Prabowo Targetkan Karhutla Dampak El Nino Tuntas 1-2 Pekan, Polri Tetapkan 72 Tersangka
M Zulkodri August 29, 2026 12:35 AM

 

POSBELITUNG.CO--Presiden Prabowo Subianto menargetkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia akibat kondisi El Nino dapat sepenuhnya ditangani dalam satu hingga dua pekan ke depan.

Prabowo mengatakan fenomena El Nino yang terjadi tahun ini cukup kuat dan telah menimbulkan berbagai dampak di sejumlah wilayah dunia.

Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

“Kita juga menyadari bahwa seluruh dunia mengalami banyak cobaan. Tahun ini dunia mengalami apa yang disebut El Nino dan El Nino ini cukup kuat tahun ini, salah satu yang terkuat diramalkan,” kata Prabowo saat peluncuran Program PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Presiden menyampaikan apresiasi terhadap jajaran pemerintah dan petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Menurutnya, upaya mitigasi yang dilakukan di sejumlah wilayah mulai menunjukkan hasil.

Prabowo mengaku telah meninjau langsung penanganan karhutla dengan berkunjung ke sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera.

“Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi di beberapa tempat. Saya kira saya berharap dalam 1-2 minggu ini bisa selesai semua,” ujarnya.

Ribuan Personel hingga Pesawat Dikerahkan

Pemerintah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.

Penanganan di lapangan melibatkan pesawat, helikopter, pompa air, hingga ribuan personel.

Prabowo mengapresiasi kerja para petugas yang berada di lapangan.

Ia menilai upaya tersebut menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menghadapi kondisi sulit akibat fenomena iklim.

“Saya bangga dengan prestasi petugas-petugas kita di lapangan ini. Saya sampaikan pada kesempatan ini, karena kita walaupun kita menghadapi cobaan, walaupun kita menghadapi rintangan, hambatan, kita kuat, kita mampu,” katanya.

Namun, persoalan karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan.

Asap akibat kebakaran juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 3.158.166 penduduk terdampak akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Polri Tetapkan 72 Tersangka

Selain melakukan pemadaman dan mitigasi, pemerintah juga mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan.

Bareskrim Polri telah menetapkan 72 orang sebagai tersangka dalam perkara karhutla.

Penetapan tersebut berdasarkan 89 laporan polisi yang tersebar di sejumlah wilayah.

Kasus tersebut ditangani oleh jajaran kepolisian di Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Aceh, dan Kalimantan Utara.

Para tersangka diduga melakukan pembakaran lahan secara sengaja untuk membuka perkebunan baru, termasuk untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit.

Dalam proses hukum, para tersangka dapat dijerat dengan ketentuan pidana berlapis yang berkaitan dengan kehutanan, perkebunan, serta perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Polri juga memastikan ketentuan pidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) turut dapat diterapkan sesuai dengan hasil penyidikan dan fakta hukum masing-masing perkara.

Penanganan karhutla pun kini dilakukan melalui dua pendekatan sekaligus, yakni mempercepat pemadaman dan mitigasi di lapangan serta menindak pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara melawan hukum.

Pemerintah berharap kombinasi penanganan darurat, pencegahan, dan penegakan hukum tersebut mampu mempercepat pengendalian karhutla sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat segera diminimalkan.

Kejadian Karhutla Belitung Timur, Tembus 220 Kasus, 397 Hektare Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur memberikan data terkait lonjakan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Belitung Timur sepanjang tahun 2026.

Hingga Kamis (27/8/2026), catatan Pusdalops-PB BPBD Belitung Timur menunjukkan angka kejadian Karhutla telah menembus 220 kejadian. 

Dampak dari ratusan insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 397 hektare lahan semak belukar dan hutan di Belitung Timur hangus terbakar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung Timur, Robby Yanuar, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus Karhutla mengalami kenaikan yang sangat drastis saat memasuki periode musim kemarau, khususnya pada Juli dan Agustus.

Berdasarkan analisis data bulanan per hari ini, sebanyak 83 persen dari total keseluruhan kejadian atau sebanyak 181 kasus menumpuk di dua bulan belakangan ini.

"Pada periode Januari hingga Juni angka kejadian cenderung melandai. Namun memasuki Juli angka melonjak ke 52 kejadian, dan puncaknya terjadi pada Agustus ini yang hingga tanggal 27 saja sudah menyentuh 129 kejadian," ujar Robby, Kamis (27/8/2026).

Manggar Masih Mendominasi

Dari pemetaan wilayah, Kecamatan Manggar masih menjadi daerah yang menyumbangkan angka kejadian paling banyak, yakni 99 kejadian.

Posisi kedua disusul oleh Kecamatan Gantung 63 kejadian, Kecamatan Damar 47 kejadian, Kecamatan Simpang Renggiang 8 kejadian, dan Kecamatan Kelapa Kampit 3 kejadian.

Sementara untuk dua kecamatan lain, yakni Kecamatan Dendang dan Simpang Pesak, hingga saat ini masih juga mencatatkan nol kejadian Karhutla.

Jika dikerucutkan di tingkat desa, Desa Padang di Kecamatan Manggar menduduki peringkat teratas dengan total 63 kejadian.

Disusul oleh Desa Sukamandi di Kecamatan Damar 34 kejadian, Desa Selinsing di Kecamatan Gantung 29 kejadian, Desa Lalang di Kecamatan Manggar 20 kejadian, dan Desa Lenggang di Kecamatan Gantung sebanyak 15 kejadian.

Adapun dampak berupa korban jiwa maupun fisik, Robby menyampaikan bahwa tidak ada korban meninggal dunia, mengungsi, maupun fasilitas umum dan pemukiman yang mengalami kerugian material.

Namun, Robby akan selalu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan bersama.

Ia meminta warga untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan maupun pembersihan sampah secara sembarangan. 

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara tak terkendali. Kami terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari potensi penyebaran api agar luasan lahan yang terbakar tidak kian bertambah," imbaunya.

Robby juga mengingatkan agar warga yang melihat munculnya titik api sekecil apa pun untuk segera menghubungi layanan aduan cepat BPBD Belitung Timur melalui Call Center atau WhatsApp di nomor 087869775023 yang siaga selama 24 jam.

"Segera melapor ke aduan 24 jam kami agar api bisa segera diantisipasi oleh petugas sebelum membesar dan meluas ke pemukiman," tutupnya.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.