Anggota TNI Diamankan Polisi Saat Demo DPR, Polda Metro Sebut Ada Kesalahpahaman
Wawan Akuba August 29, 2026 02:45 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang pria berpakaian sipil yang disebut merupakan anggota TNI sempat diamankan polisi saat pengamanan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman, sejumlah polisi terlihat mengamankan seorang pria berambut cepak dari tengah kerumunan massa.

Seorang polisi berseragam bahkan terlihat hendak menendang pria tersebut menggunakan dengkul. Namun, tindakan itu tidak berlanjut setelah petugas lain melindungi pria tersebut.

Baca juga: Padahal tak Punya HP, Lansia Ini Gagal Dapat Bansos Gara-gara Terindikasi Judol

Dalam cuplikan berikutnya, pria tersebut terlihat jongkok dan ditanya mengenai identitasnya. Sejumlah kartu identitas tampak diletakkan di atas aspal.

Seorang pria kemudian menanyakan apakah ia berasal dari Kodam.

"Siap, Batalyon 203," jawab pria tersebut.

Ia kemudian menjelaskan bahwa sebelum diamankan dirinya sedang duduk bersama Provos dan tidak mengikuti aksi demonstrasi.

"Tadi saya duduk di situ sama Provos. Ini ada videonya saya duduk. Saya enggak ikut-ikutan," ujarnya sambil menunjuk sebuah ponsel yang berada di atas aspal.

Polda Metro Sebut Kesalahpahaman

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurut Budi, kejadian itu merupakan kesalahpahaman yang terjadi di tengah kondisi lapangan yang ramai.

"Kami menyampaikan bahwa ini terjadi kesalahpahaman di kondisi di lapangan," kata Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/8/2026).

Ia menjelaskan, situasi yang sangat padat membuat petugas kesulitan mengenali aparat penegak hukum dari institusi lain yang berada di lokasi.

Baca juga: Kenalan di Medsos, Remaja Perempuan Kehilangan Motor Dibawa Kabur Teman Barunya

Persoalan tersebut kemudian diselesaikan melalui koordinasi antarinstitusi.

"Antar institusi sudah berkoordinasi untuk menyelesaikan persoalan ini, ya, dalam kondisi yang memang crowded pada saat memang di lapangan situasi dan kondisi yang sulit untuk kita mengenali masing-masing," jelas Budi.

Identitas Pria Belum Dikonfirmasi

Dalam narasi video yang beredar, pria tersebut disebut bernama Natan Sagala dan mengaku sebagai mahasiswa.

Narasi unggahan juga menyebut adanya dugaan keterkaitan pria tersebut dengan institusi TNI berdasarkan identitas dan sejumlah barang yang disebut dibawanya.

Namun, informasi mengenai identitas lengkap dan status pria tersebut belum terkonfirmasi secara independen.

Tribunnews.com telah meminta konfirmasi kepada Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas pada Jumat (28/8/2026).

Konfirmasi tersebut antara lain menanyakan identitas pria, statusnya sebagai anggota TNI, serta kepastian bahwa ia diamankan saat aksi 27 Agustus 2026.

Nas memberikan tanggapan singkat.

TNI Bantu Pengamanan di Jakarta

Budi menjelaskan bahwa personel TNI memang dilibatkan dalam pengamanan sejumlah aktivitas masyarakat di Jakarta sebagai bentuk perbantuan kepada kepolisian.

Selain TNI, sejumlah unsur dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga dilibatkan dalam pengamanan kegiatan masyarakat.

Menurut Budi, keterlibatan berbagai unsur tersebut merupakan bagian dari sinergitas untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Baca juga: Putus Cinta Berujung Teror, Rumah Wanita ini Dilempar Batu hingga Kaca Pecah oleh Mantan Pacar

"Jadi semua aktivitas kegiatan masyarakat ini wujud sinergitas untuk menjaga Jakarta bukan hanya tugas satu institusi tapi ada komponen-komponen lain termasuk masyarakat," jelas Budi.

Demo di Depan Gedung DPR

Pada Kamis (27/8/2026), warga Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi di depan Gedung DPR RI.

Massa menyampaikan tuntutan terkait pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.

Setelah massa AMPB membubarkan diri usai menyampaikan aspirasi dan melakukan audiensi dengan pimpinan DPR RI, kericuhan antara kelompok massa lain dan polisi terjadi di sejumlah titik di Jakarta Pusat.

Hingga saat ini, belum ada keterangan yang mengaitkan pria dalam video tersebut dengan kericuhan yang terjadi setelah aksi tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.