SURYA.co.id, LAMONGAN — Perjalanan peserta Megilan Entrepreneur (Megpreneur) 2026 Kabupaten Lamongan tak berhenti setelah sesi inkubasi offline berakhir.
Para pemenang program tersebut mendapat peluang untuk memperluas pengalaman bisnis melalui studi karya ke sejumlah perusahaan di Jakarta, termasuk berkunjung ke sponsor program seperti TikTok.
Rencana tersebut disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib saat menghadiri penutupan Megpreneur 2026 di Halaman Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jumat (28/8/2026) malam.
Kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan wirausahawan muda Lamongan dengan ekosistem bisnis yang lebih luas.
"Terima kasih Mas Labib yang nantinya akan mengajak pemenang ke Jakarta, studi karya ke beberapa perusahaan dan mampir ke sponsornya TikTok," ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Sebanyak 200 peserta terpilih sebelumnya mengikuti rangkaian inkubasi bisnis intensif selama tiga hari, mulai Rabu (26/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026).
Mereka merupakan bagian dari proses penjaringan Megpreneur 2026 yang diikuti ratusan pendaftar. Tercatat 319 peserta mendaftar, dengan 184 bisnis terdaftar sebelum peserta terpilih mengikuti sesi offline.
Bidang usaha yang dikembangkan peserta cukup beragam. Mulai dari makanan dan minuman, jasa, teknologi dan aplikasi, hingga sektor pertanian melalui segmen Agripreneur.
Agripreneur secara khusus membuka ruang bagi pengembangan bisnis berbasis pertanian, peternakan, perikanan, serta agroindustri.
Selama inkubasi, peserta mendapatkan pendampingan untuk memperkuat model bisnis, mengembangkan inovasi, membuka akses pasar, serta mempersiapkan usaha agar mampu berkembang di luar pasar lokal.
Tak hanya pendampingan, Megpreneur 2026 juga memberikan akses pembiayaan dan investasi dengan total nilai mencapai Rp120 juta.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan usaha setelah menyelesaikan proses inkubasi.
Program juga mendorong peserta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dalam bisnis secara berkelanjutan, bukan sekadar menghasilkan ide selama mengikuti program.
Bagi sektor Agripreneur, pendekatan tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan potensi besar Lamongan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan agroindustri menjadi produk bernilai tambah.
Ahmad Labib mengingatkan peserta agar tidak melihat perkembangan teknologi sebagai ancaman, tetapi sebagai peluang untuk memperluas pasar.
Menurutnya, generasi muda memiliki ruang besar untuk menciptakan produk inovatif sekaligus memanfaatkan teknologi dalam proses pemasaran.
"Masa depan teknologi masih panjang, ini peluang kita. 2030 ke atas merupakan puncak demografi, harus kita tangkap. Produk apa saja bisa kita pasarkan," kata Ahmad Labib.
Ia juga meminta para peserta, khususnya pemenang Megpreneur, terus berani menciptakan produk baru.
"Semangat untuk pemenang Megpreneur, masa depan masih panjang, peluang bisnis masih banyak. Yang perlu diperbuat adalah produk inovatif," pesannya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi pelaksanaan Megpreneur 2026 yang mempertemukan anak muda dengan mentor, jaringan bisnis, serta berbagai peluang pengembangan usaha.
Menurutnya, generasi muda dengan ide dan kreativitas merupakan modal penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kita yakin dengan adanya generasi muda yang penuh bakat ini nantinya akan menjadi pengusaha sukses," ujar Yuhronur.
Ia berharap pengetahuan dan jaringan yang diperoleh selama tiga hari inkubasi tidak berhenti setelah acara ditutup.
Sebaliknya, peserta diminta menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan bisnis secara nyata dan berkelanjutan.
Dalam penutupan tersebut, Yuhronur juga menyerahkan sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada 10 inovasi bisnis terpilih.
Upaya memperluas pasar juga dilakukan melalui kolaborasi Pemkab Lamongan dengan berbagai pihak, salah satunya TikTok.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan ekosistem digital dalam memperkenalkan produk, membangun merek, hingga menjangkau konsumen di luar Lamongan.
Semangat digitalisasi juga terlihat dalam rangkaian penutupan Megpreneur melalui content creator competition.
Kegiatan tersebut mendorong peserta mengasah kreativitas dalam membuat konten sebagai bagian dari strategi promosi produk.
Selain itu, Pemkab Lamongan menyediakan klinik perizinan UMKM yang membantu pelaku usaha memperoleh informasi serta pendampingan mengenai legalitas bisnis.
Penutupan Megpreneur 2026 turut diramaikan dengan bazar yang menampilkan produk-produk peserta.
Pengunjung dapat melihat langsung berbagai inovasi usaha yang dikembangkan selama mengikuti program.
Acara juga diisi Stand Up Comedy Lamongan sehingga suasana penutupan tidak hanya berorientasi pada kegiatan bisnis, tetapi juga menghadirkan hiburan bagi peserta dan masyarakat.
Dengan berakhirnya sesi offline, para peserta kini dihadapkan pada tahap yang lebih penting, yakni membuktikan bahwa ide dan inovasi yang dikembangkan selama inkubasi dapat menjadi usaha yang tumbuh.
Pemkab Lamongan berharap Megpreneur mampu melahirkan wirausahawan yang adaptif terhadap teknologi, berani berinovasi, menciptakan lapangan kerja, dan mampu membawa produk lokal menembus pasar yang lebih luas.