TRIBUNKALTARA.COM - Inilah kisah Desy Natalia, anggota Paskibraka Nasional 2026 asal Kaltara, yang ceritakan pengalaman selama masa karantina dan tak pegang handphone atau HP.
Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka Nasional, tentunya bukan perkara mudah.
Pasalnya, calon Paskibraka Nasional harus bersaing dengan pelajar lainnya, dari berbagai daerah di Indonesia.
Calon anggota Paskibraka Nasional harus melewati seleksi berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, sebelum akhirnya tampil di Istana Merdeka, Jakarta.
Ada tes kemampuan baris berbaris, fisik, psikologi, dan rangkaian tes lainnya sebelum dinyatakan lolos jadi Paskibraka Nasional.
Tak ayal, kesempatan lolos jadi Paskibraka Nasional merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.
Baca juga: Wakil Kepala SMKN 1 Tanjung Selor Sebut Sosok Desy Natalia Paskibraka Nasional 2026 Disiplin
Begitulah yang dirasakan Desy Natalia (17).
Remaja kelahiran Kabupaten Bulungan, 10 Desember 2008.
Desy Natalia saat ini tercatat sebagai pelajar kelas XI di SMKN 1 Tanjung Selor.
SMKN 1 Tanjung Selor terletak di Jl Skip 1 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.
Letaknya di pusat kota Tanjung Selor, yang juga ibu kota Kalimantan Utara.
"Sangat terharu dan senang pastinya, karena bisa sampai ke Istana Merdeka Jakarta, sebagai Paskibraka Nasional.
Puji Tuhan, bangga juga karena bisa mewakili daerah kita, Kabupaten Bulungan dan Kalimantan Utara ke tingkat nasional," kata Desy Natalia, saat berbincang dengan TribunKaltara.com baru-baru ini.
Putri pasangan Sujak Subagio dan Magdalena itu, salah satu dari dua wakil Kalimantan Utara sebagai Paskibraka Nasional 2026.
Selain Desy Natalia, ada Muhammad Zainal Ihsan, pelajar dari Kota Tarakan.
Keduanya terpilih menjadi wakil Kaltara, dan tampil di hadapan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Upacara HUT ke-81 RI dipusatkan di Istana Merdeka Jakarta, Senin 17 Agustus 2026 lalu.
"Sangat senang karena bisa melihat Bapak Presiden Prabowo secara langsung, dan bertemu dengan orang-orang yang hebat di negeri ini.
Termasuk bersyukur bisa bertemu dengan rekan-rekan Paskibraka Nasional dari seluruh provinsi se-Indonesia.
Tentu kesan dan pengalaman yang tak bisa kami lupakan, sebagai anggota Paskibraka Nasional tahun 2026," ujar Desy Natalia.
Baca juga: Desy Natalia Siswi SMKN 1 Tanjung Selor Terpilih Paskibraka Nasonal Wakili Kaltara, Ingin Jadi Kowad
Kata Desy Natalia, banyak pengalaman berharga saat berada di Jakarta.
Mulai dari pemusatan latihan Paskibraka Nasional, hingga akhirnya bisa tampil di upacara HUT ke-81 RI Tahun 2026.
"Pengalaman penting itu, karena bisa belajar soal disiplin.
Apapun kegiatan, harus disiplin.
Begitu kata pelatih.
Misalnya, saat diberikan waktu untuk makan, harus sesuai dengan jam makan yang ditentukan," tambah remaja yang juga hobby olahraga kurash dan gulat itu.
Desy Natalia juga menceritakan, saat dirinya bersama Paskibraka Nasional lainnya, tidak diperbolehkan memegang handphone selama masa karantina.
"Kurang lebih 40 hari itu, saat masa karantina.
Kami harus fokus menerima materi dari pelatih selama karantina.
Sempat merasa sedih juga, karena harus lama berpisah jauh dengan keluarga di rumah.
Tapi lama kelamaan, sudah terbiasa, hingga akhirnya bisa tampil di HUT ke-81 RI depan Presiden Prabowo, dan peserta upacara lainnya," katanya.
Desy Natalia bersyukur, karena ia dan Paskibraka Nasional lainnya dapat menjalankan tugas dengan baik saat HUT ke-81 RI.
Pada upacara pengibaran bendera merah putih HUT ke-81 RI, Desy Natalia tergabung di dalam pasukan 17 serpihan kiri nomor enam.
Ibu Desy Natalia yakni Magdalena diundang langsung menyaksikan putrinya bertugas di Istana Merdeka.
"Ini pengalaman yang sangat berharga bagi kami.
Semoga ke depan akan jadi bekal penting setelah lulus sekolah.
Terima kasih kepada orang tua, guru, pelatih, dan semua pihak yang telah membantu hingga kami bisa lolos jadi Paskibraka Nasional tahun 2026," pungkasnya.
