Kisah Santi, Warga Bandung Barat yang Andalkan Rakit untuk Mengantar Anak ke Sekolah
Siti Fatimah August 29, 2026 12:11 AM

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Santi Nursetiani hanya mengandalkan rakit dan perahu untuk mengantar anaknya ke SD Negeri Budiharja yang terletak di Kampung Gombong, Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hal itu dikarenakan Santi tidak memiliki kendaraan bermotor untuk mengantar anaknya ke sekolah melalui jalur darat.

Santi merupakan warga Kampung Sadang, RT 5 RW 2 Kampung Sadang, Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, Bandung Barat yang kampungnya dipisahkan oleh Waduk Saguling.

"Iya setiap hari pakai rakit, nganterin ke sini, biasanya yang narik rakit sama Pak RT. Kalau jalan (darat) jauh, sekitar 30 menit, ya bagaimana lagi, kami tidak punya kendaraan," kata Santi, saat ditemui, Jumat (28/8/2026).

Santi sebetulnya kerap khawatir saat anaknya menyeberangi perairan Waduk Saguling sepanjang 200 meter dengan menggunakan rakit.

Baca juga: BREAKING NEWS: Petugas Temukan Pemuda yang Tenggelam di Waduk Saguling

Apalagi, akses untuk menuju tepian waduk kerap licin dan berlumpur.

"Iya sebenarnya takut, terpeleset kalau musim hujan, karena suka main, becanda dengan teman-temannya," ujarnya.

Sesekali, Santi kerap meminta anaknya untuk berjalan kaki untuk sampai sekolah.

NAIK PERAHU - Dudung Febrian, warga Kampung Sadang, Desa Budiharja, Cililin, Bandung Barat, setiap hari mengantar anak bungsunya yang masih TK menyeberangi Waduk Saguling menggunakan perahu mesin. (Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan)

Pasalnya, rasa khawatir kerap dirasakan Santi jika anaknya yang duduk di bangku kelas 3 SD menyeberangi waduk dengan rakit.

Biasanya, Santi akan meminta anaknya untuk berangkat lebih awal dari biasanya.

"Masuk kan jam 06.30 WIB, ya persiapan lebih cepet, karena harus ngeliling, jauh, bisa 30 menit. Kalau pakai rakit paling 5 menit nyampe," ujarnya.

Baca juga: Kepala Sekolah Ungkap Alasan 16 Siswa SDN Budiharja KBB Pilih Naik Rakit Seberangi Waduk Saguling

Santi berharap, ada kepedulian pemerintah agar warga Kampung Sadang memperoleh akses lebih mudah untuk menyeberangi Waduk Saguling.

"Iya warga sih pengennya ada jembatan atau apalah, yang penting aman gitu," tandasnya.

Hal berbeda diungkapkan Entang, seorang ibu yang memilih melakukan antar dan jemput sekolah menggunakan sepeda motor.

Entang mengaku sangat khawatir jika anaknya harus menyeberangi Waduk Saguling dengan menggunakan rakit.

"Belum pernah, pakai motor aja (antar-jemput), iya khawatir aja," kata Entang saat ditemui di SD Negeri Budiharja.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.