Sosok Bambang Setiawan, Lansia Pedagang Cermin Tewas saat Demo di Jakarta, Dikeroyok OTK
Nanda Lusiana Saputri August 29, 2026 10:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) berakhir ricuh.

Aksi demo diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang membawa dua tuntutan yakni mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan menuntut penerapan hukuman mati bagi para koruptor.

Perwakilan AMPB diberi kesempatan untuk audiensi dengan para pimpinan DPR RI sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad berjanji RUU Perampasan Aset akan disahkan paling lambat 15 Desember 2026.

Massa AMPB kemudian keluar gedung DPR RI dan membubarkan diri sekitar pukul 13.00 WIB.

Sejumlah massa lain masih bertahan di depan gedung DPR RI hingga pukul 18.00 WIB.

Petugas kepolisian kemudian membubarkan massa karena telah melewati jam perizinan untuk melakukan demonstrasi.

Kericuhan pecah di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat sekitar pukul 21.00 WIB.

Seorang warga bernama Bambang Setiawan (60) meninggal akibat dikeroyok massa.

Baca juga: Pemerhati Hukum Kecam Kericuhan Usai Demo di DPR: Jika Terbukti Tindak Pidana, Berikan Hukuman Tegas

Korban bukan peserta demo dan berada di lokasi kejadian karena rumahnya di wilayah tersebut.

Sehari-hari korban berjualan cermin di Jalan Pejompongan Raya.

Jarak lokasi korban dikeroyok dari gedung DPR RI sekitar 2 kilometer.

Bambang Setiawan tewas meninggalkan istri bernama Sudarsih serta anak-anaknya.

Keluarga baru mengetahui kondisi Bambang pada Jumat (28/8/2026) dini hari setelah beredar rekaman video yang memperlihatkan sosoknya diseret dan dipukuli.

Jenazah Bambang kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati sebelum diserahkan ke pihak keluarga dan dimakamkan di TPU Kemanggisan, Jakarta Barat. 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendatangi rumah korban untuk mengucapkan belasungkawa pada Jumat (28/8/2026) pukul 18.30 WIB. 

Baca juga: Dasco Utus Andre Rosiade Datangi Keluarga Korban Demo 27 Agustus di Pejompongan

Ia didampingi Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin.

Sekitar 30 menit, Pramono Anung berada di rumah duka dan tak memberikan keterangan apapun ke awak media.

Ketua RT 002/RW 006, Bendungan Hilir (Benhil), Aban Sobandi, menjelaskan ada dua warganya yang menjadi korban kericuhan yakni Bambang Setiawan serta Faturohman (18).

Bambang Setiawan dinyatakan meninggal, sedangkan Faturrohman mengalami luka-luka.

"Padahal itu enggak ikutan demo yang korban di sini tuh. Warga sini enggak pernah ada yang ikut-ikutan demo, udah pada dewasa," bebernya, Jumat.

Menurutnya, pelaku pengeroyokan tidak mengenakan seragam kepolisian.

"Kalau kepolisian kan pakai seragam, terus juga tindakannya enggak seperti itu. Biasa polisi nanganin tidak seperti itu, sesuai SOP," lanjutnya.

Ia menuding pelaku kericuhan merupakan ormas karena tindakannya tidak sesuai SOP penanganan demonstrasi.

"Tapi saat ini yang nanganin dan dikedepankan itu ormas. Tindakannya di luar SOP kepolisian, semaunya sendiri. Udah ditarik-tarik, digebukin, kepala sampai pecah ada, robek," tandasnya.

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJakarta.com/Elga)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.