TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kericuhan yang terjadi setelah demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) malam menyisakan duka bagi keluarga Bambang Setiawan (59).
Bambang, seorang pedagang cermin yang memiliki kios di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tewas setelah dikeroyok puluhan orang tak dikenal.
Yang membuat keluarga semakin terpukul, Bambang disebut bukan bagian dari massa demonstrasi.
Malam itu, Bambang justru keluar rumah untuk mengantarkan tetangganya ke Rumah Sakit Pelni.
Namun, ia tak pernah kembali ke rumah.
Kejadian tersebut bermula dari demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR RI sejak Kamis pagi.
Aksi awalnya digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dengan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Sekitar pukul 10.00 WIB, pimpinan DPR menerima perwakilan AMPB untuk melakukan audiensi.
Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad disebut memberikan janji bahwa RUU Perampasan Aset akan disahkan sebelum 15 Desember 2026.
Janji tersebut membuat AMPB membubarkan diri lebih awal sekitar pukul 13.00 WIB.
Namun, sebagian massa yang bukan bagian dari AMPB masih bertahan hingga sore.
Kericuhan kemudian pecah setelah polisi membubarkan massa karena aksi telah melewati batas waktu perizinan, yakni pukul 18.00 WIB.
Situasi semakin memanas hingga malam hari.
Kios Sudah Ditutup Sejak Sore
Di tengah situasi tersebut, Bambang sebenarnya sudah menutup kiosnya sejak sekitar pukul 16.30 WIB.
Keluarga memilih menutup kios karena kondisi demonstrasi mulai memanas.
Namun, sekitar pukul 20.30 WIB, Bambang keluar rumah.
Menurut istrinya, Sudarsih (56), suaminya pergi untuk mengantarkan seorang tetangga ke Rumah Sakit Pelni.
Sudarsih mengaku tidak melarang Bambang keluar karena kondisi saat itu sempat dianggap sudah lebih aman.
“Semalam, enggak lama setelah aman, dia keluar. Saya berpikir karena ada anak saya, saya enggak cegah kan. Saya diemin aja keluar karena dia memang biasanya kalau ada kejadian ini kan enggak sekali ini aja, kemarin-kemarin kan,” kata Sudarsih, Jumat (28/8/2026).
Menurut Sudarsih, suaminya bukan peserta demonstrasi.
Bambang disebut hanya terkadang berada di sekitar lokasi ketika terjadi kericuhan.
“Dia tuh cuma nonton ya kan, kadang-kadang ngebantu ngucurin air buat cuci muka,” ujarnya.
Namun, sekitar pukul 21.00 WIB, Bambang justru menjadi korban pengeroyokan puluhan orang tak dikenal di kawasan Pejompongan.
Tak Kunjung Pulang, Keluarga Mulai Cemas
Malam semakin larut, tetapi Bambang belum juga kembali ke rumah.
Keluarga mulai diliputi kecemasan hingga Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Sekitar pukul 02.30 WIB, keluarga akhirnya mengetahui kabar mengerikan tersebut.
Video rekaman pengeroyokan beredar dan keluarga mencoba memastikan sosok yang menjadi korban.
Anak Bambang kemudian mengenali ayahnya dalam video tersebut.
“Anak saya bilang ternyata benar itu Bapak,” tutur Sudarsih.
Keluarga kemudian mencari kepastian mengenai keberadaan Bambang.
Sekitar pukul 04.00 WIB, mereka mendapat kabar bahwa jenazah korban berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
“Saya tahunya fix kalau dia benar-benar sudah jadi korban sekitar jam 4 subuh,” katanya.
Jenazah Bambang kemudian dimakamkan di TPU Kemanggisan, Jakarta Barat.
Gubernur Datangi Rumah Duka
Kabar meninggalnya Bambang turut mendapat perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendatangi rumah duka pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Pramono datang bersama Wali Kota Jakarta Pusat Arifin.
Sekitar 30 menit berada di rumah duka, Pramono kemudian meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan kepada awak media.
Kematian Bambang menjadi salah satu dampak tragis dari kericuhan yang terjadi setelah demonstrasi di kawasan DPR RI.
Di tengah aksi massa dan bentrokan, seorang warga yang menurut keluarganya tidak ikut berdemo justru kehilangan nyawa.
Kini, keluarga Bambang harus menghadapi duka setelah sosok yang sehari-hari mencari nafkah sebagai pedagang cermin itu tak lagi pulang ke rumah.
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJakarta.com/Elga)