Sukses di Pramusim, Pengamat Beri Catatan Agar Persebaya Bisa Juara di Ajang Resmi Musim 2026/2027
Luky Setiyawan August 29, 2026 11:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Persebaya Surabaya tampil superior selama pramusim, dengan torehan tujuh pertandingan tidak terkalahkan.

Termasuk sukses meraih juara Piala Presiden 2026 dengan rekor tidak terkalahkan setelah menumbangkan Persib Bandung di partai puncak.

Keberhasilan ini menjadi modal bagus bagi Persebaya Surabaya menjelang bergulirnya kompetisi resmi di musim 2026/2027 seperti Super League dan Piala Liga atau League Cup.

Namun, pengamat Persebaya, Kukuh Ismoyo menilai ada beberapa evaluasi dan keputusan strategis perlu disiapkan untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027 nanti.

Baca juga: Sinyal Playmaker Brasil Ingin Balik ke Super League, 1 Kode Baru Muncul, ke Arema FC Atau Persebaya?

Baca juga: Reaksi Bonek Usai Persebaya Dikabarkan Pinjam Ramon Tanque, Kompak Beri Sorotan Tajam

"Pengamatan saya, Persebaya masih sangat kurang dalam efektivitas penyelesaian akhir," kata Kukuh Ismoyo pada surya.co.id (Tribun Jatim Network), Jumat (28/8/2026).

"Meski dominan menang dan cukup kokoh selama pramusim, di beberapa laga, terbukti berjalan cukup alot dan para pemain depan Persebaya justru mampet dalam mencetak gol," tambahnya.

Kebuntuan lini depan justru dijawab oleh bek-bek Persebaya Surabaya yang tampil produktif mencetak gol, seperti yang ditunjukkan Yuran Fernandes dan Walber Mota, mereka muncul sebagai penolong dari skema bola-bola mati.

Efektivitas dalam memanfaatkan peluang sekecil apa pun, tentu akan menjadi pembeda utama untuk meraih poin penuh secara konsisten.

"Ramadhan Sananta memang mencetak gol selama pramusim, tapi secara keseluruhan, ia belum bisa dibilang konsisten permainannya," terang Kukuh.

"Dan menantikan Alex Martin untuk bugar pasca cedera serta tampil ganas seperti saat berbaju Dewa United musim kemarin, tentu akan membutuhkan waktu," tambah sosok pria asal Sidoarjo itu.

Kukuh berharap, di waktu tersisa masa persiapan. Bernardo Tavares bisa memoles lini depan agar tidak hanya bertumpu pada duo striker murni, tapi juga bisa memoles winger-winger Persebaya, seperti Miguel Pereira, Malik Risaldi, Yann Mabella, dan lainnya.

Kukuh juga menyoroti menurunnya performa Persebaya saat bermain tanpa Fransisco Rivera. Pemain asal Meksiko itu benar-benar menjadi jantung permainan Persebaya.

"Belum ada pengganti yang pas yang dicoba oleh Bernardo Tavares selama pra-musim kemarin. Dicky Kurniawan juga Diogo Ramalho masih kagok memainkan peran sebagai dirijen di lapangan tengah Persebaya," ucapnya.

"Itulah mengapa, menurut saya, krusial sekali peranan Fransisco Rivera pada Persebaya. Tentu saja hal ini jadi sinyal, bahwa kehilangan Rivera saat liga bergulir, entah karena cedera atau hukuman kartu, akan merugikan Persebaya," tambah Kukuh.

Ia juga menyoroti permainan Persebaya Surabaya yang juga terlihat kebingungan ketika melawan tim yang fokus bermain defense.

Gaya low block defense yang dilakukan lawan, seringkali membuat Persebaya Surabaya cukup kelimpungan.

Ini juga jadi alarm buat Persebaya Surabaya untuk membongkar permainan defensif seperti ini di Super League 2026/2027 nantinya.

Beruntung, skema-skema gol dari bola mati Persebaya musim ini berjalan maksimal. Dan sepertinya akan menjadi kunci rahasia dalam mencuri gol.

"Yuran Fernandes, Risto Mitrevski juga Walber Mota, akan menjadi andalan dalam mencetak gol-gol dari skema bola-bola mati," terang Kukuh.

Namun, ia menegaskan bahwa Intensitas pertandingan antara pramusim dengan maraton saat kompetisi penuh bergulir besok.

Match fitness sangatlah berperan cukup penting pada keutuhan tim. Kehadiran kompetisi domestik dan turnamen pendamping bakal menuntut rotasi pemain yang presisi tanpa menurunkan kualitas skema taktis pelatih.

"Di sinilah kecerdasan Bernardo Tavares dan tim pelatih diuji bagaimana menempatkan pemain yang tepat dalam setiap situasi pergantian pemain," terang pria hobi membaca tersebut.

Sementara itu, di faktor nonteknis, mental para punggawa Persebaya dikatakan Kukuh akan diuji nantinya.

Sebab, tuntutan untuk juara di tahun 2027 nanti adalah harga mati yang dicanangkan Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, yang juga menandai 100 tahun berdirinya klub kebanggaan arek Suroboyo ini.

"Mampukah mental tim Persebaya dengan beban dan amanat yang cukup berat ini untuk  melaju kencang di Liga Super besok untuk meraih juara liga sebagaimana 23 tahun yang lalu? Semua akan dijawab oleh pemain," pungkas Kukuh.

(Khairul Amin/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.