TRIBUN-MEDAN.COM – Profesi asli Melva Pardede disorot usai semprot Botok Cs saat demo 27 Agustus 2026.
Adapun Melva Pardede yang tengah menjadi sorotan setelah videonya viral menyemprot Botok Cs.
Kini ramai disebut Melva Pardede bukanlah seorang driver ojol.
Hingga profesi asli Melva pun menuai sorotan.
Pertanyaan mengenai pekerjaan asli Melva muncul setelah video protesnya viral.
Sejumlah akun media sosial menyebarkan narasi bahwa Melva bukan pengemudi ojol.
Ada pula unggahan yang menyebut perempuan tersebut pernah menjadi aktivis dan pernah terlibat sebagai tim sukses calon anggota legislatif.
Namun, informasi tersebut belum terkonfirmasi secara independen.
Identitas dan alamat pribadi yang disebarkan sejumlah akun juga tidak dapat dijadikan bukti bahwa seseorang bukan pengemudi ojol.
Begitu pula dengan klaim mengenai latar belakang politik atau aktivitas masa lalunya.
Baca juga: Alvino Purba, Bocah 7 Tahun Korban Kekerasan, Pulang ke Sidikalang dengan Luka dan Harapan
Karena itu, penyebutan Melva sebagai "ojol jadi-jadian", mantan tim sukses, atau pihak yang sengaja ingin membuat Jakarta kacau sebaiknya tidak diperlakukan sebagai fakta sebelum terdapat bukti dan konfirmasi dari pihak yang bersangkutan.
Sebelumnya ia mendadak menuai sorotan setelah dirinya meluapkan kekecewaan terhadap massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) lewat video yang viral di media sosial.
Dalam rekaman, Melva tampak mengenakan jaket ojek online (ojol) ketika menyampaikan protes kepada massa Pati yang membubarkan diri dari depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Protes tersebut muncul setelah perwakilan AMPB bersama Supriyono alias Botok bertemu pimpinan DPR RI.
Dalam pertemuan itu, aspirasi mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dibahas.
Pimpinan DPR menyatakan komitmen agar RUU Perampasan Aset dapat disahkan paling lambat 15 Desember 2026.
Setelah mendapatkan komitmen tersebut, massa Pati kemudian meninggalkan lokasi aksi sekitar pukul 11.55 WIB.
Keputusan itu ternyata membuat sebagian relawan ojol yang masih berada di lokasi merasa kecewa.
Satu diantaranya Melva Maria Rosa Pardede.
Melva mempertanyakan keputusan massa Pati yang memilih pulang setelah mendapatkan hasil audiensi dengan pimpinan DPR.
Menurutnya, para relawan ojol sebelumnya ikut membantu kebutuhan massa Pati, termasuk dalam hal pengawalan dan logistik selama berada di Jakarta.
Kekecewaan itu kemudian disampaikan Melva secara terbuka di depan Gedung DPR.
"Dari Pati pulang dulu,"
"Terima kasih semuanya, ya,"
Baca juga: Siapa Sosok Tiga Kepala Daerah di Jateng yang Berpotensi Ditangkap KPK?
Kalimat tersebut diucapkan ketika massa Pati membubarkan diri.
Melva kemudian melontarkan kritik keras.
"Saudaraku Pati, kami warga Jakarta merasa diberaki oleh kalian. Kalian main pulang saja sesudah dari dalam. Kalian sudah cair, kalian pulang," kata Melva Maria Rosa Pardede.
Ia mempertanyakan nasib rekan-rekan driver ojol yang merasa sudah berkontribusi dalam perjuangan massa Pati menyampaikan aspirasi.
"Bagaimana nasib rekan-rekan saya yang membackingin anda pada saat anda diciduk aparat," katanya.
"Kalian kalau mau buang sampah jangan di Jakarta, silahkan di Pati," tambahnya.
Melva bahkan menyatakan akan menolak apabila massa Pati kembali datang ke Jakarta.
"Kalau kalian datang lagi 15 Desember misalkan disahkan RUU itu, jangan injak lagi Jakarta," katanya.
Ia merasa bantuan yang diberikan selama aksi tidak mendapatkan penghargaan yang semestinya.
(*/Tribun-medan.com//Bangkapos)