POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Siang itu, Sabtu (29/8/2026) di Pawai Pembangunan memperingati HUT ke-81 RI Kabupaten Belitung Timur, ada cerita unik dari rombongan pejalan kaki berseragam celemek dan sepatu boot.
Mereka bukan kontingen biasa. Sebanyak 60 pedagang yang sehari-harinya berjualan di Pasar Lipat Kajang, Desa Baru, Kecamatan Manggar, ikut menyemarakkan parade kemerdekaan.
Menggunakan celemek dan sepatu boot karet, para pedagang sukses menjadi perhatian utama warga yang berdesakan di tepi rute.
Namun, bukan sekadar busana pasar yang membuat mereka diiringi sorak-sorai.
Di sepanjang lintasan, mereka membagikan ribuan paket bahan pangan gratis secara langsung kepada para penonton pawai.
Koordinator lapangan kontingen pedagang Pasar Lipat Kajang, Aryanto (34), menceritakan bahwa aksi ini diusung di bawah tema besar Pedagang Pasar Lipat Kajang Manggar Berbagi.
Aryanto mengungkapkan, kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat di pasar belakangan ini memang diakui sedang sepi. Keluhan soal minimnya pembeli kerap terdengar dari sesama pedagang.
Kendati demikian, hal tersebut tak menyurutkan niat tulus para pedagang untuk menyisihkan sebagian rezeki demi berbagi kebahagiaan bersama masyarakat di momen Hari Kemerdekaan.
"Tema kita tahun ini Pedagang Pasar Lipat Kajang Manggar Berbagi. Memang ada keluhan pedagang pasar sepi, daya beli kurang, ekonomi rendah. Tapi kami ada niat untuk berbagi kepada masyarakat yang benar-benar tepat sasaran," ujar Aryanto, Sabtu (29/8/2026).
Adapun barisan pedagang dibagi menjadi dua grup. Tim pertama diisi oleh para pedagang lapak ikan, daging, dan ayam. Sementara tim kedua diperkuat oleh para pedagang sayur-mayur dan bumbu dapur.
Tak tanggung-tanggung, total paket bahan pangan yang mereka siapkan secara swadaya mencapai jumlah yang fantastis. Untuk kategori bumbu dapur dan sayuran segar, para pedagang menyiapkan sebanyak 4.000 paket.
Sementara untuk tim pedagang daging, ayam, dan ikan segar, disiapkan tak kurang dari 400 paket yang dikemas untuk dibagikan sepanjang rute parade.
Maka dari itu, secara nominal yang dikeluarkan pun tentu tidak kecil. Aryanto menyebutkan, untuk pengadaan bumbu dapur saja menghabiskan anggaran lebih dari Rp8 juta, sedangkan kategori ikan dan daging menyerap hingga Rp5 juta.
"Ini murni partisipasi masing-masing pedagang. Bumbu saja kurang lebih ada Rp8 juta, ikan dan daging ada Rp5 juta. Nawaitu kami memang niat berbagi," ucapnya.
Antusiasme warga yang menyaksikan aksi membagi bumbu dan ikan gratis ini luar biasa tinggi. Bahkan, Aryanto mengaku jumlah paket yang disiapkan mendadak ludes di luar dugaan sebelum menyentuh garis finish.
"Alhamdulillah ternyata di luar dugaan, masih banyak yang kurang kebagian. Tapi kami benar-benar pilah, kami lihat orang tua dan lansia, jadi kami berikan tepat sasaran," katanya.
Hadirkan Power Rangers
Keunikan kontingen pedagang pasar juga dilengkapi oleh kehadiran dua karakter pahlawan super (superhero) Power Rangers yang ikut berjalan di barisan mereka.
Kehadiran Power Rangers ini langsung mencuri perhatian anak-anak di sepanjang jalur pawai.
Aryanto membeberkan, ide menghadirkan Power Rangers muncul secara mendadak, hanya tiga hari sebelum hari perhelatan pawai digelar.
Siapa sangka, cosplayer Power Rangers tersebut rupanya tak lain adalah rekan sesama pedagang dari lapak pasar ikan yang ikut ambil bagian.
"Power Rangers ini baru tiga hari jelang pawai kami ajak, 'Siap!' kata mereka. Ternyata responnya luar biasa, baru start langsung diserbu anak-anak dan jadi ikon kami di rute pawai," ungkap Aryanto.
Dari cerita Aryanto, kehadiran sosok Power Rangers ini rupanya memiliki tugas lain di lapangan.
Para "pahlawan super" ini bertindak sebagai pengaman yang menertibkan kerumunan warga saat pembagian ribuan paket bumbu dan sayuran berlangsung.
Ketika warga mulai berdesakan berebut paket bumbu, karakter Power Rangers ini sigap turun tangan mengurai massa agar pembagian tetap berjalan aman dan tertib tanpa dorong-dorongan.
"Fungsi mereka sangat membantu. Tadi waktu rekan-rekan bumbu dan sayur mulai 'dijerahu' warga, Power Rangers ini langsung menertibkan supaya tidak ada perebutan. Sekaligus menghibur anak-anak juga," jelasnya.
Tetap Ikut Tahun-tahun Berikutnya
Secara keseluruhan, persiapan pawai dirancang dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar satu minggu melalui diskusi santai di warung kopi.
Bermodalkan kebersamaan, semangat gotong royong, serta pakaian kerja harian menghasilkan buah kekompakan 60 pedagang Pasar Lipat Kajang.
Aryanto berharap partisipasi mereka bisa terus berlanjut dan kian meriah pada pelaksanaan Pawai Pembangunan tahun-tahun berikutnya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada sebagian warga yang belum sempat kebagian paket bahan pangan gratis karena terbatasnya jumlah yang bisa disiapkan tahun ini.
"Kepada rekan-rekan pedagang jangan kendor, tetap semangat untuk tahun depan. Mudah-mudahan ada rezeki lebih di pedagang Pasar Lipat Kajang agar bisa bagi lebih banyak lagi paket sembako. Dan kepada masyarakat yang belum kebagian, kami mohon maaf karena kami benar-benar mengutamakan yang tepat sasaran," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)