Siap Jualan Lagi, Mas Dedi Dapat Gerobak Baru dari Panitia Drag Race Maut di Kotamobagu
Rizali Posumah August 28, 2026 11:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Tanggung jawab panitia Drag Race Upai Kotamobagu, Sulawesi Utara, tidak hanya tertuju pada keluarga korban meninggal dunia maupun korban yang masih menjalani perawatan. 

Dampak tragedi tersebut juga dirasakan Mas Dedi, warga yang sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan bakso di sekitar lokasi kejadian.

Saat mobil Honda Jazz yang dikemudikan Tian Ngantung mengalami kecelakaan dan menerobos area penonton.

Kendaraan tersebut ikut menyeret gerobak bakso milik Mas Dedi yang berada di sekitar lokasi. 

Gerobak beserta sejumlah barang dagangan lainnya mengalami kerusakan parah. 

Kondisi itu membuat Mas Dedi bersama istrinya harus kehilangan sumber pendapatan untuk sementara waktu.

Namun, setelah beberapa waktu berlalu, panitia Drag Race mengambil langkah untuk mengganti kerugian tersebut.

Ketua Panitia Drag Race Lucky Sugeha, menyerahkan gerobak bakso baru kepada Mas Dedi, disertai uang pengganti untuk sejumlah barang miliknya yang rusak dalam peristiwa tersebut.

“Sudah kami ganti dengan gerobak yang baru. Semoga Mas Dedi bisa berjualan lagi,” katanya, Jumat 28 Agustus 2026 di kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, yang jaraknya sekitar 159 kilometer dari Kota Manado. 

Selain mengganti gerobak, panitia juga memperbaiki pagar yang mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari tanggung jawab panitia terhadap dampak yang ditimbulkan tragedi Drag Race Upai. 

Mantan kepala UPTD PUPR Sulut ini menegaskan, perhatian panitia tidak hanya tertuju kepada keluarga sembilan korban yang meninggal dunia dan korban yang masih menjalani perawatan medis.

Menurut dia, kerusakan terhadap fasilitas maupun barang milik warga yang terdampak juga menjadi perhatian panitia.

“Rasa tanggung jawab tetap kami berikan. Bukan hanya kepada keluarga korban yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan, tetapi juga terhadap kerusakan yang terjadi akibat peristiwa ini,” ujar dia. 

Sikap tersebut sekaligus memperkuat pernyataan ayah dua orang anak itu sebelumnya yang membantah anggapan bahwa panitia tidak bertanggung jawab setelah tragedi terjadi.

Dalam keterangannya pada 26 Agustus 2026 lalu, pensiunan ASN tersebut mengatakan panitia sejak hari pertama tetap mendampingi keluarga korban.

Termasuk membantu kebutuhan awal seperti penanganan di rumah sakit, ambulans, obat-obatan hingga biaya perawatan.

Kini, bentuk tanggung jawab itu juga diwujudkan melalui penggantian gerobak milik Mas Dedi serta perbaikan pagar yang rusak

Bagi Mas Dedi dan istrinya, gerobak baru tersebut menjadi harapan untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dan mendapatkan penghasilan setelah kehilangan mata pencarian akibat tragedi yang terjadi di lokasi mereka berjualan. 

Sebelumnya diketahui, sembilan warga meninggal dunia dalam tragedi drag race maut di Kotamobagu.

Selain sembilan warga yang meninggal dalam tragedi tersebut, adapula tujuh warga yang sempat dilarikan ke rumah sakit akibat terluka cukup parah. 

Hingga saat ini tragedi drag race maut di Kotamobagu masih diselidiki Polda Sulut. 

Baik panitia maupun pebalap sudah menjalani pemeriksaan oleh Polda Sulut.

Sayangnya, hampir sebulan kasus ini berjalan belum ada satupun tersangka yang ditetapkan. (Nie)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.