TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Hujan deras yang mengguyur Kota dan Kabupaten Jayapura sejak Sabtu (29/8/2026) dini hari hingga pagi menyebabkan banjir cukup parah di sejumlah titik.
Kawasan Pusat Perdagangan (PTC) Entrop, Distrik Jayapura Selatan menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai 70 hingga 100 sentimeter.
Genangan air merendam badan jalan, kawasan pertokoan, hingga fasilitas publik.
Markas Polsek (Mapolsek) serta Koramil Jayapura Selatan turut terendam banjir dan material lumpur.
Baca juga: Banjir dan Longsor Melanda Jayawijaya, Akses Jalan Strategis Wamena–Tolikara Putus
Dampaknya, ruas jalan utama yang menghubungkan Jayapura dan Abepura lumpuh total serta tidak dapat dilalui kendaraan.
Sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar kawasan PTC Entrop juga ikut terendam.
Guna menghindari kemacetan dan bahaya, petugas mengalihkan arus lalu lintas bagi pengendara yang hendak menuju Jayapura maupun Abepura melalui jalur Ring Road dan jalan baru.
Banjir ini diduga kuat dipicu oleh tersumbatnya saluran drainase dan aliran sungai di sekitar kawasan PTC Entrop oleh tumpukan sampah, sehingga air meluap cepat ke permukaan jalan.
Hingga Sabtu siang, personel Polsek dan Koramil Jayapura Selatan bahu-membahu membersihkan genangan air, sampah, serta lumpur yang masuk ke dalam area kantor mereka.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura, Arif, menjelaskan potensi hujan intensitas sedang hingga tinggi masih dapat terjadi meski wilayah Papua saat ini telah memasuki musim kemarau.
Baca juga: Polisi Tangani Sampah Terbakar di Sentani, Bripka Awal Imbau Warga Tak Buang Sampah Sembarangan
"Ini artinya meski musim kemarau, sejumlah wilayah di Papua masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap intensitas hujan yang berlangsung lama karena bisa memicu banjir dan longsor," ujar Arif.
BMKG mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di ruas jalan yang masih tergenang air guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (*)
Sumber: kompas.com