Dedi Mulyadi Gerak Cepat Utus Tim Tangani Akses Penyeberangan Siswa di Waduk Saguling Bandung Barat
Muhamad Syarif Abdussalam August 29, 2026 12:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku telah memerintahkan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jabar meninjau lokasi anak-anak sekolah dasar (SD) di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, yang harus menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit untuk berangkat ke sekolah.

Dedi mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi lokasi sekaligus mengkaji pembangunan jembatan sebagai solusi agar anak-anak tidak lagi menyeberang menggunakan rakit.

"Saya melihat ada tayangan yang menceritakan anak-anak sekolah menyeberangi sungai di Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Hari besok tim PU akan segera ke lokasi untuk melihat potensi pembuatan jembatan yang ada di sana," ujar Dedi, Jumat (28/8/2026).

Dedi mengatakan, tim akan mengkaji jenis jembatan yang paling memungkinkan dibangun di lokasi tersebut, baik jembatan permanen maupun jembatan gantung.

"Apa solusinya? Apakah perlu jembatan permanen? Apakah perlu jembatan gantung?" katanya.

Menurut Dedi, keselamatan dan kenyamanan anak-anak saat berangkat ke sekolah menjadi hal utama yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah.

"Secara prinsip, yang penting anak-anak sekolah ini bisa pergi ke sekolah dengan nyaman tanpa harus menggunakan rakit," ucapnya.

Pemprov Jabar, kata Dedi, selanjutnya akan berkoordinasi dengan Bupati Bandung Barat untuk menentukan pihak yang akan mengerjakan pembangunan tersebut.

"Apakah dikerjakan oleh Pemprov Jabar atau Pemda Kabupaten Bandung Barat. Yang penting anak-anak sekolah bisa bersekolah dengan nyaman tanpa dihantui oleh bencana setiap waktu," katanya.

NAIK PERAHU - Dudung Febrian, warga Kampung Sadang, Desa Budiharja, Cililin, Bandung Barat, setiap hari mengantar anak bungsunya yang masih TK menyeberangi Waduk Saguling menggunakan perahu mesin.
NAIK PERAHU - Dudung Febrian, warga Kampung Sadang, Desa Budiharja, Cililin, Bandung Barat, setiap hari mengantar anak bungsunya yang masih TK menyeberangi Waduk Saguling menggunakan perahu mesin. (Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan)

Warga Tergantung pada Rakit

Potret memprihatinkan sekaligus menyentuh hati dalam dunia pendidikan kembali menyita perhatian publik di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Demi menuntut ilmu, sejumlah siswa SD dan SMP di Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, terpaksa bertaruh keselamatan menyeberangi Waduk Saguling dengan menaiki rakit bambu setiap hari.

Wartawan Tribunjabar.id, Jumat (28/8/2028), menyaksikan langsung pemandangan tersebut.

Mereka duduk rapi di atas rakit, saling berdekatan. Sebagain ada di depan, sebagian lainnya ada di belakang.

Rakit bambu sederhana itu tidak dilengkapi mesin penarik otomatis.

Perjalanan menyeberangi sungai digerakkan secara manual oleh seorang kakek.

Sang kakek berdiri memandu rakit dengan cara memegang dan menarik tali kawat yang dibentangkan dari satu sisi daratan ke sisi daratan lainnya.

Kondisi ini terpaksa dilakukan para siswa lantaran di lokasi tersebut belum tersedia akses jembatan penyeberangan yang permanen. 

Padahal, penyeberangan ini menjadi jalur utama dan paling cepat bagi anak-anak di Desa Budiharja untuk sampai ke gedung sekolah mereka tepat waktu.

Aksi menyeberang Waduk Saguling menggunakan rakit bambu ini membawa risiko keselamatan yang tidak kecil, terutama jika debit air sungai mendadak naik. 

Ketiadaan jembatan memadai tak hanya mengancam keselamatan fisik para siswa, tetapi juga mengganggu kelancaran dan kenyamanan aktivitas belajar mereka.

Pemandangan anak-anak sekolah naik rakit tersebut menjadi perhatian luas setelah rekaman videonya beredar dan viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @folkbandungbarat.

Masyarakat setempat berharap video viral ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan instansi terkait agar pembangunan jembatan penyeberangan layak bisa segera direalisasikan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.