BANGKAPOS.COM -- Polisi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus penggelapan uang sebesar Rp 1,8 miliar milik TikToker Vilmei.
Ketiga tersangka tersebut adalah Z, A, dan L.
Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota AKP Suparyono, Z (21) diduga melakukan penggelapan dana karena motif kebutuhan ekonomi.
Dalam penyidikan, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
"Barang bukti yang diamankan tiga handphone dan satu sepeda motor," kata Suparyono.
Baca juga: Nasib Ruben Onsu jadi Tersangka Kasus Penipuan, Siap Kembalikan Rp 3,5 Miliar ke Korban
Tak hanya gelapkan uang Vilmei, Z juga diduga beberapa kali mengubah harga jual parfum TikToker tersebut menjadi Rp 6.000.
Perbuatan tersebut diduga menimbulkan kerugian hingga hampir ratusan juta rupiah.
"Dia juga ternyata kejahatannya bukan itu doang. Dia juga suka ubah-ubah harga parfum aku jadi Rp 6.000 dan kerugiannya juga hampir ratusan juta gara-gara dia," ujar Vilmei saat ditemui di Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (28/8/2026).
Menurut Vilmei, dugaan perubahan harga tersebut turut menambah total kerugian yang dialaminya.
Dampak perkara ini, kata dia, tidak hanya berupa kerugian materi, tetapi juga memengaruhi kondisi mental dan kinerjanya.
"Jadi kerugiannya lumayan banyak, mental, kinerja, semuanya itu banyak banget," katanya.
Vilmei mengatakan total kerugian dalam perkara tersebut masih dalam proses audit.
Ia menyebut nominal kerugian yang sebelumnya diperkirakan sekitar Rp 1,2 miliar ternyata bertambah setelah dilakukan penghitungan lebih lanjut.
"Kerugiannya masih diaudit, masih dihitung semuanya. Kalau yang kemarin kan tadinya Rp 1,2 miliar, cuma ternyata bertambah. Laporan resminya masih diaudit," ujar Vilmei.
Vilmei mengatakan, pada awalnya ia hanya melaporkan Z atas dugaan penggelapan dana.
Namun, dalam proses penyidikan, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka.
"Aku tuh laporin Z-nya saja. Cuma ternyata tiga-tiganya jadi tersangka," kata Vilmei.
Konten kreator TikTok, Meicy Vilia atau Vilmei menjadi korban penggelapan dana. Dana sebesar Rp 1,28 miliar diduga digelapkan oleh karyawannya sendiri.
Kasus tersebut dilaporkan Vilmei ke Polres Metro Bekasi Kota setelah mengetahui saldo rekening yang sebelumnya menyimpan pendapatan dari akun TikTok miliknya berkurang drastis.
Dana tersebut diketahui merupakan pendapatan akun TikTok Vilmei yang tak pernah ditarik maupun digunakan.
Baca juga: Sosok Vilmei, TikToker Kaget Uang Rp 1,2 Miliar Hilang Digelapkan Karyawan, Berujung Laporan Polisi
Vilmei baru menyadari adanya dana yang hilang ketika hendak membayar makanan dan mengecek saldo rekeningnya.
Ia terkejut setelah mengetahui uang yang tersimpan di rekening tersebut hanya tersisa sekitar Rp 1 juta dari saldo yang diketahui mencapai Rp 1 miliar.
"Saat aku mau bayar makan, aku cek saldo di ATM aku, aku syok, karena uangnya tinggal tersisa Rp 1 juta," ujar Vilmei dalam video yang diunggah di akun TikTok miliknya.
Saldo tersebut merupakan pendapatan akun TikTok Vilmei yang selama tujuh tahun ini tidak pernah dicairkan maupun digunakan.
Setelah mengetahui saldo berkurang, Vilmei bersama keluarganya kemudian menelusuri riwayat transaksi rekening untuk mengetahui penyebab hilangnya dana tersebut.
Dari penelusuran itu, dana diduga telah berkurang secara bertahap selama sekitar satu tahun.
Penelusuran yang dilakukan Vilmei bersama keluarganya kemudian mengarah kepada karyawan yang memiliki akses terhadap ponsel operasional dan akun terkait.
