10,78 Juta Kartu ATM Beredar di Sulsel, Transaksi Turun 10 Persen
Ansar August 29, 2026 05:06 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kartu ATM/Debit masih dimiliki 10,78 juta warga Sulawesi Selatan, tetapi penggunaannya terus menurun.

Bank Indonesia (BI) Sulsel mencatat volume transaksi kartu ATM/Debit hingga semester I 2026 hanya 15,18 juta transaksi, turun 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Volume transaksi QRIS hingga Juni 2026 mencapai 28,8 juta transaksi atau melonjak 140 persen secara tahunan.

Data tersebut menunjukkan perubahan pola pembayaran masyarakat Sulsel.

Kartu ATM/Debit masih beredar dalam jumlah besar, tetapi transaksi bergeser ke pembayaran digital.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan masyarakat kini lebih memilih QRIS dibanding kartu ATM/Debit.

"Sekarang preferensinya menggunakan QRIS dibanding ATM atau debit. Ini sesuatu yang wajar," kata Rizki di Bali, Kamis (27/8/2026).

Kartu ATM Bertambah, Transaksi Menurun

Jumlah kartu ATM/Debit di Sulsel hingga semester I 2026 mencapai 10,78 juta kartu.

Jumlah tersebut tumbuh 1,85 persen secara tahunan dari periode sebelumnya yang mencapai 10,33 juta kartu.

Namun, pertumbuhan jumlah kartu tidak diikuti peningkatan transaksi.

Volume transaksi kartu ATM/Debit hanya mencapai 15,18 juta transaksi dan turun 10 persen secara tahunan.

Pada 2023, volume transaksi kartu debit di Sulsel masih mencapai 17,41 juta transaksi.

Nilai transaksi kartu ATM/Debit hingga semester I 2026 juga turun 2 persen secara tahunan menjadi Rp22,78 triliun.

Data tersebut memperlihatkan bahwa kepemilikan kartu ATM/Debit masih tinggi, tetapi frekuensi penggunaannya menurun.

Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Makassar (UNM), Syamsu Alam, menilai pertumbuhan jumlah kartu tidak terlepas dari layanan perbankan yang umumnya menyertakan kartu saat nasabah membuka rekening.

"Kalau dari sisi perbankan, banyak orang bikin kartu, bikin tabungan baru, itu potensi keuntungan bagi dia," kata Syamsu, Jumat (28/8/2026).

QRIS Tumbuh 140 Persen

Di tengah penurunan transaksi kartu ATM/Debit, penggunaan QRIS justru meningkat tajam.

BI Sulsel mencatat jumlah pengguna QRIS mencapai sekitar 1,48 juta hingga Juni 2026.

Jumlah tersebut tumbuh 17,5 persen secara tahunan.

Jumlah merchant QRIS juga mencapai sekitar 1,46 juta dan tumbuh 16,5 persen.

Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada volume transaksi.

Sebanyak 28,8 juta transaksi tercatat melalui QRIS hingga Juni 2026, meningkat 140 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan volume transaksi jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan jumlah pengguna.

Artinya, peningkatan penggunaan QRIS tidak hanya berasal dari bertambahnya pengguna baru. Masyarakat yang sudah menggunakan QRIS juga semakin sering memanfaatkannya untuk bertransaksi.

Nominal transaksi QRIS mencapai Rp2,57 triliun hingga Juni 2026.

Nilai tersebut tumbuh 83 persen secara tahunan.

Rizki mengatakan pertumbuhan pengguna, merchant, volume, dan nominal transaksi menunjukkan ekosistem pembayaran digital di Sulsel terus meluas.

"Jadi pertumbuhan QRIS di Sulawesi Selatan ini luar biasa," katanya.

Perubahan tersebut membuat pola transaksi masyarakat Sulsel semakin bergeser.

Kartu ATM/Debit tetap memiliki basis pengguna yang besar, tetapi frekuensi transaksi menurun.

Sebaliknya, QRIS semakin banyak digunakan karena jumlah pengguna dan merchant bertambah, sementara frekuensi transaksinya tumbuh jauh lebih cepat.

Dengan volume 28,8 juta transaksi, penggunaan QRIS hingga Juni 2026 sudah menunjukkan aktivitas transaksi yang lebih tinggi dibanding kartu ATM/Debit yang mencatat 15,18 juta transaksi pada periode yang sama. (*)

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.