4 Santri DDI Mattoanging Wakili Bantaeng di Olimpiade Bahasa Arab Sulsel, Bersaing 198 Peserta
Ansar August 29, 2026 05:06 PM

Penulis: Ahmad Rafiq Sekretaris Yayasan Darul Falah PP DDI Mattoanging Bantaeng.

TRIBUN-TIMUR.COM, BANTAENG - Empat santri Pondok Pesantren DDI Mattoanging mewakili Kabupaten Bantaeng pada Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Kompetisi tersebut digelar Forum MGMP Bahasa Arab se-Sulawesi Selatan di PPM Al-Fityan Gowa, Sabtu (29/8/2026).

Empat santri yang tampil berasal dari jenjang SMP dan Madrasah Aliyah (MA) DDI Mattoanging.

Mereka yakni Mahdiyyah Dzakiyyah dan Anisah Auliyah Azzahra dari jenjang SMP, serta Muh Mujtahidurridho dan Kifka Ihsani Ramli dari jenjang MA.

Selain empat santri, guru Bahasa Arab SMP DDI Mattoanging, Andi, S.H., juga mewakili Bantaeng pada kategori guru.

OBA tingkat provinsi ini mempertemukan peserta terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel.

Peserta merupakan juara 1 dan juara 2 pada seleksi tingkat kabupaten/kota sehingga kompetisi menjadi tahap lanjutan bagi peserta yang telah lolos dari daerah masing-masing.

Tahun ini, OBA diikuti 198 peserta.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya partisipasi pelajar dan pendidik madrasah serta pesantren dalam kompetisi Bahasa Arab di Sulsel.

Bagi empat santri DDI Mattoanging, ajang tersebut menjadi kesempatan menguji kemampuan setelah melewati seleksi tingkat kabupaten.

Mereka kini bersaing dengan peserta yang juga merupakan juara terbaik dari daerah masing-masing.

OBA ke-9 tingkat provinsi juga menjadi bagian dari seleksi menuju tingkat nasional.

Peserta yang meraih hasil terbaik akan dipersiapkan untuk mewakili Sulsel pada Olimpiade Bahasa Arab tingkat nasional.

Keikutsertaan empat santri dan satu guru DDI Mattoanging sekaligus menunjukkan keterlibatan lembaga pendidikan tersebut dalam pembinaan Bahasa Arab.

Bagi para santri, kompetisi ini tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga menjadi pengalaman menghadapi persaingan di tingkat provinsi.

Pondok Pesantren DDI Mattoanging berharap pengalaman tersebut mendorong santri semakin menguasai Bahasa Arab dan berani mengikuti kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.