman dan tidak terganggu jika membaca di situ," tukasnya.
Jauhkan benda-benda yang mengganggu saat membaca, misalnya Hp atau yang lainnya.
Jika mulai jenuh saat membaca suatu buku, maka bisa mencoba mengganti buku yang menurut kita lebih menarik untuk dibaca.
"Sering-seringlah juga pergi ke toko buku atau perpustakaan," tandas Imelda semasa sekolah aktif di OSIS bahkan pernah menjadi ketua dan juga aktif di Paskibraka. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)