Baca juga: Sosok Anik Sriningsih, Istri Botok Orasi di Depan Pimpian DPR Minta Koruptor Dihukum Mati: Merugikan
Vilmei mengumpulkan sejumlah karyawan untuk mengetahui siapa yang memiliki akses terhadap akun dan perangkat tersebut.
Setelah ia mengumpulkan karyawannya, Vilmei menduga salah satunya mengambil uang miliknya.
"Aku sedih sekaligus pusing, salah satu karyawan aku bernama Zahra mengambil uang aku Rp 1,28 miliar," kata Vilmei.
Dugaan penggelapan itu kemudian dilaporkan Vilmei ke Polres Metro Bekasi Kota untuk ditindaklanjuti.
Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota AKP Suparyono mengatakan, penyidik masih mendalami dugaan penggelapan yang dilaporkan tersebut.
"Ya, memang sudah ada laporannya (penggelapan dana)," ujar Suparyono saat dikonfirmasi Kompas.com melalui WhatsApp, Kamis (27/8/2026).
Dalam pendalaman awal, polisi menemukan adanya transaksi pembelian koin TikTok pada 5 hingga 11 Agustus 2026.
Koin tersebut diduga kemudian digunakan untuk mengirim gift kepada sejumlah akun TikTok yang berkaitan dengan terduga pelaku.
Polisi mencatat terdapat sekitar 18 akun yang diduga menerima gift dari rangkaian transaksi tersebut.
Sejumlah akun penerima disebut berkaitan dengan terduga pelaku, termasuk akun milik teman dan mantan pacarnya.
"Polisi masih mendalami nominal yang diterima masing-masing akun," ujar Suparyono.
Setelah menerima gift, dana tersebut diduga kembali dicairkan melalui akun-akun penerima.
Polisi juga masih menelusuri apakah pemilik 18 akun tersebut mengetahui asal dana yang diterima serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Vilmei memiliki nama lengkap Meicy Villia Kalangi.
Ia dikenal sebagai konten kreator, selebgram, YouTuber, sekaligus pebisnis yang aktif membangun kariernya melalui berbagai platform media sosial.
Vilmei mulai aktif menekuni dunia konten pada awal 2020-an.
Sejak saat itu, ia terus membangun eksistensinya melalui TikTok, YouTube, dan Instagram dengan menghadirkan berbagai macam konten yang menghibur sekaligus menarik perhatian warganet.
Perjalanan karier Vilmei mulai berkembang pesat ketika dirinya konsisten membuat konten dengan konsep yang beragam.
Ia tidak hanya mengandalkan satu jenis konten, tetapi mencoba berbagai ide yang mampu membuat namanya semakin dikenal.
Pada awal kariernya sebagai kreator, Vilmei diketahui membuat berbagai konten ringan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mulai dari video unboxing mainan, memasak makanan sederhana, hingga mengikuti berbagai challenge unik.
Salah satu konten yang cukup menarik perhatian adalah ketika Vilmei membuat konten tentang rumah semut.
Konsep yang terbilang sederhana tersebut justru mampu mengundang rasa penasaran penonton dan memperlihatkan kemampuannya dalam mengemas ide menjadi tontonan yang menarik.
Namun, titik penting dalam perjalanan popularitas Vilmei datang ketika dirinya mulai membuat konten bagi-bagi THR kepada para pengikutnya.
Konten tersebut berhasil menarik perhatian publik dan membuat namanya semakin dikenal luas.
Sejak saat itu, popularitas Vilmei melesat dengan cepat.
Konten-kontennya semakin sering muncul di berbagai platform media sosial dan membuat jumlah pengikutnya terus bertambah.
Di balik popularitas tersebut, Vilmei juga dikenal sebagai kreator yang aktif membagikan berbagai sisi kehidupannya kepada para penggemar.
Tidak hanya membuat konten hiburan, ia juga kerap mengabadikan perjalanan dan aktivitas pribadinya.
Salah satu kegiatan yang disukai Vilmei adalah traveling.
Ia diketahui gemar mengunjungi berbagai daerah di Indonesia dan mengabadikan momen perjalanan tersebut melalui vlog yang kemudian dibagikan di kanal YouTube miliknya.
(Bangkapos.com/Kompas.com/TribunStyle.com)