TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kasus hewan positif rabies di Jembrana tercatat sudah mencapai 71 kasus hingga Agustus 2026 ini.
Dalam sebulan di bulan Agustus ini tercatat ada penambahan 7 kasus baru dibandingkan bulan sebelumnya.
Tentunya ini menjadi alarm bahwa penyebaran kasus masih bisa dikatakan cenderung tinggi.
Namun begitu, petugas medikvet terus menggencarkan vaksinasi serta kontrol populasi untuk menekan jumlah kasus kedepannya.
Baca juga: Polisi Ungkap Kasus Asusila Gadis 14 Tahun di Penginapan di Buleleng: Diajak Nonton Film Dewasa
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah sterilisasi dan vaksinasi HPR di Gedung Pendopo Kesari di Kecamatan Negara, Jembrana, Jumat 28 Agustus 2026.
Menurut data yang berhasil diperoleh, jumlah 71 kasus positif pada hewan penular rabies (HPR) di Jembrana masih jauh dibawah dengan tahun sebelumnya.
Sebab, dalam setahun di 2025 kemarin, tercatat ada 116 kasus positif rabies dalam setahun.
Sementara itu, hingga saat ini atau Agustus 2026 ini, petugas medikvet telah menggencarkan vaksinasi dan sudah berhasil mencapai 76 persen dari total estimasi populasi 40.400 ekor anjing.
Jumlah cakupan vaksinasi diklaim melebihi total tahun sebelumnya yang hanya mampu 72 persen saja.
Baca juga: Ditinggal Cari Bunga Usai Memasak Nasi, Dapur Made Sumatra Kebakaran
"Prioritas utama kita adalah pencegahan penyebaran virus. Baik itu dengan vaksinasi dan juga termasuk kontrol populasi," jelas Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta saat dikonfirmasi, Jumat 28 Agustus 2026.
Sugiarta menyebutkan, meskipun jumlah kasus positif rabies pada hewan saat ini sudah menyentuh 71 kasus, jumlah tersebut masih jauh dibawah tahun sebelumnya. Artinya ada penurunan kasus.
"Tapi kami tidak mau lengah lagi seperti pengalaman sebelumnya,”
“Kita tetap upayakan maksimal pencegahan penyebaran kasus dengan vaksinasi, kontrol populasi. Salah satunya juga sterilisasi yang dilakukan hari ini," tegasnya.
Baca juga: 5 WNA Terjaring Operasi Dharma Dewata Imigrasi Bali, Terindikasi Lampaui Masa Tinggal
Disinggung mengenai cakupan vaksinasi rabies pada HPR seperti anjing, kucing bahkan hingga kera, Sugiarta mengakui saat ini vaksinasi sudah di angka 76 persen dari total estimasi populasi sebanyak 40.400 ekor.
Jumlah ini sudah melampaui cakupan tahun sebelumnya yang hanya berhasil menyentuh 72 persen dari total estimasi populasi.
"Target kami di tahun ini 90 persen cakupannya. Astungkara dengan kerja maksimal tim medikvet di lapangan dan dukungan masyarakat, cakupan tersebut bisa tercapai dan nantinya bisa membentuk kekebalan kelompok sehingga HPR kita tidak mudah terpapar atau tertular virus rabies yang dikenal mematikan ini," tandasnya. (*)