Kenapa Kita Sering Bilang "Terserah" Padahal Sebenarnya Punya Pilihan?
Wawan Akuba August 29, 2026 03:59 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Kalimat ini mungkin terdengar sederhana. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kata “terserah” tidak selalu berarti seseorang benar-benar tidak punya pilihan.

Kadang kita sebenarnya sudah tahu mau makan apa, ingin pergi ke mana, atau punya pendapat soal suatu hal. Hanya saja, kita memilih mengatakan “terserah”.

Tak Selalu Berarti Tidak Punya Pilihan

Dalam percakapan, “terserah” bisa menjadi cara untuk menghindari perdebatan atau menyerahkan keputusan kepada orang lain.

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Marketing Research menemukan bahwa komunikasi saat dua orang mengambil keputusan bersama memiliki beberapa pola.

Salah satunya disebut one-sided communication, ketika seseorang merespons secara pasif dengan kalimat seperti “terserah kamu” atau “apa saja”.

Baca juga: Kenapa Kita Sering Buka HP Padahal Tidak Ada Notifikasi?

Artinya, “terserah” memang bisa menjadi tanda bahwa seseorang memilih tidak ikut aktif dalam proses pengambilan keputusan.

Bisa Jadi Sebenarnya Punya Pilihan

Misalnya ketika teman bertanya, “Mau makan di mana?”

Kita sebenarnya ingin makan bakso. Tapi karena tidak ingin dianggap merepotkan atau takut pilihan kita tidak disukai, kita menjawab, “Terserah.”

Dalam kondisi lain, “terserah” juga bisa muncul karena seseorang merasa sudah terlalu sering menentukan pilihan.

Penelitian yang sama menunjukkan bahwa cara pasangan berbicara saat mengambil keputusan dapat memengaruhi kepuasan terhadap pilihan maupun hubungan mereka.

Komunikasi yang lebih terbuka, seperti menjelaskan keinginan dan menanyakan preferensi masing-masing, cenderung membantu proses pengambilan keputusan.

Kadang Kita Hanya Ingin Ditanya Lagi

Menariknya, ada kalanya “terserah” bukan benar-benar berarti “apa saja”.

Seseorang mungkin berharap lawan bicaranya bertanya lagi, misalnya, “Serius terserah?” atau “Kalau kamu sendiri maunya apa?”

Dari situ, keinginan yang sebenarnya bisa muncul.

Karena itu, daripada langsung menebak maksud seseorang, cara yang lebih aman adalah bertanya kembali.

“Kalau kamu sendiri sebenarnya mau yang mana?”

Pertanyaan sederhana seperti ini bisa membuat percakapan lebih jelas daripada terus menebak-nebak arti “terserah”.

Jadi, Kenapa Kita Bilang "Terserah"?

Alasannya bisa bermacam-macam: memang tidak punya preferensi, malas berdebat, ingin memberi kesempatan kepada orang lain memilih, merasa keputusan bukan hal penting, atau sebenarnya punya pilihan tetapi enggan mengatakannya.

Jadi, kalau lain kali seseorang mengatakan “terserah”, jangan buru-buru menganggap dia benar-benar tidak peduli.

Bisa saja dia memang tidak punya pilihan.

Tapi bisa juga... dia punya pilihan, hanya belum ingin mengatakannya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.