ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Peristiwa meninggalnya balita berusia 1 tahun 10 bulan, Muhammad Arshad, setelah ditemukan di dalam drum penampungan air di Pasir Lecuh, Kelurahan Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (29/8/2026), menjadi perhatian masyarakat.
Kepala Puskesmas Letung, Ady Mulyanto Manurung mengatakan, korban tiba di Puskesmas Letung sekitar pukul 12.30 WIB setelah dibawa oleh warga.
"Sampai di Puskesmas sekitar pukul 12.30 WIB. Saya tidak tahu siapa yang membawa korban. Tapi saya kenal salah satunya, Mas Dani (Slamet)," ujar Ady saat dikonfirmasi TRIBUNBATAM.id.
Setibanya di Puskesmas, korban langsung mendapat penanganan dari tenaga medis sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) untuk kondisi darurat.
Petugas medis melakukan upaya pertolongan, termasuk memberikan rangsangan pada jantung serta memposisikan tubuh korban dengan kepala di bawah dan kaki di atas untuk membantu mengeluarkan air dari dalam tubuh.
"Ketika kita gerakkan, air banyak keluar. Di dalam tubuhnya sudah banyak air. Bukan hanya air saja, tetapi ada gumpalan bubur. Sepertinya korban baru selesai makan," tuturnya.
Namun, seluruh upaya medis yang dilakukan tidak berhasil menyelamatkan nyawa Arshad. Dari hasil pemeriksaan dan pemantauan medis, korban diduga telah meninggal dunia sebelum tiba di Puskesmas Letung.
"Kalau analisa medis kami, korban meninggal dunia sebelum berada di Puskesmas. Diduga lama tenggelam di dalam drum air lebih dari 15 menit," ungkap Ady.
Peristiwa memilukan itu terjadi ketika Arshad diduga sedang bermain seorang diri di dapur rumahnya, Sabtu siang.
Saat kejadian, tidak ada yang menyangka aktivitas bermain tersebut berujung pada kejadian tragis.
Drum yang sehari-hari digunakan sebagai tempat penampungan air itu justru menjadi lokasi Arshad ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Posisi drum yang berada di dalam dapur membuat bagian atas wadah tersebut relatif sejajar dengan lantai. Kondisi itu diduga memudahkan korban untuk mendekati drum saat bermain.
Korban ditemukan di dalam drum berisi air oleh pihak keluarga atau warga yang berada di sekitar lokasi. Saat ditemukan, kondisi Arshad sudah tidak sadarkan diri.
Warga kemudian berupaya memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Letung untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun sesampainya di fasilitas kesehatan, tenaga medis mendapati kondisi korban sudah sangat kritis dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Ady menjelaskan, pihaknya tetap melakukan berbagai upaya pertolongan sesuai prosedur, meskipun kondisi korban saat tiba di Puskesmas sudah tidak memungkinkan untuk diselamatkan.
Peristiwa ini menjadi duka bagi keluarga sekaligus perhatian bagi masyarakat. Kejadian tersebut menjadi pengingat agar orangtua dan keluarga lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama di sekitar tempat penampungan air yang dapat membahayakan keselamatan balita. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)