UPT Bahasa USK dan BP3MI Aceh Perkuat Kapasitas Calon Pekerja Migran dari SMK
Muliadi Gani August 29, 2026 12:54 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Aceh bersama Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan ‘Kick Off Program SMK Go Global’ sebagai penanda dimulainya Program Peningkatan Kapasitas bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala.

Kegiatan kick-off di USK itu dipusatkan di Aula Fakultas MIPA, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program peningkatan kapasitas CPMI/PMI yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Di Aceh, program ini dilaksanakan melalui kerja sama antara BP3MI Provinsi Aceh dan USK berdasarkan perjanjian kerja sama (PKS) yang ditandatangani pada 21 Agustus 2026.

Menurut Kepala UPT Bahasa USK sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Dr Kismullah SPd, M.App.Ling., untuk tahap awal program pelatihan di UPT Bahasa tersebut diikuti oleh 40 peserta.

Baca juga: Haji Uma dan Warga Aceh di Malaysia Bantu Pulangkan Pekerja Migran Aceh Timur Yang Sakit Paru-Paru 

“Pesertanya terbagi dalam dua kelas, yaitu 20 peserta pada kelas bahasa Inggris untuk bidang Hand Packer – Fruit Picker dan 20 peserta pada kelas bahasa Jepang,” sebutnya.

Program ini telah dimulai sejak 25 Agustus 2026 dan direncanakan berlangsung hingga akhir November 2026 di UPT Bahasa USK.

Ruang lingkup program meliputi pelatihan dan sertifikasi ‘hand packer’ beserta bahasa Inggris pendukungnya, pelatihan dan sertifikasi Bahasa Jepang SSW Kaigo, serta pelatihan bahasa Jepang secara umum.

Pelaksanaan program didukung oleh instruktur, tim asrama, dan tim administrasi yang telah disiapkan oleh UPT Bahasa USK.

Kismullah menerangkan bahwa pelaksanaan program tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara BP3MI Provinsi Aceh dan USK.

Baca juga: Baru Sebulan Dihuni, Huntap Korban Banjir di Aceh Timur Sudah Retak

Menurutnya, program ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk mempersiapkan calon pekerja migran agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja di luar negeri.

“Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan upaya untuk memastikan setiap peserta benar-benar siap, kompeten, dan memiliki kesiapan mental untuk bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Kismullah menambahkan, seluruh tim UPT Bahasa USK berkomitmen mendampingi peserta hingga tuntas mengikuti pelatihan, termasuk menerapkan aturan dan tata tertib asrama secara disiplin selama masa pelatihan berlangsung.

“Kami, seluruh tim UPT Bahasa, berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan para peserta dengan target tingkat keberhasilan yang setinggi-tingginya, baik dari sisi kompetensi bahasa, kompetensi teknis, maupun kesiapan mental untuk bekerja di luar negeri,” katanya.

(Yarmen Dinamika

Baca juga: DPRA Nyatakan Tahapan Revisi UUPA Rampung, Kini Menunggu DPR RI

Baca juga: Kelola Keuangan Transparan, Kapolres Langsa Sabet Tiga Penghargaan KPPN Awards 2026

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.