TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komisi XIII DPR RI menggelar Sosialisasi Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila di SMA YPK Oikumene Manokwari, Papua Barat, Jumat (28/8/2026).
Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, hadir secara daring memberikan motivasi kepada para siswa agar serius menempuh pendidikan demi masa depan.
Mandenas menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung akibat adanya aksi demonstrasi di Gedung DPR RI Jakarta yang mengharuskan anggota dewan tetap berada di lokasi tugas.
Sebagai alumnus SMA YPK Oikumene, Mandenas menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan meraih cita-cita.
"Pendidikan merupakan jembatan kita untuk masa depan. Kita semua lahir dengan talenta dari Tuhan, dan pendidikan mengasah kita untuk siap menghadapi masa depan," ujarnya.
Baca juga: Diusulkan Masuk Prolegnas Prioritas, Yan Mandenas: DOB Provinsi Papua Utara "Pasti Jadi"
Mandenas menilai SMA YPK Oikumene telah melahirkan banyak siswa berprestasi, termasuk dirinya.
Ia berharap generasi muda Papua terus mengasah ilmu dan pengetahuan untuk menjadi pemimpin di masa mendatang.
Sementara itu, Direktur Pengkajian Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP, Irene Camelyn Sinaga, mengapresiasi sinergi antara BPIP dan Komisi XIII DPR RI.
"Saya bisa hadir di Papua berkat dukungan Pak Yan, dan itu penting karena BPIP tidak bisa bekerja sendiri menjangkau luasnya Indonesia," katanya.
Irene menegaskan, pembangunan bangsa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia, termasuk di Papua. Ia menekankan pentingnya persatuan sebagaimana semangat Sumpah Pemuda.
"Pintar saja tidak cukup kalau kita tidak bersatu. Semua sila Pancasila harus mengantar masyarakat hidup adil, makmur, dan sejahtera," jelasnya.
Irene menutup dengan pesan motivasi bagi para siswa.
"Adik-adik harus bangga karena punya Pak Yan sebagai motivasi. Sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan, saya yakin akan ada ratusan bahkan ribuan anak Papua menjadi pemimpin," pungkasnya.