Baca juga: 76 Nama-nama Calon Paskibraka Nasional 2026 Terpilih, Zainal Ihsan dan Desy Natalia Wakili Kaltara
Nama: Desy Natalia
Tempat tanggal lahir: Bulungan, 10 Desember 2008
Agama: Kristen
Orang tua
Ayah: Sujak Subagio
Ibu: Magdalena
Sekolah: SMKN 1 Tanjung Selor
1. Provinsi Aceh
Putra: Muhammad Hibban Annafis
Putri: Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang
2. Provinsi Sumatera Utara (Sumut)
Putra: Gussa Oliver Nainggolan
Putri: Felesia Rismaito Munthe
3. Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)
Putra: Ahmad Alfatih
Putri: Ulya Kireina Halim
4. Provinsi Riau
Putra: Rizqy Aditya Siregar
Putri: Arifa Rahma Maulydha
5. Provinsi Jambi
Putra: Achmad Fachri Mubarok
Putri: Rizkia Putri
6. Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)
Putra: Muhammad Ikhsan Nugroho
Putri: Khalyana Zahira Sandi
7. Provinsi Bengkulu
Putra: M. Aryo Wira Zandhyka
Putri: Nadine Permata Vanza
8. Provinsi Lampung
Putra: Naufal Ghaly Oktora
Putri: Chika Azahra Salsabilla
9. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Putra: Muhammad Furqoen Nul Hakim
Putri: Fira Haniyah
10. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)
Putra: Muhammad Salman Farisi
Putri: Raudah Mabrura
11. Provinsi DKI Jakarta
Putra: Muazzam Saqif Hasani Siregar
Putri: Latiesha Firenzie Bharata
12. Provinsi Jawa Barat (Jabar)
Putra: Baruno Wicaksono
Putri: Aisha Calista Permata
13. Provinsi Jawa Tengah (Jateng)
Putra: Hilmi Tisna Yuwanda
Putri: Qothrunnada Azzahra Husna
14. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Putra: Ahmad Raditya
Putri: Anggita Ayu Mahanani Hanifah
15. Provinsi Jawa Timur (Jatim)
Putra: Reihan Nifan Arkana
Putri: Angelica Theona Putri
16. Provinsi Banten
Putra: Chaysar Purnama Putra
Putri: Adzra Khairy Fadian
17. Provinsi Bali
Putra: I Made Dwi Sathya Kurniawan
Putri: Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani
18. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
Putra: Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana
Putri: Belvana Rolanda Vindia Kurniawan
19. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Putra: Atanasius Meyllano Frans Yogar
Putri: Eighteen Jeanette Hekboy
20. Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar)
Putra: Mirza Rafi Navazani
Putri: Celine Olivia Apriani Theo
21. Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng)
Putra: Muhammad Azham Alfarizqi
Putri: Ajeng Bunga Safitri
22. Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)
Putra: I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti
Putri: Siti Nur Adlina
23. Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)
Putra: Gus Luthfy Azka Nararya
Putri: Julita Rista Lestari
24. Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara )
Putra: Muhammad Zainal Ihsan
Putri: Desy Natalia
25. Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)
Putra: Gabriel Gilbert Miller Kamasi
Putri: Faith Louisa Tabita Maengkom
26. Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng)
Putra: Fahriansyah Rihama
Putri: Chintya Graciella Rorong
27. Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel)
Putra: Juan Pablo
Putri: Taswina Putri
28. Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)
Putra: Laode Reyhan Putra Satria Korwa
Putri: Waode Bintang Adisya
29. Provinsi Gorontalo
Putra: Muhammad Azka Gaib
Putri: Khasyifa Anindi Sudarmanto
30. Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar)
Putra: M. Deni Fikri
Putri: Ismi Ulfaida
31. Provinsi Maluku
Putra: Louise Adriano Hutasoit
Putri: Cinzia Christovani Marantika
32. Provinsi Maluku Utara
Putra: Haikal Khadafi H. Laode
Putri: Mardhatilla A. Putri
33. Provinsi Papua
Putra: Johanes Matius Paulus Rumsayor
Putri: Neeltje Deliana Insjowi Werimon
34. Provinsi Papua Barat Daya
Putra: Pieter Felix Paskah Yapen
Putri: Vila Delvia Nauri
35. Provinsi Papua Barat
Putra: Marco Marcel Kurei
Putri: Hasna Iriani Rumbiak
36. Provinsi Papua Selatan
Putra: Vinsensius Renaldi Oey Yolmen
Putri: Kristina Ndiken
37. Provinsi Papua Tengah
Putra: Christopher Leon Bringga Tabuni
Putri: Gladys Manuella Aibekob
38. Provinsi Papua Pegunungan
Putra: Michael Marchel Winka Fakdawer
Putri: Julia Maharani Dabi
(*)
Tim penulis:
- Novri Adi Dwi Saputra (siswa SMKN 1 Tanjung Palas Utara)
- Jessica Dhesta Chendy (Siswi SMKN 1 Tanjung Palas Utara)
- Marsya (Siswi SMKN 2 Tanjung Selor)