WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR – Rencana Tuhan memang tak pernah salah alamat.
Hal ini tergambar jelas dari kisah hidup Heni Yawati (58) atau yang akrab disapa Bi Heni.
Menghabiskan nyaris seluruh hidupnya sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) sejak usia 9 tahun, warga Kampung Pisang, Cibinong, Kabupaten Bogor ini akhirnya terpilih menjadi 'Tamu Allah'.
Keajaiban itu datang dalam bentuk kado istimewa berupa umrah gratis dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Bantuan ini disalurkan melalui program Umroh Presisi yang digagas oleh Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia.
Hadiah ini terasa semakin magis karena diberikan berdekatan dengan momen perayaan ulang tahun Bi Heni yang ke-58 pada 17 Agustus lalu.
Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Mushola Nur Hikmah, Kampung Pisang, saat acara Walimatus Safar atau tasyakuran pelepasan Bi Heni digelar.
Acara yang dirangkai dengan pengajian warga ini terasa spesial karena dihadiri langsung oleh Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto.
Dalam balutan suasana kekeluargaan yang kental, AKBP Wikha yang didampingi Kasat Binmas AKP Nimrod, tak segan membaur dengan warga setempat.
Pada momen tersebut, Kapolres menyerahkan tali asih berupa uang saku tambahan untuk bekal Bi Heni selama beribadah di Makkah dan Madinah pada 2 September 2026 mendatang.
Baca juga: Guru Honorer Viral Sepatunya Bolong Ternyata Dipecat dan Ditipu Umrah Gratis, Ini Upaya Dedi Mulyadi
"Ini ada sedikit rezeki untuk Bi Heni. Semoga bermanfaat untuk keperluan selama menjalankan ibadah umroh," ujar AKBP Wikha dengan senyum hangat seraya menyerahkan bantuan tersebut.
Di hadapan warga, Kapolres menegaskan bahwa panggilan ke Tanah Suci adalah hak prerogatif Sang Pencipta yang mampu menembus batas logika dan status sosial.
"Secara nalar, orang mampu (secara finansial) itu banyak. Namun, ketika seseorang sudah ditakdirkan menjadi tamu Allah ke Tanah Suci, tidak ada yang mustahil. Salah satu contoh nyatanya adalah Bi Heni ini," imbuhnya meyakinkan.
Mendengar kalimat tersebut, mata Bi Heni langsung berkaca-kaca.
Bibirnya bergetar saat menyusun kata demi kata untuk membalas kebaikan aparat kepolisian yang hadir.
"Terima kasih banyak, Pak Kapolres. Saya tidak bisa membalasnya. Biar Allah SWT yang membalas semua kebaikan dan perhatian Bapak kepada saya," tuturnya dengan suara terisak pelan.
Tidak ada sekat protokoler yang kaku hari itu.
Acara pelepasan ditutup dengan tradisi khas Sunda yang merekatkan persaudaraan: Ngeliwet.
Beralaskan daun pisang yang memanjang, Kapolres Bogor, para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga duduk bersila menikmati hidangan nasi liwet bersama.
Perjalanan hidup Bi Heni sejatinya adalah potret ketangguhan seorang ibu yang layak menjadi inspirasi.
Meski kemiskinan memaksanya putus sekolah di kelas 2 SD dan harus membanting tulang membersihkan rumah orang lain sejak anak-anak, ia tak pernah menyerah pada nasib.
Berkat keringat dan doa di setiap sujudnya, Bi Heni sukses menyekolahkan keempat anaknya hingga menamatkan bangku SMA.
Kini, buah dari kesabaran dan keikhlasannya selama hampir lima dekade itu dibayar lunas dengan perjalanan spiritual yang didambakan jutaan umat Muslim di seluruh dunia.